20 May, 2012

EVERY BODY CAN BE GENEROUS

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

“Generousity is about the heart not about what you have. You can be generous in many things”

Setiap orang bisa menjadi pemberi yang baik. Karena kemurahan hati adalah masalah hati dan bukan masalah harta. Orang yang memiliki banyak harta belum tentu bisa menjadi pemberi yang baik. Sebaliknya, mereka yang masuk dalam golongan miskin, bisa memberi karena kaya dalam hati. Definisi yang paling tepat untuk orang kaya adalah orang yang banyak mengucap syukur dan sedikit memiliki keinginan. Kebenaran ini membuat kita sadar bahwa setiap orang bisa menjadi orang kaya. Dan salah satu tanda bahwa orang itu sudah menjadi kaya ialah saat menyadari bahwa ia telah diijinkan memiliki lebih dari cukup sehingga berani berbagi dengan mereka yang kekurangan. Sedangkan mereka yang mengaku kaya tetapi kikir, sebenarnya masih belum kaya, karena ia masih merasa kurang.

Mari kita belajar dari seorang janda yang datang ke rumah ibadah dengan uang recehan yang ada di dalam dompetnya. Saat uang itu dipersembahakan ia tidak punya pilihan lembaran mata uang, baik yang warna merah, biru, bahkan hijau. Sisa harta recehan itu yang ada, dan ia berikan semuanya. Ia memberi dari kekurangan bukan kelebihan. Di hadapan bendahara rumah ibadah, ia tidak masuk dalam hitungan. Mungkin namanya juga tidak masuk dalam daftar penyumbang karena nilai persembahannya tidak bermakna. Namun di hadapan Tuhan yang maha Pemurah, ia masuk dalam golongan yang luar biasa. Ia memberi dengan hati, bukan hanya dengan harta.

“Ia melihat juga seorang janda yang sangat miskin, memasukkan dua keping uang tembaga. Lalu Yesus berkata, “Dengarkan: janda ini memasukkan lebih banyak dari semua yang lain. Sebab mereka semua memberi dari kelebihan hartanya. Tetapi janda ini, sekalipun sangat miskin, memberikan semua yang ada padanya yang diperlukannya sendiri untuk hidup.” Lukas 21:2-4

Kemurahan hati adalah masalah sikap bukan jumlah harta benda. Oleh karena itu setiap orang yang punya hati bisa bermurah hati. Untuk bisa bermurah hati, ia harus pernah mengalami kemurahan dari Tuhan dan sesama. Saya belajar kemurahan hati dai sahabat saya di Yuma, Arizona. Setiap kali saya pelayanan di gerejanya, ia memperlakukan kami seperti raja. Mulai dari antar jemput dengan mobil yang terbaik, akomodasi di hotel yang temegah hingga hal hal yang terkecil. Teman saya ini pernah terbang dari Arizona untuk menjenguk saya di rumah sakit saat saya opname di Glen Eagle Hospital Singapore. Dari dialah saya belajar bahwa setiap orang bisa belajar dari orang lain tentang kemurahan hati. Everybody can be generous.

Saya pernah mendengar tuan Pelit yang bernazar, “nanti kalau uang saya sudah banyak saya akan beramal untuk fakir miskin. Demikian juga kalimat kang Tukiman “Doakan saya pak, semoga minggu ini nomer Togel saya nembus, nanti saya bantu beli semen untuk bangunan gereja.” Entah sudah berapa banyak orang berjanji seperti itu dan biasanya tidak ditepati. Yang jelas kalau mau memberi tidak usah pakai kalimat NANTI. Karena kalau kita jujur, hari ini kita juga bisa memberi. Tidak mesti harus dengan uang atau harta. Anda bisa keluar dari rumah dan memberikan senyum kepada yang lewat di depan Anda. Siapa tahu senyum Anda adalah satu satunya yang ia dapatkan sepanjang hidupnya. Berikan kata dorongan untuk mereka yang sedang kecewa. Berikanlah kehangatan untuk mereka yang sedang sekarat kedinginan karena udara musim gugur. Untuk menjadi seorang pemurah kita bisa mulai saat ini juga. Mulailah sekarang!!!!!

Bookmark and Share

16 May, 2012

RAHASIA MENJADI ORANG KAYA

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Kesaksian| Renungan| news

Tidak semua orang punya sifat suka memberi. Kebanyakan manusia membawa sifat egocentris. Saya dengar orang bijak pernah mengatakan bahwa kita lahir kedunia ini  dengan membawa tabiat serakah. Dan masih banyak orang belum bisa menanggalkan sifat itu hingga masuk ke liang kubur. Kebanyakan orang mempertahankan sifat kikirnya karena rasa takut. Ada yang takut kekurangan, takut menderita, ada pula yang takut melarat. Semua alasan itu berkaitan dengan masalah identitas dan rasa aman.

Diceritakan pada suatu hari mulah Nazrudin Hoja sedang pergi ke pasar. Sesampainya di tengah pasar, ia melihat ada keributan yang membuat beberapa orang panik dan berteriak “berikan tanganmu, segera berikan tanganmu!!” Nampaknya ada seorang yang tergelincir dan jatuh ke sungai  yang arusnya cukup deras dan dalam. Melihat orang naas sudah hampir tenggelam, sang Mulah menggunakan kata hikmat untuk menolongnya  ”ambil tanganku.” Dengan sigap orang itu langsung mengambil tangan Nazrudin dan selamatlah nyawanya. Ia tidak mau memberikan tangannya tetapi senang mengambil tangan orang lain. Sedikit jenaka tetapi penuh makna.

Perhatikankah pemuda bodoh yang pekerjaannya hanya membangun, mengumpulkan, menimbun dan mengambil. Ia takut hidup susah. Ia tidak mau membeli RASKIN atau jatah beras rakyat miskin. Ia sungkan menerima bantuan tunai langsung. Ia ingin mendapatkan penghargaan dan diperhitungkan sebagai VIP.  Itulah sebabnya ia  memeras keringat dan membanting tulang demi harta.  Namun  sayang hidupnya berakhir dengan tragis. Ia belum sempat menikmati apa yang telah dimilikinya. Ia tidak sempat mencicipi hasil jerih payahnya. Mengapa Tuhan Yesus tidak memberikan nama jelas sang pemuda itu? Mengapa Alkitab hanya menyebut sebagai orang kaya yang bodoh? Karena ternyata di dunia ini ada jutaan orang yang nasibnya sama dengan pemuda itu. Anda dan saya juga bisa mendapatkan julukan yang sama jika kita tidak berani berbagi dalam hidup ini.

Orang yang murah hati biasanya telah mengalami pencerahan kalbu. Ketika kita mendapatkan pewahyuan pribadi dari Tuhan,  kita akan meninggalkan sifat sifat yang bertentangan dengan watak dan sifat ilahi. Allah memberikan pewahyuan ilahi sehingga kebenaran itu disingkapkan supaya kita bisa hidup benar dan memantulkan terang yang sebenarnya. “When your light is on, your life will turn arround at once.” Ketika kita menyadari bahwa harta miliki itu bersfat  sementara, dan kita hanyalah seorang pengelola, maka kita tidak akan pernah menggunakan rejeki untuk mendongkrak harga diri dan mencuri kemuliaan ilahi.  Semoga tulisan ini bisa memberi pencerahan hati.

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” Amsal 11:24-25

Bookmark and Share
Comments Off

09 Apr, 2012

KERAGUAN DAN KERUGIAN

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

Ask boldly, believingly, without a second thought. People who “worry their prayers” are like wind- whipped waves.

Tetapi orang yang meminta, harus percaya; ia tidak boleh ragu- ragu. Sebab orang yang ragu- ragu adalah seperti ombak di laut yang ditiup angin ke sana ke mari. Orang yang seperti itu tidak tetap pikirannya; ia tidak bisa mengambil keputusan apa- apa dalam segala sesuatu yang dibuatnya. Karena itu, tidak usah juga ia mengharapkan untuk mendapat apa- apa dari Tuhan.
Yakobus 1:6

Berani meminta kepada Tuhan adalah syarat utama terkabulnya sebuah doa. Yakobus mengingatkan kita supaya memilki keteguhan dan kesungguhan hati pada waktu berdoa kepada Nya. Karena orang yang takut meminta atau bimbang setelah berdoa tidak akan mendapatkan apa apa. Ada beberapa penyebab orang takut meminta kepada Tuhan. Kisah berikut ini akan menolong kita memahami apa yang dimaksud oleh Yakobus.

Orang yang tidak berani meminta biasanya pernah kecewa. Doanya sering tidak terjawab atau belum terjawab. Padahal ia sudah lama menanti. Sama seperti pria lumpuh yang terbarng di samping kolam Bethsaida. Sudah 38 tahun ia menunggu. Sudah begitu banyak tabib yang didatangi. Entah berapa banyak uang yang telah dihabiskan untuk pengobatan. Kenyataan yang ada ialah ia sudah pasrah dan sampai pada titik pupus harapannya. Buktinya pada waktu Tuhan Yesus mengajukan pertanyaan “Maukah engkau sembuh,” ia tidak berani memberi jawaban yang pasti. Apa susahnya bilang “Ya, saya mau sembuh sekarang juga.”

Jawaban pria itu merupakan kalimat putus asa yang sering saya dengar dalam kehidupan sehari hari. Jawab orang sakit itu kepada- Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Hati pria itu sudah dikuasai oleh kekecewaan dan pikirannya sudah buntu karena kesulitan dan kegagalan. Seolah olah sudah tidak ada secuil kemungkinan untuk bisa mendapatkan pertolongan. Nampaknya semua pintu sudah tertutup, sehingga mengabaikan kemungkinan adanya pintu lain yang terbuka. Dalam istilah bahasa jawa “pikirane cupet, atine sumpek.”

Sama seperti kenalan saya yang bernama Badron. Ia sering dijuluki sebagai perjaka tua karena sudah umur 47 tahun tetapi belum memiliki pasangan hidup. Padahal semua adiknya sudah berkeluarga dan punya momongan. Kang Badron bahkan sudah bertekad hidup jomblo seumur hidup. Hatinya sudah tertutup oleh cinta karena pengalaman penolakan yang pernah terjadi selama tiga kali. Yang paling menyakitkan adalah wanita yang bernama Sulastri. Rencana pernikahannya gagal gara gara Sulastri minggat dengan pria idamannya, padahal sudah dilamar dan hari pernikahan sudah ditentukan. Untung saja Badron tidak gantung diri. Pengalaman menyakitkan itulah yang membuat pria itu tidak betani lagi menyatakan cintanya kepada siapapun juga.

Lain halnya dengan janda nekad yang pantang menyerah. Sampai hari ini namanya tidak ada yang tahu. Namun keberaniannya meminta pertolongan dari pak hakim itu membuat ia terkenal pada jamannya, sehingga Tuhan Yesus menggunakan kisahnya untuk mengajarkan kebenaran. Di kota itu ada pula seorang janda yang berkali- kali menghadap hakim itu meminta perkaranya dibela. ‘Tolonglah saya menghadapi lawan saya,’ kata janda itu. Beberapa waktu lamanya hakim itu tidak mau menolong janda itu. Tetapi akhirnya hakim itu berpikir, ‘Meskipun saya tidak takut kepada Allah dan tidak peduli kepada siapa pun, tetapi karena janda ini terus saja mengganggu saya, lebih baik saya membela perkaranya. Kalau tidak, ia akan terus- menerus datang dan menyusahkan saya.’ ”

Keberanian janda itu membuat sang hakim akhirnya melukuskan permintaannya. Langkah awal untuk terkabulnya sebuah doa adalah niat yang kuat yang lahir dari hati. Jika permintaannya di sertai dengan iman yang teguh maka Tuhan akan memngabulkan doa kita. Bukankah Allah pernah bersabda ” Dan kita berani menghadap Allah, karena kita yakin Ia mengabulkan doa kita, kalau kita minta apa saja yang sesuai dengan kehendak- Nya. Karena kita tahu bahwa Ia mendengarkan kita kalau kita memohon kepada- Nya, maka kita tahu juga bahwa Ia memberikan kita apa yang kita minta daripada- Nya. 1Yohanes 5:14-15

Bookmark and Share

06 Apr, 2012

DIMANAKAH ANDA SAAT YESUS DISALIBKAN?

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu- Nya dan saudara ibu- Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Yohanes 19:25

Setiap hari Jumat Agung, saya selalu teringat para wanita pemberani yang nekad berdiri dekat salib Yesus. Mereka tidak pernah sesumbar dan ngumbar janji seperti para murid. Mengapa hanya tiga wanita yang berani berdiri di dekat Kayu salib di saat saat terakhir sebelum kematian? Dimana Murid yang bernama Simon Petrus yang semalam sesumbar mau mati demi guru yang dikasihinya? Dimana Thomas, Matius Yakobus dan lainnya? Tidak ada yang tahu. Yang jelas mereka sedang dicekam dengan ketakutan. Mereka takut disebut sebagai pembrontak, penghujat atau pengacau sama seperti gurunya.

Tulisan ini merupakan renungan pribadi bukan sebuah telaah teologis. Saya mencoba memahami alasan keberanian para wanita istimewa itu. Rupanya bukan kayu salib yang telah membuat mereka berdiri, tetapi ikatan batin dengan orang yang disalib itulah yang telah membuat mereka berani mengambil resiko. Tentu saja bukan dengan kedua penjahat namun dengan anak Tukang kayu dari Nazaret yang dainggab sebagai penjahat.

Sebagai wanita yang telah mengandung selama sembilan bulan dan hidup bersamanya selama 33 tahun, Maria pasti memiliki ikatan batin yang paling kuat dengan putra yang sedang menangung sengsara. Hatinya ikut hancur saat menatap wajah anaknya yang hancur oleh cambuk, tombak, serta pukulan para algojo romawi. Sesekali ia mengambil nafas panjang saat melihat paku, tombak dan mahkota duri menancap di tubuh Yesus. Sesekali ia menyeka air matanya sambil menahan rasa iba. Terbersit dalam hati “kalau boleh biarlah ibu saja yang menjalani semua derita yang menimpa.” Namun sang ibu tahu diri, untuk itulah Putranya datang ke dalam dunia- mati di kayu salib untuk dosa dunia.

Matahari mulai condong ke barat. Semua mata tertuju pada kayu salib berlumuran darah. Gemuruh suara caci maki bercampur, cemohoh orang farisi memenuhi bukit tengkorak. Wajah sang Bunda sudah mulai kelihatan pucat, tubuhnya gemetar dan seskali memegang dada. Ia tahu saat kebersamaan dangan sang Putra sudah tidak lama. Itulah sebabnya ia berdiri dekat salib itu. Ia ingin memberikan kekuatan batin melalui kehadirannya. Hatinya menjerit saat sang Putra berseru “Ya Bapa Ya Bapa, mengapa Engkau meninggalkan aku”. Mata sang Bunda mulai menengok ke sekeliling dan mencari para murid yang dikasihiNya. Tidak ada saupun yang berani mendekatinya kecuali Yahones. Untung saja ada Maria Magdalena yang selalu ada di sampingnya dan Maria istri Klopas.

Seandainya kita hidup pada saat itu dan ikut menyaksikan peristiwa itu, beranikah kita mengambil posisi berdiri dekat dengan salib? Hanya mereka yang memiliki ikatan batin yang kuat, yang akan berani tersungkur dekat dengan salib. Seberapa dekat Anda dengan Yesus? Hubungan Anda dengan-Nya akan menentukan seberapa besar penghargaan kita pada salib itu.

Atas Bukit Yang Jauh
Tampak Salib Hina
Lambang Dari Sengsara Cela
Pada Salib Itu
Tuhanku Terpaku
Menebus Dosa Isi Dunia

Tetap Kupegang Salib Kristus
Hingga Tiba Akhir Hayatku
Ku Tetap Pegang Salib Itu
Hingga Kutrima Mahkotaku
Tetap Kupegang Salib Itu
Hingga Kutrima Mahkotaku

Salib-Nya, Salib-Nya
Teramat Mulia
Dosaku Disucikan Oleh Darah Yesus

Bookmark and Share

23 Mar, 2012

NYEPI DAN KEMBALINYA JATI DIRI

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Cerita

Kesunyian adalah teman baik pencerahan. Saat pikiran dan hati terbebas dari segala macam noise atau gangguan, maka dengan begitu mudah kita menemukan jati diri kita dan siapa yang lebih berkuasa di atas diri ini. Tidak heran, jika para nabi sering pergi ke gunung untuk menjumpai diri sendiri dan menjumpai Allah yang disembahnya. Kebiasaan mencari tempat sunyi dan berdoa adalah gaya hidup Tuhan Yesus junjungan kita. Di tengah kesunyian, kita bisa menemukan kekuatan yang tidak bisa ditemukan di keramaian shopping center, night club, concert atau KKR.

Keheningan batin bisa menjadi pintu untuk melakukan bedah rohani. Daud melakukannya setiap malam. Ia selalu mengijinkan Allah menyelidiki hatinya dengan satu tujuan, membersihkan batin dari semua kesalahan dan dosa, baik yang disadari maupun tidak. Membersihkan hati dari kotoran yang bisa menumpulkan rohani itu sangat penting bagi setiap orang percaya. Kegagalan melakukan cleaning service bisa berakibat fatal. Mereka yang hati nuraninya sudah tumpul bisa mengalami malapetaka tragis yang akibatnya bisa dirasakan oleh anak cucu tujuh turunan. Seandainya petugas bagian kominkasi kapal pesiar Titanic bisa menangkap pesan peringatan yang dikirim oleh dua kapal yang lain, maka Titanic bisa menghindari musibah tragis yang menelan ribuan nyawa. Jika manusia bisa peka dengan suara hati nurani yang jujur dan tepat, pasti ada banyak bahtera rumah tangga yang bisa diselamatkan.

Kesunyian adalah teman baik dari kejujuran. Di saat kita sendiri, kita bebas dari rasa takut dan kepura puraan. Di situ kita bisa jujur menjadi diri sendiri. Tidak ada topeng, tidak ada masker. Dan mereka yang berbahagia adalah mereka yang bebas dari sandiwara hidup. Orang orang bahagia adalah mereka yang berani transparan dan jujur dengan diri sendiri, mau menerima kelebihan dan kekurangan. Mereka yang jujur dengan diri sendiri akan menjadi teman baik bagi dirinya sendiri. Hasilnya adalah self respect dan self worth. Jika kita bisa menghargai diri sendiri, maka kita akan dihargai oleh orang lain.

Kesunyian hati mempermudah komunikasi batin antara manusia dengan Penciptanya. Manusia adalah makluk rohani, maka saat ia berhasil membebaskan rohnya berkomunikasi dengan Roh yang Maha Tinggi, ia akan kembali kepada kodratnya sebagai manusia ciptaan. Bebas dari keangkuhan dan keinginan untuk menjadi Tuhan atau menggantikan Tuhan dengan kekayaan, harta, pangkat maupun kedudukan. “Hampirilah Tuhan, maka Ia akan menghampiri Anda,’’ dalam posisi berkomunikasi itulah manusia akan merasakan hadiratNya yang maha kudus. Tidak heran jika di dalam hadiratNya kita bisa merasakan kedamaian, sukacita dan kuasa. Karena di dalam hadiratnya kita kembali pada fitrahnya. Kalau begitu, sering seringlah menyepikan hati ini. Selamat hari raya Nyepi……

Bookmark and Share
.

-------------------------------------------------------------------
Podcast kata-Kata bijak

-------------------------------------------------------------------

Miliki CD nya Sekarang Juga

Making Life Better adalah program radio berdurasi 15 menit yang membahas masalah masalah keseharian yang terjadi dalam kehidupan. Dalam program ini juga ada kesaksian kesaksian pendengar yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Sudah ada jutaan pendengar yang diberkati oleh program ini. Anda bisa mendengarkan program ini di Radio Jaringan Dian Mandiri yang tersebar diseluruh Indonesia. Program ini juga disiarkan oleh HCJB World Radio Australia dan BIBLE VOICE di Libanon

Menemukan Hidup Yang Berarti Malapetaka Selingkuh
Judul Buku Judul Buku

 
JUMPA PENDENGAR DI ALOR. Direncanakan akan diadakan acara JUMPA PENDENGAR di Kalabahi Alor pada Bulan Agustus tanggal 29. Kami mengundang semua sahabat yang berada di Alor untuk menghadiri acara tersebut. RDM Alor telah menjadi berkat bagi para sahabat kita di pulau kenari ini.
     
 
Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada anda yang sedang berulang tahun hari ini. Kiranya berkat Tuhan akan menyertai anda.



 



 



FACEBOOK

BERLANGGANGAN KATA BIJAK

Anda bisa berlangganan kata bijak dengan mengetik: REG NASEHAT Kirim 9333

AUDIO PODCAST

Making Life Better dan Kata Bijak dapat diunduh melalui itunes store. Temukan kolom pencarian dan ketik "Paulus Wiratno". Nikmati program MLB dan Kata Bijak setiap hari.