“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis- habisnya rahmat- Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan- Mu!” Ratapan 3:23
Kehidupan yang kita hidupi adalah produk dari kasih karunia Tuhan. Jika pagi ini masih bisa menghirup nafas, bersykurlah kepada sang Pemberi Hidup. Menurut statistik, hari ini ada tiga puluh ribu orang yang tidak bisa menghirup udara lagi alias meninggal dunia. Jika anda masih bisa makan tiga kali sehari, sabaiknya sering sering berterima kasih kepada Tuhan. Karena hari ini ada sekitar dua milyar manusia di atas bumi yang makan satu hari hanya satu kali. Jika hidup pernikahanmu masih bisa bertahan lebih dari 5 tahun dan masih bahagia, pernikahan Anda masuk dalam kategori langka, karena satu dari dua pernikahan berakhir dengan perceraian. Ingatlah bahwa semua yang Anda alami pada hari ini tidak pernah lepas dari kasih karunia Tuhan.
Ketika Yusuf difitnah, dipenjara, dikhianati bahkan dizolimi oleh saudara saudaranya, atasan dan bahkan rekan rekannya. Ia tetap tabah, tidak pernah mencari siapa yang salah. Ia tetap kuat, dan hidupnya diakhiri dengan penuh berkat katena naik pangkat. Itu semua terjadi karena kasih karunia Tuhan. Sebagai seorang yang biasa dimanja oleh sang ayah, kemudian dipaksa menjadi pembantu rumah tangga, remaja Ibarni itu pasti mengalami cultural dan psichological shock. Menjalani kehidupan sebagai budak di negeri orang tidaklah mudah. Mendekam dipenjara selama 13 tahun karena fitnah juga tidak gampang. Memelihara dan mengampuni saudara yang telah menyakitkan hati sangatlah susah. Apalagi menjaga kerendahan hati saat hidup ini dimuliakan dengan kedudukan dan pangkat. Namun bagi Yusuf, semuanya tidak menjadi masalah karena ia hidup dalam kasih karunia.
Kasih karunia Allah memang tidak mengenal status, warna kulit, suku dan kondisi masa lalu. Buktinya, seorang pelacur yang bernama Rahab bisa merasakan perlindungan Tuhan. Karena ketaatannya dalam menyembunyikan dan menolong dua pengintai Israel, maka ia dan seluruh keluarganya mendapatkan pertolongan ilahi. Bahkan dari garis keturunannya lahirlah seorang yang benama Raja Daud dan bahkan Yesus Kristus. Siapa pernah menyangka anak turunnya wanita tuna susila bisa menjadi raja? Semua itu karena kasih karunia ilahi.
Yang penting dalam hidup ini kita tidak pernah keluar dari wilayah kasih karunia ilahi. Anda boleh bangga menjadi orang kaya. Banyak harta, emas dan permata. Namun jika Anda tidak bisa menikmati apa yang Anda miliki, semua itu adalah sia sia belaka. “Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang- senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.”
Manakala hidup terasa sulit dan hati terasa sumpek, yang Anda perlukan adalah kasih karunia ilahi. Karena mereka yang beroleh kasih setia Tuhan, akan diberi kemampuan untuk menghadapi setiap tantangan. Sebagai seorang hamba Allah, rasul Paulus sudah kenyang dengan yang namanya ancaman, aniaya, kelaparan, pengkhianatan, kekerasan dan bahkan maut. Saat ia tidak berdaya dengan beratnya tantangan panggilan hidup, ia pernah meminta supaya Tuhan segera memberikan jalan keluar namun jawaban Tuhan adalah “Cukuplah kasih karunia- Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa- Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”
Makanya jangan berkecil hati. Manakala hidup ini seolah berada di ujung tanduk, berpeganglah pada yang tidak pernah mengecewakan, yaitu Tuhan yang maha pengasih dan penyayang. Ketika pernikahan dalam keadaan retak dan hampir hancur, ingatlah baik baik, esok masih ada harapan untuk pemulihan. Karena kasih setia-Nya selalu baru setiap hari. Saat penyakit tidak kunjung sembuh dan segala macam upaya yidak memberikan titik terang. Tetaplah berharap keajaiban dari Tuhan. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Waktu semua mengecewakan dan cenderung memojokan, jangan lupa ada yang selalu hadir dalam hidup dengan cinta yang selalu baru, tidak pernah usang.
Kasih setia ilahi yang selalu baru sudah seharusnya membuat hidup ini menjadi lebih bergairah untuk dijalani. Tidak ada istilah kecewa, atau putus harap. Karena rahmat-Nya tidak pernah berkesudahan seperti sungai yang selalu mengalir dan tidak pernah putus. Lalu baimana caranya untuk bisa selalu menikmati kasih karunia ilahi? Jika anda ingin menikmati segarnya air sungai yang mengalir, jangan hanya berdiri dan melihat di tepi sungai. Masuklah ke dalam sungai, berenanglah dan mengalirlah bersama air sungai itu maka anda akan menikmati kekuatan air sungai itu. SELAMAT MENCOBA









