12 Feb, 2010

In God We Trust

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

Your true Life is With God

“Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.” (Keluaran 16:35).

Kitab Keluaran pasal 16 mengisahkan pelajaran yang sangat penting bagi umat manusia, khususnya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan. El Shaddai merupakan sebutan Allah Jehovah yang berate He is more than enough atau Sang Penyedia kebutuhan kita. Apapun yang menjadi keperluan umatnya Allah akan selalu memenuhinya. Sebelum Allah menciptakan manusia, Ia lebih dahulu menciptakan semua yang diperlukan manusia. Allah menciptakan matahari yang bisa menghangatkan tubuh, diciptakanNya semua tumbuhan dan ikan serta binatang di darat untuk makan. Ketika manusia merasa kesepian Ia menciptakan teman yang sepadan.  Itulah sebabnya tidak heran jika Jehovah menciptakan mana untuk umat Nya selama 40 tahun sampai mereka tiba di Tanah Perjanjian

Namun yang namanya manusia memang kadang kurang berterima kasih,  orang Amerika bilang take it for granted. Ketika kekurangan, mereka berdoa sampai meneteskan airmata. Tidak henti hentinya mereka tirakat atau tawakal sambil menyebut nama Allah. Doa berantai dinaikan memohon kelimpahan. Giliran hidup mereka serba kecukupan bahkan berkelebihan, mereka melupakan Tuhan.

Pagi ini saya meninggalkan Amerika dengan perenungan tentang kata kata sahabat saya yang mengatakan bahwa Amerika perlu Tuhan. Kalimat Pdt. John Hagee terngiang ngiang di telinga saya ”Negara Amerika telah membuang Tuhan dalam berbagai aspek.” Kelimpahan materi telah membutakan mata banyak orang. Mereka mengantikan Tuhan dengan harta benda. Oleh sebab itu mereka tidak segan segan melanggar Firman Tuhan dalam rangka mengumpulkan harta benda. Mereka tidak lagi percaya slogan yang tertulis di lembaran uang mereka yang mengatakan ”In God We Trust”, tetapi sebaliknya ”in money we trust”. Akibatnya ketika krisis keungan melanda Amerika dua tahun yang lalu, banyak dari mereka yang kehilangan pegangan. Saya melihat sendiri di sebuah Televisi, disiarkan seorang Ayah yang tega membuhun istri dan ketiga anaknya gara gara kehilangan rumah dan pekerjaan. Tragis dan meprihatinkan.

Ada persamaan antara umat Israel di padang gurun dengan orang orang materialistis. Yaitu mereka lebih mengandalkan apa yang bisa dilihat dan diraba. Mereka berseru memohon berkat Tuhan ketika mengalami kekuarangan materi. Giliran mereka sudah hidup diberkati dengan kelimpahan, mereka membuang Tuhan, dan menjadikan materi sebagai sesembahan mereka. Apa yang terjadi jika manusia sudah membuang Tuhan? Allah akan membuang ilah atau patung patung mereka. Allah tidak mau di madu karena dia memang cemburu. Gaya hidup materialistis yang telah membuang Tuhan, akan berakhir dengan tragis dan penderitaan. Ingatlah Sodom dan Gomora?

Bookmark and Share

10 Feb, 2010

Jangan Suka Bersungut

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

“Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.” (Keluaran 16:1). “Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;” (Keluaran 16:2).

Lima belas hari setelah keluar dari Mesir, tidak sedikit umat Israel yang mulai rindu kampung halaman. Mereka bukan hanya rindu tempat kelahiran, tetapi yang lebih utama mereka rindu lezatnya daging domba dan manisnya susu dan madu di negeri Firaun. Manusia cenderung sulit meninggalkan wilayah rasa aman. Setiap perubahan memang mengganggu rasa aman. Itulah sebabnya mereka takut menghadapi perubahan.

Pengalaman padang gurun memang sangat drastis bagi mereka. Sudah lama mereka hidup nyaman meskipun dalam penindasan kerja paksa. Bagi mereka penderitaan kerja paksa jauh lebih enak dari pada hidup merdeka di padang belantara. Demikianlah sikap kebanyakan manusia. Mereka lebih suka tinggal dalam belenggu penjajahan dari pada kebebasan yang beresiko. Alasanya klasik, ‘’saya sudah terbiasa dengan gaya hidup itu.” atau ‘’saya sudah nyaman dengan apa yang selama ini saya jalani”.

Harto sudah lama hidup dalam ikatan narkoba. Rasa ketagihan itu sudah mengikat hidupnya. Setiap kali mencoba untuk berhenti, ia selalu gagal dan kembali lagi menghisap daun haram yang namanya ganja. Bebarapa tahun yang lalu ia mengalami perubahan drastis setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus. Namun sayang ia tak kuasa menahan sakau atau sakitnya kecanduan. Tidak seikit nasehat yang telah didengarnya, sudah banyak airmata orang tua yang tumpah dalam doa. Bahkan Harto sudah berbulan bulan tinggal di rumah rehabilitasi, tetapi ia tetap lebih menyukai gaya hidup lamanya. Ibarat seekor gajah yang terbiasa hidup dengan rantai. Setiap hari hanya bisa berjalan mengelilingi tiang. Bahkan setelah rantainya dilepaskan, ia masih terus berjalan keliling seperti biasanya. Alangkah kasihan nasib manusia yang seperti itu.

Maksud Tuhan mengeluarkan bangsa Israel keluar dari Mesir itu sangat mulia. Tuhan ingin menjadikan mereka bangsa pilihan sekaligus umat percontohan sehingga bangsa bangsa yang lain akan diberkati melalui kehidupan mereka. Tanah Kanaan yang telah dijanjikan 400 tahun sebelumnya sudah ada di depan mereka. Namun karena persungutan mereka akhirnya generasi itu mati di padang gurun dan tidak sempat menikmati indahnya tanah yang kaya dengan susu dan madu, lebih enak dari yang mereka nikmati di Mesir.

Marilah kita belajar dari kisah di atas. Tuhan ingin membebaskan kita dari setiap ikatan dosa dan belenggu penderitaan. Untuk itulah Bapa telah mengirimkan Anaknya untuk mati di kayu salib. Tuhan Yesus pernah mengatakan “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18~19).

Di atas tiang gantungan itu, setiap tetes darah Nya sanggup membebaskan kita dari segala macam upah dosa. Dan tidak ada kuasa yang mampu mengalahkan maut, kecuali kuasa Darah Anak Domba. Kita hanya diminta untuk beriman kepada Nya dan mempercayai kuasa darah Nya. Wanita yang menderita pendarahan 12 tahun sudah merasakan bagaimana buruknya penderitaan akibat kanker rahim yang dideritanya. Namun ketika imannya bangkit sambil menjamah jubahnya, maka keyakinannya itu telah menggerakan kuasa Yesus untuk menghentikan pendarahannya seketika itu juga. Orang yang lumpuh 33 tahun sudah bosan merasakan susahnya jadi orang cacat. Namun ketika ia berjumpa dengan Yesus, hari itu juga Ia bisa berjalan. Iman kita kepada nama Yesus menghadirkan kuasa yang bisa menghadirkan mujizat yang kita nantikan begitu lama.

Ketika anda sudah tidak kuasa untuk keluar dari ikatan narkoba, perzinahan, kebiasaan buruk atau jenis prilaku dosa yang membuat anda menderita, jangan lupa ada nama Yesus yang berkuasa. Inilah saatnya Anda menyebut nama Nya dengan iman dan mengharapkan mujizatnya. Jika anda sudah tidak berdaya untuk mengubah nasib. Inilah saatnya Anda mulai bergantung dan berserah kepada Yang Maha Kuasa.

Bookmark and Share

10 Feb, 2010

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Cerita

skjhndjshdjkshbdjkshds

Bookmark and Share

22 Jan, 2010

MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Cerita| Renungan

Bukan sebuah kebetulan jika saya berjumpa dengan pengusaha kaya Kyle William. Dari penampilannya memang seperti orang yang biasa biasa saja. Baik dari cara berpakaian, mobil yang dikemudikan maupun selera makannya. Pengusaha muda ini tergolong sangat sederhana. Namun ketika saya masuk ke kantornya saya benar benar kagum dengan keberhasilannya dalam menjalankan usaha. Di depan pintu masuk kantornya di kota Enid-Oklahoma saya melihat ada empat usaha yang ditekuninya, mulai dari pengeboran sumur minyak bumi, 34 mini market dan 2 statiun radio dan Pelanayanannya. Ketika saya mendengar kisah hidupnya, saya benar benar diberkati.

Bukanlah kebetulan Tuhan mempertemukan saya dengan bapak Kyle William. Kyle bukan hanya  tergolong sukses, dihormati dan cinta Tuhan, namun dia juga seorang ayah yang baik. Saya melihat sendiri bagaimana dia berinteraksi dengan istri dan kedua anaknya. Sepintas dia mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan tantangan. Dia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Jiwa usahanya adalah warisan ayahnya  yang bernama KV William. Tiga puluh tahun yang lalu K.V. William memulai sebuah toko kelontong yang sangat sederhana untuk menyambung hidup. Berkat keuletannya dan kestiaannya kepada Tuhan, usahanya begitu berkembang. Bisnis keluarga ini sempat mengalami goncangan dan hampir tutup, saat itulah Kyle William mengambil alih perusahaan ayahnya hingga saat ini dan membawanya ke titik keberasilan yang tidak pernah dibayangkan oleh ayahnya.

Selama dua hari tinggal di rumahnya, saya banyak belajar dari Kyle William. Saya sempat mengajukan pertanyaan kepadanya “Apa rahasia keberhasilan dalam mengelola usahanya?”  Dia memang tidak menjawab langsung tetapi mengajak saya ikut hadir dalam acara Manager Training. Kemarin pagi saya ikut bergabung dengan 40 manager yang ikut acara tersebut. Di situlah saya langsung melihat dan mendengar rahasia  keberhasilan pengusaha ini. Nilai nilai yang dia terapkan dalam usaha sangat menarik buat saya. kelihatannya sederhana tetapi itulah kuncinya.

Menurut Kyle William, kalau kita mau berhasil dalam usaha, kita harus berusaha mengembangkan potensi karyawan. Ciptakan suasana bahwa tempat kerja bukan sekedar tempat mencari nafkah tetapi tempat mencari makna hidup. Dengan demikian produktifitas akan naik dan usaha akan berkembang. Ada empat hal yang penting untuk memaksimalkan produktifitas: 1. Karyawan harus bisa menjadikan tempat kerja sebagai tempat yang menyenangkan, supaya mereka menyukainya, dengan kata lain mereka harus bahagia dengan apa yang mereka lakukan. Orang yag bahagia akan bekerja dengan baik. 2. Doronglah setiap karyawan untuk benar benar  fokus dengan apa yang dilakukannya. Jangan sampai tubuhnya ada di tempat kerja tetapi pikiran ada di rumah atau tempat yang lain. 3. Kebangkanlah sikap positif di tempat kerja. Positif terhadap pekerjaan, rekan sekerja, dan bahkan terhadap kesulitan. 4. Libatkan karyawan  untuk melakukan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. Pagi itu saya melihat sendiri, Kyle William memberikan donasi 10.000 dolar kepada sebuah rumah sakit anak di Oklahoma City. Dengan demikian semua karyawan tahu bahwa perusahannya tidak hanya sekedar mencari keuntungan pribadi. Kepeduliannya terhadap sesama bisa memberikan nilai plus dan memeberikan makna bagi karyawannya. Tidak heran jika Tuhan memberkati apa yang dilakukannya.

Dalam perjalanan menuju airport saya sempat memberikan kata kata dorongan untuk Kyle William. Saya juga berdoa agar Tuhan memakai pemuda yang rendah hati ini.  Berkali kali saya katakan “Tuhan selalu memberikan karunia untuk mendapatkan, kepada mereka yang gemar memberikan”  Dia mengaminkan apa yang saya katakan. Saya juga memberikan awasan kepadanya. “Don’t forget to give all the glory and honor to God, and make yourself zero.” Jangan lupa kembalika semua kemuliaan dan hormat kepada Tuhan dan jagalan sikap “saya tidak ada apa apanya, semua itu adalah kasih karunia dari Tuhan.”  Kalimat terakhir yang dia ucapkan sangat menyentuh hati saya: ” Pak Paulus, pertemuan saya dengan anda bukanlah sebuah kebetulan tetapi ada dalam rencana Tuhan.” Please come back to Enid city  I love to have you”

Selama di dalam pesawat menuju kota Naples, Florida saya bersyukur kepada Tuhan bisa menjadi berkat bagi seorang pengusaha yang cinta Tuhan. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Pertemuan saya dengan Kyle William berbuntut panjang. Yang jelas Kyle dan para managernya akan datang ke Bali tahun ini dan membantu pelayanan yang kami lakukan. My friend is my wealth……..thank you Jesus for Kyle William.

Bookmark and Share

16 Jan, 2010

Menemukan Makna Dalam Panggilan Hidup

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

Saya masih ingat ketika seorang konsultan keuangan datang ke kantor lama di jalan Gatsu Timur 486 Denpasar. Siang itu saya benar benar terkejut dengan kehadiran James Wright. Saya terkejut bukan karena kekayaanya atau keahliannya dalam memberi nasehat kepada pelangannya. Yang membuat saya terkejut adalah keinginannya yang ia sampaikan sambil meneteskan airmata. Ia tidak menginginkan kekayaan karena sudah kaya. James juga tidak mendambakan gelar dan kedudukan karena sudah memilikinya. James Wright dalam umurnya yang sudah senja, masih belum menemukan makna kehidupan, itulah yang membuat saya bertanya tanya. Ternyata masih ada orang yang telah meraih segala yang diinginkan di masa mudanya, namun masih merasa kosong dan tidak berguna.

Perasaan kosong dan tidak berguna tidak hanya dimiliki oleh James, ada jutaan manusia di dunia ini yang menganggap dirinya sukses atau dianggap sukses oleh koleganya, disanjung oleh banyak orang, namun masih merasa kosong dan hidupnya tidak bermakna. Tidak heran jika John Maxwell menulis buku “From Success to Significant”.  Saya masih ingat lagu anak anak yang menceritakan tentang keinginan anak anak ” Susan,  susan… besok gedhe mau jadi apa? Aku kepingin pinter biar jadi dokter.” Sahut Susan.   Tanyakanlah pada Susan, jika ia sudah menjadi Doker terus mau apa? Sukses bukanlah sebuah titik pencapaian, sukses yang sejati adalah proses. Definisi sukses yang baik adalah “menemukan tujuan hidup, memaksimalkan karunia dan menebar kebaikan kepada sesama. Dan ini berarti setiap hari kita punya kesempatan untuk mengukir sukses hingga Tuhan mengatakan “well done” - sabaslah hamba Ku yang baik.

Untuk bisa menemukan tujuan hidup kita harus memulai dengan pertanyaan dari mana asal kehidupan. Kalau kita mengaku bahwa hidup dimulai dari Tuhan dan akan berakhir pada Tuhan, maka sukses dalam kehidupan sangat berkaitan dengan apa panggilan hidup kita. Menemukan panggilan hidup merupakan sebuah langkah bijaksana yang membahagiakan. Yakobus pernah mengajukan pertanyaan kepada jemaat “Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yag muncul kemudian lenyap.”

Menemukan panggilan hidup memang tidak mudah. Itulah sebabnya banyak orang masih mengajukan pertanyaan “untuk apa aku dilahirkan?” Pada umumnya manusia melakukan sesuatu karena tiga alasan. 1. Melakukan sesuatu karena cari makan. 2 Melakukan sesuatu karena cari nama. 3 Melakukan sesuatu karena panggilan hidup. Dari ketiga alasan di atas, yang paling menonjol adalah alasan satu dan dua. Jika anda melakukan sesuatu dalam keseharian hanya untuk cari makan dan nama, maka anda akan memiliki nasib yang sama dengan teman saya James Wright. MUngkin anda sudah mendapatkan nama, kedudukan dan kecukupan namun tetap masih merasa hampa dan tidak berguna. Lakukanlah dua hal berikut ini: 1. Maksimalkan karunia dan potensi anda. 2 Gunakanlah ssemua potensi dan apa yang anda miliki untuk kebaikan. Makna hidup ditemukan saat anda bisa membuat orang lain bermakna. Kebahagiaan hidup akan menjadi miliki anda ketika anda bisa membuat orang lain bahagia. Selamat mencoba.

Bookmark and Share

Categories

 

March 2010
S M T W T F S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS KATA BIJAK

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

TULIS KESAKSIAN ANDA

Jika anda diberkati melalui program Making Life Better, tulis kesaksian anda untuk memberkati pendengar MLB di seluruh Indonesia.

Choose Your Language


 

.

Miliki CD nya Sekarang Juga

Making Life Better adalah program radio berdurasi 15 menit yang membahas masalah masalah keseharian yang terjadi dalam kehidupan. Dalam program ini juga ada kesaksian kesaksian pendengar yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Sudah ada jutaan pendengar yang diberkati oleh program ini. Anda bisa mendengarkan program ini di Radio Jaringan Dian Mandiri yang tersebar diseluruh Indonesia. Program ini juga disiarkan oleh HCJB World Radio Australia dan BIBLE VOICE di Libanon

Menemukan Hidup Yang Berarti Malapetaka Selingkuh
Judul Buku Judul Buku

 
JUMPA PENDENGAR DI ALOR. Direncanakan akan diadakan acara JUMPA PENDENGAR di Kalabahi Alor pada Bulan Agustus tanggal 29. Kami mengundang semua sahabat yang berada di Alor untuk menghadiri acara tersebut. RDM Alor telah menjadi berkat bagi para sahabat kita di pulau kenari ini.
     
 
Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada anda yang sedang berulang tahun hari ini. Kiranya berkat Tuhan akan menyertai anda.



DAPATKAN BUKUNYA SEGERA

Kalahkan Khawatir Dengan 5B (Rp. 30.000) Kuasa Melakukan Kebaikan (Rp. 30.000) Salon Kecantikan Jiwa (Rp. 30.000) PESAN LEWAT EMAIL DI: INFO@PAULUSWIRATNO.COM

FACEBOOK

Subscribe

BERLANGGANGAN KATA BIJAK

Anda bisa berlangganan kata bijak dengan mengetik: REG NASEHAT Kirim 9333