26 Aug, 2010

KUASA FIRMAN TUHAN

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Cerita

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”
(
Matius 7:24)

Tak diragukan lagi, ada sebuah kekuatan luar biasa di dalam pengetahuan akan firman Tuhan yang memberkati kita. Tuhan memberikan sebuah ilustrasi mengenai pengetahuan akan firman-Nya ini, yaitu perumpamaan tentang dua orang yang memiliki banyak persamaan, tetapi berbeda dalam hal membangun rumah mereka. Yang seorang sangat bijaksana dan memilih sebuah fondasi yang kokoh untuk membangun rumahnya. Ia juga melakukan tindakan antisipasi yang penting, yang akan membantunya menghadapi cuaca buruk. Sedangkan seorang yang lainnya tidaklah bijaksana, dan tidak mempertimbangkan hal-hal di masa mendatang. Ia tidak berhati-hati dalam memilih tanah di mana ia membangun rumahnya.

Mereka berdua mengalami ujian yang sama: angin, hujan dan banjir. Orang yang bijaksana telah cukup mempersiapkan dirinya untuk menghadapi semua hal yang terburuk. Oleh karena itu, ia tidak takut bencana, karena rumahnya akan mampu bertahan. Tetapi orang yang bodoh bertindak sembrono, tidak melakukan antisipasi dan akhirnya terkejut melihat kehancuran yang ia alami. Ia menyaksikan semua yang telah ia bangun selama bertahun-tahun akhirnya runtuh dalam sekejap.

Setiap orang memiliki hikmat atau kebodohan dalam keputusannya. Kesempatan yang dimiliki Adam juga diberikan kepada Yesus, dan kepada kita juga. Kita mau menjadi seperti apa, menjadi bijaksana atau menjadi bodoh, tergantung pada keputusan kita masing-masing. Di masa krisis, satu-satunya yang dapat melindungi kehidupan seseorang adalah dengan melekat kepada firman Tuhan yang telah diberikan kepadanya.

Ketika Allah memilih bangsa Israel untuk beribadah kepada-Nya, keselamatan secara eksklusif melingkupi bangsa itu dan keturunannya. Namun sejak Yesus datang ke bumi untuk menggantikan tempat kita, sejak saat itu keselamatan tersedia bagi setiap orang dari setiap ras, suku dan bangsa, sebab Kristus telah meruntuhkan tembok pemisah. Berulangkali Tuhan menyerukan kepada umat-Nya untuk mendengarkan firman-Nya. Rasul Yakobus berkata, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22). Andai saja Adam dan Hawa dapat memelihara firman Tuhan di dalam hati mereka, ketika mereka masih tinggal di taman Eden, tentu mereka tidak akan pernah memercayai dusta Iblis. Itulah sebabnya Yakobus menegaskan kembali bahwa jika kita hanya mendengar firman Tuhan tanpa melakukan firman-Nya itu, maka kita hanya menipu diri sendiri.

Seorang murid Kristus sejati akan terus-menerus membuktikan bahwa ia tinggal di dalam firman-Nya. Firman-Nya menjadi sebuah batu karang yang kokoh bagi jiwanya, dan menjadi sebuah sokoguru yang menopangnya di masa-masa pencobaan. Firman Tuhan memberikan stabilitas yang sejati bagi hidupnya. Pesan yang diberikan Musa kepada bangsa Israel menekankan ketaatan kepada firman Allah, ketika ia berkata, “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu” (Ulangan 22:1, 2).

Nabi Yesaya berkata, “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Yesaya 40:8). Alkitab berisi fondasi dan pengajaran yang mendasar di mana orang yang percaya kepada Kristus, Gunung Batu yang Kekal itu, membangun imannya. Alkitab merupakan buku pedoman bagi kehidupan orang Kristen. Melalui Alkitab kita menerima perintah, senjata dan strategi bagaimana menghadapi peperangan rohani, yang tidak akan pernah terpisahkan dari kehidupan orang Kristen.

“Hanya ada satu sungai yang mengalir dari takhta Allah; yaitu kasih karunia Roh Kudus. Kasih karunia Roh Kudus ini tersimpan di dalam Alkitab, dan menjadi sungai dari Alkitab; yang mengalir dari dua buah anak sungai, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Di setiap anak sungai itu terdapat sebatang pohon; yaitu Kristus.” (Santo Jerome)

Seluruh bagian Alkitab diinspirasikan oleh iman anak-anak Allah. Puji Tuhan, melalui orang-orang yang kudus dan sederhana, kita menerima pewahyuan firman Allah. Orang-orang ini mengetahui bahwa apa yang mereka tulis akan memberikan tuntunan rohani bagi generasi selanjutnya. Jika kita menghilangkan kata “iman” dari Alkitab, maka Alkitab akan menjadi tidak bernilai. Elemen imanlah yang membuat Alkitab menjadi sebuah kitab yang berbeda dari kitab-kitab lainnya. Semua yang dimiliki Allah telah dimanifestasikan di dalam pribadi Yesus Kristus. Dia adalah Firman yang menjadi manusia. Itulah sebabnya Yohanes menulis, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia” (Yohanes 1:4).

Seorang Yahudi dari Aleksandria percaya bahwa “logos” merupakan sesuatu yang paling awal keberadaannya. Itu merupakan sarana yang Allah gunakan untuk membentuk semua ciptaan. “Logos” merupakan pikiran Allah yang menakjubkan atas dunia ini. Yesus merupakan firman Allah yang kekal. Rasul Paulus mengungkapkan seperti ini, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan… Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia (Kolose 1:15, 17).

Allah yang tidak kelihatan memanifestasikan diri-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus. Dia memiliki semua atribut yang setingkat dengan Allah Bapa. Itulah sebabnya setiap perkataan yang Yesus ucapkan memiliki kuasa dan terjadi seperti apa yang Dia firmankan. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia” (Kolose 1:19). Melalui firman-Nya, Yesus membangkitkan Lazarus yang telah mati empat hari lamanya. Dialah yang telah menginspirasikan dan memberikan hidup kepada Firman yang mentransformasikan segala sesuatu. Roh Allah yang sama, yang berdiam di dalam Kristus, kini berdiam di dalam kita.

Bookmark and Share

02 Aug, 2010

KUASA KEBAIKAN

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

 

“Memang baik jadi orang penting, tetapi jauh lebih penting jadi orang baik”

Salah satu kalimat bijak yang sangat memberkati adalah sebagai berikut “Memang baik jadi orang penting, tetapi jauh lebih penting menjadi orang baik.” Untuk beberapa bulan kalimat itu menjadi perenungan yang telah melahirkan khotbah yang memberkati banyak orang. Saat ini bahkan saya sedang menulis buku tentang kuasa kebaikan, yang diinspirasikan oleh kata bijak tersebut. Entah kenapa kalimat itu  begitu menggelitik dan menggangu nurani saya.

Setelah saya merenung, memang saya mengakui bahwa terlalu banyak orang yang berlomba lomba ingin menjadi orang penting. Ada yang terobsesi menjadi gubernur, bupati, ketua partai, ketua sinode, manager bank atau ketua RT. Ujung ujungnya adalah mendapatkan kedudukan atau jabatan untuk memuaskan dahaga ego manusia yaitu ingin dianggap penting. Tidak segan segan mereka ini kadang kadang berpura pura baik atau menjanjikan kebaikan kepada mereka yang memilih atau mencoblos namanya. Yang lebih parah lagi, ada yang berani menggunakan cara cara yang tidak baik demi menjadi orang yang penting. Sayangnya setelah mereka menjadi orang penting, kadang kadang lupa janji kebaikannya. Yah… namanya juga manusia. Paling pintar berjanji, dan sulit merealisasikan janji menjadi kenyataan karena disibukan dengan kegiatan kegiatan untuk menjaga kedudukannya supaya tidak direbut atau dilengserkan.

Ada kabar baik bagi mereka yang gemar berbuat baik. Ternyata untuk berbuat baik, tidak mesti harus jadi orang penting dulu. Saat ini juga kita bisa menjadi orang baik dengan melakukan hal hal yang kecil yang bisa meringankan beban orang lain. Coba saja keluar dari rumah dan lihatlah tetanggamu yang sedang membutuhkan kata dorongan atau senyuman Anda. Untuk tersenyum, tidak perlu merogoh kocek atau mengeluarkan keringat. Tetapi senyum Anda bisa memberkati orang yang sedang memerlukannya. Siapa tahu senyum Anda adalah satu satunya senyum yang pernah diterima orang itu selama hidupnya. Pokonya yang namanya berbuat baik itu memang tidak ada ruginya.

Di dunia ini hanya ada dua kelompok manusia, yaitu manusia yang sedang membutuhkan kebaikan dari orang lain, dan manusia yang sedang menunggu kesempatan untuk bisa berbuat baik. Kalau bisa kita menjadi kelompok yang kedua. Karena berbuat baik itu sangat membahagiakan. Dari semua pelayanan yang saya lakukan, yang paling memberikan kebahagiaan adalah melihat anak anak yatim piatu yang hidupnya diubahkan dan memiliki masa depan. Setiap kali saya mengunjungi anak anak panti, hati saya selalu bahagia dan ada energi hidup yang tidak bisa digambarkan. Itulah sebabnya saya suka  dengan ayat Firman Tuhan yang ada dalam Mazmur 41:1-3.

  “…Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.”

 

Bookmark and Share

15 May, 2010

MENGUBAH KUTUK MENJADI BERKA

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel

Banyak orang percaya ingin melayani Tuhan, namun mereka merasa tidak layak, karena masih ada kekuatan jahat yang bekerja memengaruhi mereka dan berusaha menjauhkan mereka dari firman Allah. Apa yang dialami keluarga saya, sementara kami menerima pewahyuan tentang Salib, adalah bahwa setiap belenggu yang berusaha mengikat kami telah dipatahkan dan pengaruh jahat telah dilenyapkan.

Seandainya kita dapat menangkap sebagian saja dari apa yang terjadi di Kalvari, kita akan melihat Yesus tergantung di kayu dalam penderitaan, menanggung luka yang tak terbayangkan, semuanya karena kasih-Nya bagi kita dan kerinduan-Nya untuk membebaskan kita.

Umat-Nya sendiri telah menolak-Nya; sebagian besar murid-murid-Nya telah meninggalkan Dia; dan ketika Dia berseru memanggil Bapa-Nya mengharapkan belas kasihan, Bapa-Nya pun memalingkan wajah dari-Nya. Semuanya ini harus terjadi karena Yesus menggantikan tempat kita dan menanggung semua dosa kita di atas kayu Salib. Dengan kerelaan hati dan atas dasar kasih-Nya yang besar, Dia memilih untuk menanggung dosa-dosa dan pemberontakan kita di pundak-Nya, guna menyelamatkan kita dari kematian kekal. Dia begitu rindu menebus kita, membawa kesatuan di antara kita, dan menyatukan kita dengan-Nya.

Dia tergantung di kayu Salib selama beberapa jam. Usaha-Nya untuk menghirup udara bahkan merupakan perjuangan yang luar biasa, sebab Dia harus mendorong diri-Nya ke atas sementara kaki-Nya ditancapkan ke kayu Salib. Rasa sakit yang timbul dari luka di kaki-Nya itu sungguh luar biasa. Dia mengalami demam yang luar biasa, yang disebabkan oleh infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh-Nya. Darah-Nya menetes ke tanah. Kekuatan-Nya semakin habis. Namun Dia tetap bertahan di kayu Salib selama beberapa jam, sampai karya penebusan-Nya Dia genapi. Gambaran tentang penyaliban ini harus terus-menerus ada di dalam pikiran kita, supaya kita dapat memahami fakta bahwa Tuhan Yesus telah menghancurkan semua pelanggaran dan pemberontakan kita selamanya di kayu Salib.

Ketika kita menerima pewahyuan ini, suatu perubahan yang luar biasa pun terjadi. Segala sesuatu yang buruk di dalam diri kita dan tentang diri kita telah dipakukan di kayu Salib! Allah telah melepaskan kita dari karakter kita yang lama, yang ditandai dengan pemberontakan dan dosa, dan menaruhnya pada tubuh Anak-Nya Yesus Kristus. Dengan memberikan-Nya semua karakter kita yang lama, kita dapat menerima segala sesuatu yang indah dari karakter-Nya yang mulia. Dan kita pun akan menjadi seperti Dia sementara kita hidup di bumi ini. Paulus memahami pewahyuan ini dengan jelas, itulah sebabnya ia berkata, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:20).

Bookmark and Share

11 Apr, 2010

WASPADAI MOTIVASI ANDA

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel

Beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan Peter  (nama samaran). Sudah lama saya berteman dengan pria yang tergolong tajir, pintar dan cinta pekerjaan Tuhan. Selain menjadi CEO perusahaan internasional, ia juga seorang bapak yang baik untuk ketiga anaknya yang menginjak dewasa.  Persahabatan saya dengan Peter memang sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun, itulah sebabnya kami berani saling terbuka. Namun kehadiran Peter kali ini membuat pertemuan menjadi sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Biasanya dia bersemangat, ceria dan penuh senyum, namun kali ini wajahnya sedikit kusam, sorot matanya seperti orang yang tertekan. Tidak heran jika diakhir pembicaraan dia minta didoakan. Terus terang saja saya sangat terkejut ketika Peter menyebutkan bahwa istrinya minta cerai.

Saya tidak menyangka jika sahabat saya yang sangat religious ini punya persoalan rumah tangga yang serius. Sebagai sahabat saya langsung mengajukan pertanyaan “Apa yang membuat Jeny minta diceraikan?” Dengan tatapan mata yang berlinang Peter mengatakan :”Ini semua adalah kesalahan saya. Selama ini saya mengejar karir, harta dan kedudukan, tetapi saya kurang memperhatikan kebutuhan emosi istri saya. Saya kurang waktu kebersamaan dengan Jeny.” Sambil menelan ludah dan menghapus airmatanya Peter melanjutkan “Saya sangat malu dengan Tuhan dan anak anak saya.”

“Apakah masih ada kemungkinan untuk diselamatkan?” Sambut saya sambil mengulurkan kertas tisue. “Saya perlu pertolongan Tuhan, karena hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan rumah tangga saya.”

Dengan penuh belas kasihan saya mengajukan pertanyaan kepada Peter:”Seandainya hidupmu diputar kembali dari awal, perubahan apa yang akan kamu lakukan sehingga hubungan pernikahanmu tidak seperti ini?”

“Saya tidak akan menghabiskan waktu untuk karir dan mencari uang semata. Saya akan meluangkan waktu lebih banyak dengan istri dan anak anak saya.” Katanya sambil menghapus airmata.

“Apa yang membuat kamu terobsesi dengan karir, setahu saya kamu menjadi CEO di dua perusahaan dalam waktu yang bersamaan. Bukankah satu saja sudah cukup?”

“Saya ingin membuktikan kepada orang tua dan saudara saudaraku bahwa yang namanya Peter tidak seperti yang mereka pikirkan. Waktu kecil mereka suka melecehkan aku. Bapak juga sering menghina aku sebagai anak yang bodoh dan tidak berguna.”

Ketika saya mendengar kalimat itu saya langsung menebak, kalau Peter punya masalah penolakan yang belum diselesaikan. Selama ini dia mngejar karir dengan motivasi yang salah hingga berani mengorbankan hubungan pernikahannya. Ternyata banyak pria yang ingin mendongkrak identitas dirinya dengan pencapaian lanataran pernah mengalamai penolakan. Dalam tahun ini saja saya berjumpa dengan tiga pria yang memiliki masalah seperti Peter. Mereka adalah orang kaya, dan sukses menurut ukuran dunia yang materialistis ini, namun sayang mereka belum menemukan makna hidup yang sesungguhnya.

Kekuarga adalah aset hidup yang tidak bisa dibayar dengan harta kekayaan. Oleh karena itu marilah kita menjaganya dengan sungguh hati. Jangan hanya demi sesuatu yang bersifat sementara kita korbankan susuatu yang lebih berharga. Marilah kita wariskan nilai kehidupan untuk anak anak kita sehingga kelak mereka akan menjadi pribadi yang matang, dewasa dan bisa menjadi terang dunia. Dan ingatlah nasehat orang tua kita yang mengatakan bahwa hadiah yang terbaik yang bisa kita berikan untuk anak dan istri kita adalah waktu-waktu kebersamaan dengan orang yang paling dekat dalam kehidupan ini-yaitu anak dan istri. Selamat mencoba.

Bookmark and Share

12 Feb, 2010

In God We Trust

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Renungan

Your true Life is With God

“Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.” (Keluaran 16:35).

Kitab Keluaran pasal 16 mengisahkan pelajaran yang sangat penting bagi umat manusia, khususnya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan. El Shaddai merupakan sebutan Allah Jehovah yang berate He is more than enough atau Sang Penyedia kebutuhan kita. Apapun yang menjadi keperluan umatnya Allah akan selalu memenuhinya. Sebelum Allah menciptakan manusia, Ia lebih dahulu menciptakan semua yang diperlukan manusia. Allah menciptakan matahari yang bisa menghangatkan tubuh, diciptakanNya semua tumbuhan dan ikan serta binatang di darat untuk makan. Ketika manusia merasa kesepian Ia menciptakan teman yang sepadan.  Itulah sebabnya tidak heran jika Jehovah menciptakan mana untuk umat Nya selama 40 tahun sampai mereka tiba di Tanah Perjanjian

Namun yang namanya manusia memang kadang kurang berterima kasih,  orang Amerika bilang take it for granted. Ketika kekurangan, mereka berdoa sampai meneteskan airmata. Tidak henti hentinya mereka tirakat atau tawakal sambil menyebut nama Allah. Doa berantai dinaikan memohon kelimpahan. Giliran hidup mereka serba kecukupan bahkan berkelebihan, mereka melupakan Tuhan.

Pagi ini saya meninggalkan Amerika dengan perenungan tentang kata kata sahabat saya yang mengatakan bahwa Amerika perlu Tuhan. Kalimat Pdt. John Hagee terngiang ngiang di telinga saya ”Negara Amerika telah membuang Tuhan dalam berbagai aspek.” Kelimpahan materi telah membutakan mata banyak orang. Mereka mengantikan Tuhan dengan harta benda. Oleh sebab itu mereka tidak segan segan melanggar Firman Tuhan dalam rangka mengumpulkan harta benda. Mereka tidak lagi percaya slogan yang tertulis di lembaran uang mereka yang mengatakan ”In God We Trust”, tetapi sebaliknya ”in money we trust”. Akibatnya ketika krisis keungan melanda Amerika dua tahun yang lalu, banyak dari mereka yang kehilangan pegangan. Saya melihat sendiri di sebuah Televisi, disiarkan seorang Ayah yang tega membuhun istri dan ketiga anaknya gara gara kehilangan rumah dan pekerjaan. Tragis dan meprihatinkan.

Ada persamaan antara umat Israel di padang gurun dengan orang orang materialistis. Yaitu mereka lebih mengandalkan apa yang bisa dilihat dan diraba. Mereka berseru memohon berkat Tuhan ketika mengalami kekuarangan materi. Giliran mereka sudah hidup diberkati dengan kelimpahan, mereka membuang Tuhan, dan menjadikan materi sebagai sesembahan mereka. Apa yang terjadi jika manusia sudah membuang Tuhan? Allah akan membuang ilah atau patung patung mereka. Allah tidak mau di madu karena dia memang cemburu. Gaya hidup materialistis yang telah membuang Tuhan, akan berakhir dengan tragis dan penderitaan. Ingatlah Sodom dan Gomora?

Bookmark and Share

Categories

 

September 2010
S M T W T F S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RSS KATA BIJAK

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

TULIS KESAKSIAN ANDA

Jika anda diberkati melalui program Making Life Better, tulis kesaksian anda untuk memberkati pendengar MLB di seluruh Indonesia.

Choose Your Language


 

.

Miliki CD nya Sekarang Juga

Making Life Better adalah program radio berdurasi 15 menit yang membahas masalah masalah keseharian yang terjadi dalam kehidupan. Dalam program ini juga ada kesaksian kesaksian pendengar yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Sudah ada jutaan pendengar yang diberkati oleh program ini. Anda bisa mendengarkan program ini di Radio Jaringan Dian Mandiri yang tersebar diseluruh Indonesia. Program ini juga disiarkan oleh HCJB World Radio Australia dan BIBLE VOICE di Libanon

Menemukan Hidup Yang Berarti Malapetaka Selingkuh
Judul Buku Judul Buku

 
JUMPA PENDENGAR DI ALOR. Direncanakan akan diadakan acara JUMPA PENDENGAR di Kalabahi Alor pada Bulan Agustus tanggal 29. Kami mengundang semua sahabat yang berada di Alor untuk menghadiri acara tersebut. RDM Alor telah menjadi berkat bagi para sahabat kita di pulau kenari ini.
     
 
Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada anda yang sedang berulang tahun hari ini. Kiranya berkat Tuhan akan menyertai anda.



DAPATKAN BUKUNYA SEGERA

Kalahkan Khawatir Dengan 5B (Rp. 30.000) Kuasa Melakukan Kebaikan (Rp. 30.000) Salon Kecantikan Jiwa (Rp. 30.000) PESAN LEWAT EMAIL DI: INFO@PAULUSWIRATNO.COM

FACEBOOK

Subscribe

BERLANGGANGAN KATA BIJAK

Anda bisa berlangganan kata bijak dengan mengetik: REG NASEHAT Kirim 9333