29 Jun, 2009

KEBODOHAN YANG BISA MERUSAK CINTA

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel

Selama dua puluh satu tahun pernikahan, saya telah belajar banyak hal sebagai seorang suami. Proses pembelajaran itu ada yang manis dan ada yang pahit. Jika anda mempunyai pergumulan dalam berperan sebagai seorang suami, anda tidak sendiri. Masih banyak sahabat kita yang sedang dan akan terus bergumul untuk menjadi suami yang baik. Kita semua punya masalah yang sama, yaitu tidak pernah kuliah dengan ambil jurusan “persuamian”. Akibatnya kita belajar sambil berjalan. 

Berikut ini adalah beberapa pelajaran yang telah saya dapatkan sambil menjalani peran saya sebagai suami dari istri yang saya cintai. Harapan saya, dengan membaca blog ini anda tidak harus belajar selama 21 tahun untuk menemukan kebenaran yang bisa menolong kita menjadi suami yang baik bagi istri dan ayah yang bijak bagi anak anak kita. 

 

JANGAN PERNAH MENDOPMLENG KEBAHAGIAAN DARI PERNIKAHAN                                                          

Jika anda berfikir bahwa hidup anda akan  bahagia setelah menikah dengan wanita idaman anda, maka anda akan kecewa. Inilah hukum kebahagiaan dalam pernikahan: “Pernikahan yang bahagia terdiri dari dua pribadi yang bahagia”. Jika anda sebagai pribadi sudah tidak bahagia, nampaknya anda akan mengalami kesulitan untuk membahagiakan orang lain. Jika anda mengalami defisit sukacita, maka anda akan cenderung menjadi pribadi yang muram. Menuntut istri utuk selalu bisa membahagiakan anda, bisa berujung pertengkaran, dan kekecewaan. “ANDA TIDAK MUNGKIN MEMBERIKAN APA YANG ANDA TIDAK MILIKI” Banyak ketidak bahagiaan bersumber dari kepahitan hidup. Ingatlah kalimat ini “orang yang masih terluka batinnya, cenderung melukai orang lain.”

JANGAN PERNAH MEREMEHKAN MASALAH CITRA DIRI YANG RUSAK.

Seorang suami yang masih punya masalah dengan gambar diri yang rusak, perlu segera ikut konseling dan mengalami pemulihan. Jika anda masih bermasalah dengan rasa percaya diri, ketahuilah bahwa sikap kurang percaya diri itu bisa berdampak dalam segala bidang kehidupan anda termasuk “pernikahan”. Suami yang rendah diri, sulit mengambil keputusan. Dalam situasi yang serius, ini bisa menjadi awal percekcokan….(BERSAMBUNG..) 

 

 

24 Jun, 2009

ANTARA ORANG BIJAK DAN ORANG BODOH

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel| Renungan

Orang bodoh terus mengejar kesenangan; orang arif selalu memikirkan kematian.  (Ecc 7:4 IBIS)

Salah satu perbedaan orang bijak dan orang bodoh menurut Salomo adalah tujuan hidup. Menemukan tujuan hidup adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Itulah sebabnya bukunya pak Rick Warren yang berjudul “Purpose Driven Life” begitu laris hingga menjadi Best Seller. Itu menunjukan betapa banyak manusia di dunia ini yang masih mencari cari tujuan hidupnya.

Waktu saya di bangku SMA, ada sebuah lagu yang pernah ngetop, bagian dari syair lagu itu adalah sebuah pertanyaan :”untuk apa aku dilahirkan?”. Tidak sedikit  yang masih mengajukan pertanyaan semacam itu. Waktu kecil kita tidak pernah mengajukan pertanyaan semacam itu. Pertanyaan itu justru datang ketika kita memasuki masa remaja atau dewasa.

Kalau kita mau bertanya kepada khalayak ramai tentang tujuan hidup, mungkin jawaban mereka masuk dalam empat katagori ini: kekayaan, kedudukan, popularitas dan kenikmatan. Ketika ibu bertanya “kalau kamu besar, kamu mau jadi apa?” Saat itu di benak ibu pasti mengharapkan anaknya akan menjawab :”saya ingin jadi dokter, guru, atau insinyur.” Biasanya jawaban itu akan melegakan pikiran orang tua. Jawaban itu masuk dalam kategori “kedudukan atau popularitas.’’

Coba bayangkan kalau anak anda tiba tiba datang dan berkata :”Mama, saya tidak mau menjadi dokter, saya pingin jadi koruptor saja. Enak kerjanya tinggal duduk dan utak atik angka sudah bisa mengeruk kekayaan.” Permintaan itu bisa membuat ibu anda marah atau pingsan. Ibu anda akan kaget dan bertanya:”Darimana kamu dapat pikiran jahat macam itu? Koruptor itu kerjaannya maling uang rakyat, hukumannya berat. Apa sih senangnya jadi koruptor?”

Untuk anda yang sedang bingung memilih mau jadi “dokter” atau “koruptor”, sebaiknya anda memperhatikan apa yang dikatakan oleh orang paling bijksana dalam sepanjang sejarah manusia. “Orang bodoh terus mengejar kesenangan; orang arif selalu memikirkan kematian.  (Ecc 7:4 IBIS)”  Mengejar kesenangan duniawi semata, bisa membahayakan perjalanan hidup. Perjalanan hidup tidak selamanya menyenangkan. Kadang kadang kita harus menghadapi tikungan atau tanjakan. Ada banyak rintangan yang harus kita lalui. Bagi mereka yang hanya mencari kesenangan, biasanya tidak akan tahan menghadapi kesulitan.

Orang orang yang tidak siap menghadapi tikungan dalam kehidupan, biasanya akan selalu mencari jalan pintas supaya tetap senang ditengah kesulitan. Narkoba menjadi tempat pelarian sementara supaya tetap enjoy sekaligus nge fly. Orang orang ini tidak berani menghadapi kenyataan, mereka terbiasa hidup dalam fantasy. Para pencari kenikmatan hidup, terkadang menghalalkan segala macam cara. Mereka tidak menyadari bahwa sementara mereka bersenang senang, ada pihak lain yang meneteska airmata.

Berapa banyak para hidung belang yang suka mengumbar nafsu dan telah meninggalkan penderitaan. Perbudakan seks, aborsi, HIV AIDS dan penjualan anak adalah dampak dari perburuhan kenikmatan seksual yang telah menjadi komoditi hidup. Mereka mereka yang menuai kenikmatan, tidak pernah merasakan bagaimana nasib menjadi seorang bayi yang dibuang di tempat sampah atau diselokan? Pokoknya yang namanya pengejaran kenikmatan seringkali meninggalkan penderitaan pada piak yang lain.

Oleh karena itu marilah menjadi orang yang arif. Orang yang bijak telah membiasakan diri dengan sikap “always begin with the end in mind”. Mereka memikirkan “apa jadinya nanti jika”. Apa jadinya jika saya menindas orang miskin? Apa jadinya jika saya menabrak norma agama? Apa akibatnya jika saya mengkhianati cinta istriku yang setia?

 

Selalu melihat hasil akhir, adalah sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Termasuk memikirkan bagaimana kita akan mengakhiri perjalanan hidup ini. “Lebih baik akhir suatu perkara daripada permulaannya; lebih baik bersabar daripada terlalu bangga.”  (Ecc 7:8 IBIS) Banyak yang memulai dengan cemerlang, namun mengakhiri dengan buruk. Bagi seorang pelari maranathon, yang penting bukanlah saat memulai di garis start, tetapi bagaimana bisa mengakhiri di garis finish.  Yang jelas  saya ingin sekali mengakhiri hidup sengan kondisi sangat baik seperti ucapan rasul Paulus “Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis finish”. START GOOD, STAY STRONG AND FINISH WELL. 

 

Tags: , ,

17 Jun, 2009

HATI YANG BAIK

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel

 

 

HATI YANG BAIK

“If you haven’t any charity in your heart, you have the worst kind of heart trouble.  ~Bob Hope
 Jika di dalam hati anda tidak ada niat untuk melakukan kebaikan, kemungkinan besar anda memiliki persoalan hati yang paling buruk.”

Saya setuju dengan perkataan yang mengatakan bahwa seburuk buruknya orang pasti ada kebaikannya, dan sebaik baiknya orang pasti ada keburukannya.  Manusia lahir dengan benih ilahi dalam DNAnya. Karena manusia diciptakan menurut gambar dan teladan Allah. Inilah yang membedakan manusia dengan ciptaan yang lainya. Pada waktu Allah selesai menciptakan makluk yang lain di atas bumi ini semuanya sangat baik namun ketika Ia selesai menciptakan manusia, Allah sendiri mengatakan bahwa kondisi manusia sungguh amat sangat baik.

Itulah sebabnya dari sononya memang manusia telah membawa benih kebaikan. Manusia itu telah diptakan dengan kodrat yang baik supaya bisa berbuat baik.Allah sang pencipta sering disebut sebagai  Yang Maha Baik. Dan sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Baik, kita juga dituntut untuk bisa menjadi agen kebaikan di atas bumi.  Itulah sebabnya Allah selalu memberikan hadiah kepada mereka yang berbuat baik dan marah kepada mereka yang berbuat jahat

Alasanaya memang masuk akal, dimana ada umat manusia disitulah diperlukan kebaikan. Selalu ada dua kelompok manusia, yaitu kelompok yang memerlukan kebaikan dan kelompok yang ingin melakukan kebaikan.  Coba langkahkan kakimu seratus meter dari rumah dan pandang sekelilingmu. Berapa banyak orang yang membutuhkan  kebaikan saudara. si Munajat yang baru kena PHK, Si Made yang sakit tumor paru paru, Yakobus yang ditinggal selingkuh istrinya, Si Frankky yang baru keluar dari penjara. Belum lagi opa Martin yang terlantar dan oma Widaayati yang baru ditinggal mati suami.  Dan masih banyak yang lainnya yang tidak saya sebutkan.

Program televisi yang saya sukai berjudul TOLONG. Dalam program ini selalu dikisahkan seorang yang sedang benar benar membutuhkan kebaikan dari orang lain. Asda seorang ibu yang sedang membutuhkan uang untuk membayar sekolah anaknya. Uang yang diperlukan memang tidak  banyak, hanya dua puluh ribu rupiah. Dalam keadaan terjepit, sang ibu harus menjual kain jarit untuk bisa melunasi uang sekolah anaknya. Ternyata sang ibu harus bekerja keras lebih dari sembilan jam untuk menemukan orang baik hati yang mau menolong sesamanya yang sedang membutuhkan pertolongan.  Tidak semua orang mau menolong sesamanya. Alasannya sederhana, mereke sendiri masih memerlukan pertolongan.

Meskipun dalam diri setiap insan ada niat untuk berbuat baik, namun tidak setiap niat itu terlaksana menjadi tindakan kebaikan. Banyak orang yang sering berbicara tentang kebaikan dan bahkan mengajarkan kebaikan, tetapi giliran suruh berbuat baik, mereka selalu mencari alasan untuk menghindar. Para imam dan ahli kitab yang sedang menuju kota Yeriko tidak mau menolong orang malang yang sedang terkapar sekarat karena baru dirampok dan terluka.  Pengemis buta yang bernama Bertemius dimarahi oleh para murid ketika ia berteriak teriak minta pertolongan Tuhan Yesus. Di jaman sekarangpun kita bisa menjumpai orang orang yang tega memeras orang yang sedang mengalami nasib kurang baik, padahal mereka seharusnya menolong mereka yang lemah, yang tersisih dan yang kurang beruntung. Tidak sedikit manusia yang kelihatannya baik, namun  justru tega mengambil keuntungan dari kelemahan orang lain.

Nampaknya kita semua harus sering sering melakukan pengecekan hati. Masih adakah niat untuk berbuat baik kepada sesama? Masih adakah keinginan untuk menolong mereka yang sedang susah? Ketika niat berbuat baik dalam hati sudah mati, maka kita sedang memasuki wilayah kehidupan yang berbahaya. Alkitab mengajarkan bahwa semua yang baik berasal dari hati yang baik. Jadi ketika tidak ada lagi kehendak untuk berbuat baik, maka kemungkinan besar hati kita sedang mengalami persoalan sakit hati. Itu bisa disebabkan oleh kemarahan, putus asa, kekcewaan dan kepahitan yang lama tersimpan. Bagi Anda yang sedang mengalami hal ini, segeralah melakukan penyembuhan batin supaya bisa menikmati kehidupan. Anda diciptakan oleh Tuhan untuk berbuat baik. Ketidak mampuan melakukan kebaikan bisa mencuri potensi hidup anda.

Orang yang bahagia adalah mereka yang melakukan kebaikan.

 

 

15 Jun, 2009

JANGAN MENUKAR TUHAN

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Cerita

 

 

Belum pernah suatu bangsa menukarkan ilahnya sekali pun itu bukan Allah sesungguhnya. Tapi, umat-Ku telah menukar Aku, kebanggaan mereka dengan sesuatu yang tak dapat berbuat apa-apa.  Karena itu, hai langit, bergoncanglah! Tercengang dan gemetarlah!  Umat-Ku melakukan dua macam dosa: mereka membelakangi Aku, sumber air pemberi hidup bagi manusia; mereka membuat bagi dirinya kolam bocor yang tak dapat menahan airnya.”  (Jer 2:11-13 IBIS)

Kasus salah tukar memang sering terjadi dalam keseharian hidup ini. Dulu pernah ada masalah bayi yang tertukar di sebuah rumah sakit. Begitu serius dampaknya sampai masalahnya dibawa ke pengadilan. Memang ada kejadian salah tukar yang dianggap sepele, seperti sandal yang tertukar ketika pulang mengaji, atau baju, kaos seragam yang tertukar karena begitu mirip satu dengan yang lain. 

Kalau yang namanya “tertukar” berarti ada “ketidak sengajaan” dalam peristiwa itu. Lain halnya dengan orang yang sengaja menukar demi keuntungan. Beberapa kali dimuat di koran ada jemaah yang datang ke mesjid memakai sandal jepit, pulang memakai sepatu yang mahal harganya. 

Budaya tukar menukar memang sudah lama ada dalam kehidupan manusia. Dulu sebelum ada mata uang, masyarakat sering menukar barang dengan jasa atau barang dengan barang. Kebiasaan ini sering kita sebut dengan istilah “barter”. Dalam konteks kehidupan ekonomi, memang harus ada berter. Namun dalam konteks keyakinan, umat Israel memang pernah keterlaluan. Mereka pernah menukar Jehovah dengan ilah yang lain. Dalam hal ini. Allah sangat cemburu itulah sebabnya Ia bersabda “Jangan ada Allah lain dalam hidup kita.” Tindakan menukar Allah dengan materi, berhala atau uang merupakan tindakan yang berbahaya.

 

“Israel bukan hamba, bukan juga keturunan hamba sahaya. Tapi mengapa ia telah menjadi mangsa lawannya?  Musuhnya mengaum kepadanya seperti singa, tanahnya dijadikan tandus dan hampa, kota-kotanya habis dimakan api, dibiarkan terlantar tak berpenghuni.  Hai Israel, rambut kepalamu dipangkas oleh orang Memfis dan Tahpanhes.  (Jer 2:16 IBIS)

Kau sendiri yang menyebabkan semua yang terjadi pada dirimu, karena ketika kau Kutuntun di perjalanan, kau membelakangi Aku, TUHAN Allahmu.  (Jer 2:17 IBIS)

Ayat ayat di atas merupakan bentuk kemarahan Allah terhadap mereka yang telah menukar Allah atau membuang Allah. Adakah bangsa yang telah membuang Allahnya? Tentu saja ada. Salah seorang pembicara di sebuah seminar pernah mengatakan bahwa bangsa Amerika telah meninggalkan Tuhan yang dipercayayi oleh Founding Father mereka. Salah satu penyebabnya adalah semangat meterialisme. Materialise telah membuat manusia menukar Tuhan dengan harta benda. WASPADALAH

09 Jun, 2009

SEGERA TERBIT

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: news

Tiga judul buku seri Making Life Better akan segera terbit dalam bulan ini. Buku yang pertama berjudul MENGALAHKAN KEKHAWATIRAN DENGAN 5B. Bagi yang sedang dikuasi oleh kecemasan, saya mendorong sahabat untuk segera membaca buku ini. Tulisan dalam buku ini melengkapi program radio Making Life Better yang selama ini diiarkan. Harga buku ini Rp.25.000,-. Pesan sekarang lewat email: info@pauluswiratno.com atau sms. 

__________________________________________________________________________________________________

KUASA MELAKUKAN KEBAIKAN adalah judul buku yang kedua. Pada dasarnya buku ini membahas tentang panggilan kita sebagai agen kebaikan di dunia ini. Alkitab dengan gamblang mengajarkan pembacanya untuk menjadi pelaku kebaikan. Berkat Allah akan dilimpahkan bagi mereka yang menolong orang yang lemah. DAPATKAN BUKUNYA SEGERA.

 

 

Categories

 

July 2009
S M T W T F S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS KATA BIJAK

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

TULIS KESAKSIAN ANDA

Jika anda diberkati melalui program Making Life Better, tulis kesaksian anda untuk memberkati pendengar MLB di seluruh Indonesia.

 

.

Miliki CD nya Sekarang Juga

Making Life Better adalah program radio berdurasi 15 menit yang membahas masalah masalah keseharian yang terjadi dalam kehidupan. Dalam program ini juga ada kesaksian kesaksian pendengar yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Sudah ada jutaan pendengar yang diberkati oleh program ini. Anda bisa mendengarkan program ini di Radio Jaringan Dian Mandiri yang tersebar diseluruh Indonesia. Program ini juga disiarkan oleh HCJB World Radio Australia dan BIBLE VOICE di Libanon

Menemukan Hidup Yang Berarti Malapetaka Selingkuh
Judul Buku Judul Buku

 
JUMPA PENDENGAR DI ALOR. Direncanakan akan diadakan acara JUMPA PENDENGAR di Kalabahi Alor pada Bulan Agustus tanggal 29. Kami mengundang semua sahabat yang berada di Alor untuk menghadiri acara tersebut. RDM Alor telah menjadi berkat bagi para sahabat kita di pulau kenari ini.
     
 
Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada anda yang sedang berulang tahun hari ini. Kiranya berkat Tuhan akan menyertai anda.



DAPATKAN BUKUNYA SEGERA

Kalahkan Khawatir Dengan 5B (Rp. 30.000) Kuasa Melakukan Kebaikan (Rp. 30.000) PESAN LEWAT EMAIL DI: INFO@PAULUSWIRATNO.COM