Melalui rubrik ini, saya ingin menyaksikan kepada saudara saudara bagaimana pertolongan Tuhan yang saya rasakan tepatnya di thn 2007. pada awal january 2007 bagi saya pribadi merupakan tahun yang tdk mungkin saya lupakan sepanjang sejarah hidup saya. Pada bulan tsb kami menantikan kelahiran anak kami yang ke 4. pada saat itu sekitar jam 09.30 istri saya merasakan bahwa akan tiba waktu bersalin. segera kami berangkat ke seorang bidan yang letaknya tak jauh dr tempat tinggal kami di renon.
Sesampai disana, sang bidan langsung memeriksa istri saya dan beliau mengatakan bahwa kurang lebih 4 jam lagi istri saya akan melahirkan. Dan tepat kira kira jam 14.30, istri saya melahirkan seorang putri. Namun ketika bayi itu lahir alangkah kagetnya saya memandang anak saya itu. kulitnya mengelupas. menurut bidan anak kami seharusnya lahir tgl 26 desember 2006, dan kondisi anak kami itu di karenakan air ketuban sudah kering. Bahagia bercampur sedih. Namun saya hanya bs berdoa kepada Tuhan. Pada saat istri saya sudah di perbolehkan pulang, di sinilah letak masalahnya dan bagaimana Tuhan campur tangan. Ketika bidan menotal seluruh biaya persalinan plus obat obatan untk anak kami, jumlah yang di sodorkan mengejutkan saya. Rp.1.350.000. jumlah yang bagi kami terlalu besar, mengingat pada saat itu kami bekerja sbg buruh di sebuah pabrik roti dgn gaji Rp.155.000 per minggu. Tanpa banyak kata saya hanya bilang pada bidan bahwa nanti sekitar jam 19.00 saya akan datang, (tgl 03-01-2007). Saya pulang ke tempat kost, di dalam kamar saya berdoa minta tolong pada Tuhan. Saya menangis, saya bilang Tuhan, saya hanya pnya uang Rp.450.000, itupun tdk cukup. saya berusaha pinjam ke bos namun tdk di beri.Tolong saya Yesus. 2 jam menjelang jam 19.00. pertolongan Tuhan tdk kunjung datang. dgn putus asa mau tdk mau saya menjual tv saya seharga Rp.400.000. Dengan terus berdoa, sambil mengayuh sepeda dayung saya datang ke tempat bidan tersebut. Saya bicara apa adanya ttg keuangan saya saat itu. dgn tersenyum bu bidan itu ternyata mendiskon biayanya jauh sebelum saya datang ke bidan itu.








