Friendship is the hardest thing in the world to explain. It’s not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything.
Pro 17:9 Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib.
Pro 10:12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.
1Pe 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
DEFINISI PERSAHABATAN
1. An attachment to a person, proceeding from intimate acquaintance, and a reciprocation of kind offices, or from a favorable opinion of the amiable and respectable qualities of his mind. Friendship differs from benevolence, which is good will to mankind in general, and from that love which springs from animal appetite. True friendship is a noble and virtuous attachment, springing from a pure source, a respect for worth or amiable qualities. False friendship may subsist between bad men, as between thieves and pirates. This is a temporary attachment springing from interest, and may change in a moment to enmity and rancor.
NILA PERSAHABATAN
Saya pernah mendengar kalau sahabat bisa menambah sukacita dan mengurangi dukacita. Nampaknya kalimat itu memang benar, karena Nabi Soleman juga pernah menuliskan amsalnya yang berbunyi:
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” Ams 17:17 . Kebenaran kalimat itu terbukti manakala kita sedang menghadapi kesulitan hidup di rantau, ketika kita jauh dari sanak keluarga. Siapakah yang menjadi sandaran kita? Kepada siapa kita minta tolong? Siapa yang berada di sisi kita? Merekalah yang disebut sahabat. Mungkin mereka adalah tetangga dekat atau teman satu kantor. Mungkin mereka adalah orang yang baru kita kenal tiga bulan yang lalu sebagai tetangga satu kos kosan atau teman satu pelayanan. Yang jelas mereka melebihi saudara kandung atau handai taulan
Ingatan saya masih segar pada saat saya harus menghadapi kanker sinusitis di Singapura. Dalam situasi yang sangat berat, istri saya menerima sms yang bernada memojokan dan mengutuk. Tidak sedikit yang mengatakan sambil tersenyum:”Paulus Wiratno akan mati segera karena kena kutuk dari Tuhan. Dia harus bertobat dari semua dosa dosanya.” Kata kata itu begitu menyakitkan dan lebih pahit lagi karena itu keluar dari teman teman atau rekan rekan dulu pernah merasakan kebaikan dan uluran tangan saya. Namun saya tidak kecewa menghadapi semuanya karena saya juga menerima lebih banyak kata kata lewat sms atau telpon yang berisi dorongan dari orang orang yang menjadi sahabat. Bukan hanya kata dorongan lewat sms tetapi lebih dari itu. Betapa senang hati saya ketika menerima kunjungan para sahabat yang datang dari Jakarta, Australia dan bahkan dari Amerika Serikat. Saya tidak pernah melupakan kebaikan sahabat saya Pdt. Rich Witmer dan istrinya Melisa yang terbang dari Yuma Arizona khusus untuk menengok dan mendoakan saya. Bukan hanya kata kata dorongan yang mereka berikan, tetapi kehadirannya membuat saya merasa terdorong dalam berjuang menghadapi kanker.
Seorang sahabat yang setia akan rela memberikan atau mengorbankan apa yang menjadi milikinya, bahkan nyawanya sekalipun. Tuhan Yesus sendiri pernah mengatakan seperti ini:”Orang yang paling mengasihi sahabat-sahabatnya adalah orang yang memberi hidupnya untuk mereka. Kalian adalah sahabat-sahabat-Ku, kalau kalian melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. Kalian tidak lagi Kupanggil hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang sedang dikerjakan tuannya. Kalian Kupanggil sahabat, sebab semua yang Kudengar dari Bapa, sudah Kuberitahukan kepadamu.“(Yoh.15:13-15)
MENGAPA KITA HARUS SERING MENGAMPUNI MEREKA?
Sahabat atau teman anda adalah manusia biasa yang masih punya kelemahan dan kekurangan. Mereka masih bisa berubah pikiran. Hari ini berjanji mengunjungi anda tetapi dia lupa memenuhi janjinya. Sahabat anda adalah manusia yang bisa berkhianat dan melukai hati anda. Teman anda bisa saja mengeksploitasi dan memanfaatkan anda karena mereka adalah manusia biasa yang punya kebutuhan. Mereka adalah manusia yang masih memiliki keinginan daging, sama seperti kita. Dalam keadaan terjepit, Simon Petrus bisa mengkhianati gurunya, walaupun sudah sesumbar bahwa apapun yang terjadi ia tidak akan mengkhianati. Bildad, Elifas dan Sofar menyakitkan hati Ayub dengan kata kata yang pedas dan bersifat menghakimi, ketika Ayub mengalami musibah. Alexander meninggalkan rasul Paulus ketika menghadapi masa masa sulit. Yudas menjual Yesus karena kecewa dan masih banyak contoh yang lainnya.
Kita harus belajar untuk mengampuni setiap orang bukan hanya teman tetapi juga musuh karena kadang kadang teman bisa jadi musuh, dan musuh bisa berbalik menjadi teman dekat. Saya punya pengalaman banyak dalam hal ini. Ada orang yang dulu bekerja sama dengan saya dengan baik. Saling membantu dalam pelayanan dan saling menopang. Tetapi teman itu tiba tiba memusuhi, menggosipkan, menulis surat kaleng dan berusaha menghancurkan pelayanan. Mengapa seorang teman bisa berubah menjadi seorang musuh? Mengapa seorang murid berubah menjadi pengkhianat? Alasannya biasanya sama, yaitu karena mereka tidak mendapatkan yang mereka harapkan. Ketahuilah bahwa setiap orang mau dan berusaha untuk bersahabat dengan anda karena mereka memiliki agenda atau pengharapan. Dan ketika pengharapan tidak terpenuhi, mereka cenderung memusuhi anda. Mereka adalah teman bukan sahabat yang sejati. Karena seorang sahabat sejati adalah orang yang selalu mengharapkan yang terbaik untuk kebaikan sauadara sendiri. Namun demikian tidak semua orang akan sampai disitu.
Kita harus belajar mengampuni dan menutupi kelemahan atau kekuarangan orang lain, karena kita sendiri juga masih bolong bolong. Kita masih memiliki kelemahanan dan kekurangan. Kita masih bisa mengkhianatai atau membicarakan kejelekan orang yang dekat dengan kita. Kita harus belajar mendisiplin diri untuk berusaha menjaga rahasia sahabat kita dan tidak mengeksploitasi mereka yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan kita. Dalam keadaan marah, seorang suami bisa menjelekkan istrinya di hadapan orang lain, demikian juga sebaliknya dalam keadaan emosional kita bisa menyerang teman hidup kita dan merendahkan mereka dengan membicarakan kelemahan mereka. Oleh karena itu kitapun harus belajar memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain supaya persahabatan kita bisa bertahan lama dan menghasilkan banyak buah. Itulah sebabnya Alkitab mengajarkan kita supaya SALING MEMAAFKAN, artinya kedua belah pihak harus berusaha untuk saling menutupi kekurangan.
Persahabatan akan terus bertahan dan menjadi semakin kuat mana kala kita berfokus pada kekuatan dan kebaikan orang. Ketika fokus mulai berubah kepada kejelekan dan kekurangan maka yang terjadi adalah keretakan dan percekcokan. Cara yang terbaik untuk tidak melihat kelemahan orang lain adalah dengan menutupinya. Membicarakan kejelakan orang sama dengan mengekspose kelemahan orang itu. Itulah sebabnya Amsal Soleman meminta kita untuk memaafkan, karena memaafkan artinya to fill the hollow atau to cover. Sama seperti ketika kita menyadai bahwa pakaian kita robek atau kena kotoran, kita berusaha untuk segera menutupi atau menambalnya supaya kelihatan sempurna kembali. Ingatlah ketika anda jatuh cinta kepada seseorang, biasanya anda tidak melihat kekuarngan orang itu, yang anda lihat adalah kelebihan dan kebaikan orang yang menawan hati anda. Coba selidiki mengapa sepasang suami istri mau bercerai? Yang mereka lihat lihat adalah kekurangan dan kelemahanan pasangannya. Sama halnya dengan persahabatan. Ketika kita berfokus pada kekuatan dan kelebihan dan menutupi semua kelemahanan maka yang ada adalah persahabatan yang bertahan lama.SELAMAT MENGAMPUNI









