KEHIDUPAN BARU
Saya seorang ibu rumah tangga, suami saya seorang tukang becak. Dengan kehidupan yang dibilang pas-pasan. Saya hidup dengan suami yang belum mengenal Tuhan Yesus, tapi setelah saya mendengarkan siaran dari Radio Surya Sejahtera hati saya mulai tergugah. Acara demi acara saya dengarkan, semakin lama hati saya semakin tergerak untuk mengenal Yesus. Terutama pada acara di Jembatan Kasih dan Mujizat.
Pada tanggal 13 Februari 2008 hari Rabu jam 20.30 malam, saya memberanikan diri untuk datang dan menemui tim doa Jembatan Kasih dan Mujizat. Di studio SS FM pada waktu itu yang bertugas adalah Bpk. Pdt Yahya Suwarno, Ibu Harmo dan Mbak Indah, begitu ketemu saya alngsung mengutarakan keinginan saya untuk mengenal Yesus dan rohani saya dihidupkan. Pada saat itu juga saya didoakan. Saya diberi saran oleh Mbak Indah agar hari minggu saya datang ke gereja. Sebelum saya datang ke gereja saya ijin dulu pada suami, ternyata suami saya mengizinkan tapi ada pertanyaan dari suami saya, katanya, “Apakah kamu tidak malu atau gengsi dan merasa rendah diri untuk masuk di gereja di sana orang-orang kaya dan orang-orang Cina, semuanya pakai kendaraan mobil, sedangkan kamu orang miskin suamimu tukang becak. Tapi saya berkata, “Saya tidak malu dengan bagaimana keadaan saya yang penting saya ingin mengenal Tuhan Yesus.”
Minggu pertama saya datang ke gereja dengan hati dan perasaan yang penuh tanda tanya. Begitu masuk gereja hati saya merasakan ada sesuatu yang belum pernah saya rasakan. Minggu kedua saya datang lagi ke gereja, saya merasakan dalam hati saya kesukaan dan kedamaian… sepertinya saya merasakan kebahagiaan. Minggu demi minggu saya pergi ke gereja, begitu pula dalam acara demi acara dan kegiatan ibadah di gereja selalu saya ikuti seperti Ibadah Kaum Wanita, KPK, Serangan Fajar/ Hari Selasa Doa Ukupan. Dengan adanya saya aktif mengikuti itu semua, saya merasakan rohani saya dihidupkan dan iman saya dipulihkan oleh kuasa Tuhan Yesus, saya merasakan ada sukacita dalam kehidupan saya. Saat ini umur sata mencapai 58 tahun, dan sisa-sisa hidup saya ini saya ingin dan rindu sekali lebih dekat dengan Tuhan Yesus. Setiap hari saya membaca Firman Tuhan, walaupun hanya satu ayat karena mata saya sudah kabur untuk membaca. Tapi saya selalu berdoa agar Tuhan memberkati mata saya bisa terang dan supaya bisa membaca Firman Tuhan lebih banyak lagi. Kiranya cukup sekian kesaksian saya sebagai akhir kata tak lupa saya mohon bantuan doa pada semua Hamba-hamba Tuhan di Gereja Isa Almasih supaya saya lebih dekat dan dipakai oleh Tuhan menjadi anak Tuhan yang diberkati.
Dari:
Ibu Mariyani
d/a Mojoroto Gg. 6 Kediri









