29 Oct, 2008

KESABARAN ADALAH BUAH PENDERITAAN

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel

Sebab kalian tahu, bahwa kalau kalian tetap percaya kepada Tuhan pada waktu mengalami cobaan, akibatnya ialah: kalian menjadi tabah. Jagalah supaya ketabahan hatimu itu terus berkembang sampai kalian menjadi sungguh-sungguh sempurna serta tidak berkekurangan dalam hal apa pun. (Yakobus 1:3-4)

Sebuah pantun yang mengatakan “Berakit rakit ke hulu, berenang renang ketepian yang artinya bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian memang sudah menyatu dalam kehidupan para petani. Musim tanam memang harus disikapi dengan kerja keras dan pengorbanan. Waktu masih kecil saya sering diajak ke sawah, jadi saya tahu bagaimana susahnya musim tanam. Mbah Parto sering tidak pulang ke rumah karena harus mengolah sawah. Sebagai petani miskin ia tidak punya kerbau unntuk membajak sawah garapannya. Bermodal tekad dan semangat untuk menghidupi anak istri, mbah Parto harus tinggal di gubug berminggu minggu untuk mencangkul sawahnya hingga siap tanam. Mbah Parto memang memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, dia bisa mencangkul sawahnya berjam jam. Ia beristirahat ketika terik matahari mulai menyengat tubuhnya. Kesibukan mbah Parto akan berkurang manakala musim tanam sudah selesai. Sesekali ia akan menyiangi sawahnya sambil menaburkan pupuk supaya tanamannya subur dan menghasilkan panen yang diharapkan. Saat yang paling menyenangkan adalah ketika musim panen dimulai. Kebiasaan para petani di desa kami adalah memulai musim panen dengan selametan sebagai ucapan syukur kepada Gusti Kang Murbeng Dumadi yang telah memberikan keberhasilan panen. Waktu itu saya masih kecil, saya memang tidak bisa menggunakan anai anai untuk memotong padi. Yang saya lakukan ialah menolong mengumpulkan berkas berkas padi sambil mengamati muka mbah Parto yang ceria ketika melihat hasil panennya melimpah.

Dengan menggunakan prinsip pertanian di atas, saya ingin mengajarkan kepada bapak ibu tentang kesabaran. Dalam Alkitab kita mendapatkan keterangan bahwa kesabaran itu adalah buah dari penderitaan. Sebelum kita sampai di sana, saya ingin menjelaskan lebih dahulu apa sih yang disebut dengan hati yang sabar. Menurut kamus Webster, kesabaran adalah ketabahan menanggung derita akbibat kesulitan, musibah, aniaya atau provokasi tanpa mengeluh dan disikapi dengan wajah yang tenang.A calm temper which bears evils without murmuring or discontent.”

Di dalam Alkitab ada dua kata yang dipakai yang sering diterjemahkan dengan kesabaran, ketekunan atau ketabahan. Yang satu berasal dari kata makrothumia yang berasal dari kata macros (panjang) dan thumos (jiwa) yang secara harfiah diartikan orang yang memiliki jiwa yang panjang. Orang yang punya makrothumia berarti orang yang memiliki emosi yang kuat dengan mana ia bisa menguasai manusia batiniahnya untuk tetap tenang dan tidak marah ketika menghadapi kesulitan hidup yang memakan waktu lama. Itulah sebabnya makrothumia sering diterjemahkan “long suffering”. Mungkin gambaran yang paling mudah untuk menjelaskan long suffering adalah dengan melihat kehidupan para nabi seperti nabi Ayub. Di dalam biografinya yang sangat singkat, Hamba Allah ini dikenal sebagai seorang konglomerat nomor satu pada jamannya, yang tiba tiba jatuh melarat karena musibah bertubi tubi yang datang dalam hidupnya. Memang belum pernah ada dalam sejarah seorang konglomerat yang tiba tiba jatuh miskin dan mengalami nasib yang mengerikan tetapi masih setia kepada Tuhannya seperti Ayub. Begitu hebatnya keyakinan yang ia miliki dalam menghadapi kesulitan hidup, sampai ia mendapatkan julukan the hero of faith atau pahlawan iman.
Kepahlawanan Ayub memang tidak diragukan lagi. Dan kalau pembaca hidup bertetangga satu RT atau satu RW dengan Ayub, anda akan memberikan penilaian atau kesan yang sama seperti saya. Nabi Ayub bukan konglomerat biasa biasa saja, ia adalah konglomerat plus. Konglomerat plus kesalehan, plus kejujuran dan an ketaatan menjalankan perintah Tuhan. Kesalehannya sudah dikenal di kalangan luas. Gema kesalehannya tidak hanya dikenal antara penduduk di kampungnya, tetapi juga di antara penghuni surga dan bahkan penghuni neraka. Kesalehanya itulah yang membuat para penghuni neraka merasa iri dan sakit hati kepada Tuhan. Itulah sebabnya Lucifer dan antek anteknya menuduh Tuhan Allah dengan mengatakan bahwa kesalehan Ayub itu merupakan kesalehan timbal balik. Bukan kesalehan yang murni yang lahir dari rasa hormat seorang hamba kepada Tuhannya. Apa maksudnya? Karena Ayub diberi rejeki yang berlimpah limpah maka wajarlah kalau Ayub membalas Tuhan dengan kesalehan dan ketaatan. Coba saja kalau semua yang dimiliki diambil, pasti dia akan murtad dan meninggalkan keyakinannya. Itulah tuduhan para penghuni neraka. Saya mengajak pembaca untuk coba melihat kisah kesabaran Nabi Ayub dalam VERSI IMAJINATIF MAKING LIFE BETTER.

Tuduhan Lucifer mendapat tanggapan dari surga, dan terjadilah negosiasi yang berujung pada keputusan bahwa Allah mengijinkan Lucifer dan pengikutnya mengadakan faith and proper test alias uji kelayakan iman. Skenario pertama adalah dengan menghabisi harta miliknya yang kalau diuangkan dengan rupiah hari ini bisa mencapai 12 milyar. Tragedi demi tragedi terjadi dalam waktu yang singkat. Tidak ada hujan tidak ada angin tiba tiba ada petir yang menyambar 7000 ekor kambing plus para gembalanya. Semuanya mati terpanggang, hanya satu yang lolos dan dialah yang memberikan laporan.

Sementara gembala ini sedang melapor dengan nafasnya yang terengah engah dan ucapan yang terputus putus karena panik, tiba tiba datang laporan berikutnya yang lebih dasyat lagi. Tiga ribu ekor ontanya dijarah orang dan para gembalanya dibunuh kecuali yang melaporkannya. Anda bisa membayangkan sikap Ayub dan ibu Ayub ketika mendengar musibah itu. Mungkin mereka saling menatap sambil ngelus dada dengan tatapan mata kecewa. Belum sempat duduk dan menyeka airmata, datanglah gembala yang lain yang membawa laporan yang senada : “Nasib tuan Ayub, semua lembu dan keledai yang tuan miliki telah dirampok dan dibawa lari, yang lebih tragis lagi, semua gembalanya dipukuli sampai mati, hanya aku yang selamat.” Suasana ruang tamu itu tiba tiba sunyi senyap diselimuti suasana duka karena kehilangan harta benda.

Sementara itu Panitia Pengujian Iman di neraka kelihatan tegang menantikan tanggapan Ayub. Harapan mereka adalah “Ayub menghujat atau mempersalahkan Tuhan dan meninggalkan keyakinannya”

Ternyata harapan para iblis meleset. Neraka berduka, rapat kilat segera diadakan untuk menjalankan scenario yang kedua. “Habisi anak anaknya”. Perintah Lucifer kepada algojo algojonya. “Jangan ada yang terlewat” Perintahnya dengan nada kesal. Malam itu kesepuluh anak Ayub sedang mengadakan pesta seperti malam malam sebelumnya. Nyanyian gambus dan kecapi, tarian padang pasir dan sajian makanan yang enak layaknya anak anak konglomerat, sedang mereka nikmati. Tanpa disangka datangalah badai yang begitu kencang yang memporak porandakan tempat pesta itu. Begitu dasyatnya kehancuran yang melanda rumah mereka, hingga tidak ada kesempatan bagi anak anak Ayub untuk melarikan diri. Ketika badai sudah berlalu, team evakuasi menemukan kesepuluh anak Ayub sudah menjadi mayat.

Neraka bergembira, para algojo langsung melapor kepada Lucifer:”Lapor komendan…, mission accomplished” Lucifer dan para petinggi neraka menyambut dengan tepuk tangan sambil berucap :”Bravo, bravo..” Mereka begitu yakin Ayub akan meninggalkan Tuhannya dan menyimpan kepahitan.

Namun sayang, Ayub tidak melakukan apa yang diharapkan oleh mereka. Sampai detik itu, Ayub tidak mengumpat Tuhan atau menyalahkan penciptaNya. Yang dilakukannya adalah sabar dan tawakal, memperbanyak doa sambil berserah kepada Yang Maha Kuasa.

Sekali lagi, neraka dibikin kecewa. Kali ini semua mata mata dan ahli strategi di kumpulkan untuk mengadakan rapat strategis demi menghabisi iman Ayub kepada Tuhannya. Kali ini yang diundang rapat bukan para algojo saja, tetapi juga para iblis yang memiliki spesialisasi di bidang sakit penyakit. Dalam pembukaan rapatnya Lucifer berkata:“Saya mau supaya kalian memberi penyakit yang mematikan dan memalukan, bikin hidupnya sengsara. Berikan penyakit yang tidak ada obatnya.” Para pakar`penyakit di kerajaan kegelapan itu harus kerja keras untuk menjalankan skenario yang ke tiga. Salah seorang pakar yang sudah lama bekerja dalam bidang penyakit kulit memberikan usulan:”Tuan Lucifer, saya usulkan agar Ayub diberi penyakit Sehin, pasti dia akan murtad”. Lucifer minta penjelasan:”Seberapa mematikan penyakit sehin itu tolong jelaskan.” Begini tuan, Ayub akan menderita gatal gatal, dan kalau digaruk, kulitnya akan melepuh dan terkkelupas, nah untuk penyakit ini yang namanya kalpanak, micorek atau obat anti kadas yang paling canggihpun tidak bias menyembuhkan. Selain itu Ayub akan menderita demam terus menerus dan tidak ada obat turun panas yang bisa meredakan, dan ini yang akan mematikan tuan…, tidak ada orang yang akan menolong Ayub karena mereka tidak akan tahan bahkan istrinyapun tidak tahan berada disampingnya dengan bau busuk yang kekuar dari kulit yang melepuh itu. Ayub akan diusir dan tinggal di tempat pembuangan sampah karena penyakitnya menjijikan. Ayub juga akan menderita malu karena penyakit itu diyakini oleh dunia manusia sebagai penyakit kutukan.

Lucifer melanjutkan pertanyaannya:”Berapa lama dia bias bertahan hidup dengan penyakit itu”? “Paling lama lima tahun tuan”. “ Laksanakan!” Kata Lucifer, yang langsung disambut dengan kata “siap laksanakan!

Malam itu rumah Ayub masih kelihatan berduka, upacara pemakaman baru selesai lalu dilanjutkan dengan ibadah penghiburan. Para tetangga dan anggota keluarga ikut dalam ibadah penghiburan. Sementara mereka menyanyikan lagi: “Sabar dalam susah sukarmu sabar Tuhan ada seertamu, sabar..sabar Tuhan bri kuat padamu” Ibu Ayub tidak bisa membendung air matanya yang terus berlinang, sementara itu Ayub mencoba untuk tegar.  Yang keluar dari mulutnya hanyalah kalimat “Tuhan yang memberi.. Tuhan yang mengambil”

Malam itu Ayub tidak bisa tidur.  Bukan semata mata karena rasa kehilangan terhadap anak anak yang dicintainya, tetapi malam itu ada sesuatu yang mengganggu tidurnya. Kulit di sekujur tubuhnya gatal dan melepuh dan tiba tiba dia menderita demam tinggi. Para tabib yang dipanggilnya tidak bisa mengobati, berbagai macam pengobatan alternative sudah dicobanya namun hasilnya tetap nihil. Menurut diagnosa terakhir Ayub menderita lepra ganas yang bernama sehin. “Sudah jatuh ketimpa tangga” itulah nasih ayub.
Semua tetangga dan sahabat yang dulu bersimpati mulai mempertanyakan kehidupan Ayub”.  Sehin adalah penyakit kutukan” itu berarti selama ini Ayub pasti hidup tidak beres di hadapan Tuhan. Gosip mulai tersebar dan orang orang mulai meninggalkan Ayub, bahkan sahabat sahabat karibnya mulai menghakiminya sambil mengatakan “Barang siapa menabur angin pasti akan menuai badai, tidak mungkin orang benar dipunahkan” Itulah kata kata Bildad, Elifas dan Sofar, sahabt karibnya.

Sayangnya Ibu Ayub terpengaruh dengan mereka. Kesetiaannya sebagai seorang istri betul betul luntur ketika melihat nasib suaminya semakin parah dan memalukan. Malam itu begitu teganya sang istri mengatakan:”Lebih baik kamu mengutuki Tuhanmu dan matilah. Untuk apa setia kepada Tuhan kalau kita menghadapai nasib seperti ini? Harta kita ludes, anak anak kita mati kerobohan rumah, dan sekarang kamu menderita penyakit kutukan. Tuhan macam apa yang kamu sembah Ayub? Mulai sekarang tidak usah beribadah, tidak usah berdoa, tidak usah beramal toh ujung ujungnya kamu menderita.

Telinga Ayub menjadi merah ketika mendengar ucapan ucapan kekecewaan istrinya. Dan yang membuat Ayub marah adalah karena istrinya sudah berani menyinggung mengenai kesetiaan Tuhannya. Dalam nada yang tinggi Ayub bicara dengan lantang kepada istrinya:”kamu itu bicara kaya orang nggak waras, kamu itu hanya mau enaknya saja, giliran menghadapi penderitaan kamu mau lari dari kenyataan. Lebih baik kamu tinggal di rumah sakit jiwa. Ingat janji nikahmu dulu, bukankah kamu berjanji mau mendampingi aku dan menjadi istri yang setia, waktu susah waktu senan, waktu kaya atau miskin, sampai maut menceraikan. Maut belum dating kamu suruh saya bikin maut sendiri. “Bapak, saya tidak menyuruh bapak bikin maut, saya ini bicara fakta saya tidak mengada ada saya tidak pernah meminta bapak mati.” Kata istri Ayub. “Memang kamu tidak minta saya mati, tetapi kamu minta saya mengutuki Tuhan Allahku, dan kamu tahu orang yang berani mengutuki Tuhan itu berarti bunuh diri.

Sampai detik itu Komite Pengujian Iman di neraka begitu gembira bahwa rencananya hampir terlaksana. Kali ini mereka berhasil memakai orang yang paling dicintai Ayub untuk menghasut Ayub supaya mengkhianati Tuhan dan murtad. Lucifer begitu lega dan bangga bahwa strateginya berjalan dengan lancar dan hampir menuai keberhasilan.

Malam itu suasana ruang rapat di neraka tampak sedikit berbeda. Para iblis yang jarang tersenyum, malam itu menampakan wajah yang agak ceria. Kalau kemarin mereka tegang, malam itu mereka agak santai. Dan di tengah suasana santai itu tiba tiba mereka dikejutkan oleh bunyi hp alias telephone genggam (versi MLB). Mereka langsung diam dan menguping percakapan antara lucifer dengan agen mata mata yang bertugas untuk mengamati Ayub. “Tolong segera berikan laporan terakhir perkembangan Ayub, apakah dia sudah mengucapkan kata kata yang menghujat Allah”? “Wah.. maaf yang mulia… Ayub memang hebat..” kata mata mata itu. “Apanya yang hebat”? Sahut Lucifer. “Sampai detik ini dia belum mengucapkan kata kata yang menghujat, tapi malah bersyujud dan memuji Tuhannya” Lucifer bertanya lagi: “Apa yang dia katakana?” “Dia bilang begini: Aku lahir telanjang, aku kembali dengan telanjang, Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang berhak mengambil. Terpujilah nama Tuhan”. BRAAAAKK…. Lucifer membating hpnya dan meninggalkan ruang rapat sambil mengatakan “ KALIAN SEMUA BODOH….! KALIAN TIDAK BISA MENGALAHKAN KESABARAN DAN KEKUATAN IMAN AYUB.”

Kisah di atas adalah kisah cerita tentang kuasa kesabaran atau makrothumia. Tokoh Ayub memang layak menjadi contoh dalam hal “long suffering” karena ia telah menderita bertahun tahun dan tetap setia kepada Tuhannya. Kesabaran membuat kita mampu melakukan kehendak Tuhan. Ayub tidak bersungut sungut kepada Tuhan dan tidak mengucapkan kalimat yang menghujat penciptaNya. Di sinilah kita mengerti mengapa seorang yang sabar dikitakan melebihi seorang pahlawan? Yah… memang orang yang sabar melibihi pahlawan, karena setanpun tidak bias mengalahkan orang yang sabar.

KESABARAN ADALAH HADIAH YANG PERLU DIKEJAR

Col 1:11 Semoga dengan kuasa dari Allah yang agung, kalian dikuatkan sehingga kalian sanggup menderita segala sesuatu dengan sabar dan senang hati

Col 1:11 His glorious power will make you patient and strong enough to endure anything, and you will be truly happy.

It is the power which God gives them in the day of trial. This power is “glorious,” or, as it is in the Greek, it is the “power of his glory.” It is manifestly the power of the great and glorious God, and it tends to promote his glory, and to show forth his praise.

KESABARAN ADALAH PEMBERIAN DARI TUHAN
Sejak manusia diciptakan, kita diberi sifat sabar karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang penyabar. Sebagai manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan teladan Allah, seharusnya kita juga mewarisi karakter ilahi. Untuk itulah, Allah ikut berpartisipasi dalam pembentukan karakter manusia. Seorang penafsir menuliskan sebagai berikut:

patience is a grace, of which God is the author; it is one of the fruits of the Spirit; the word of God is the means of its being first implanted; and afflictions are the means of promoting it, when they are sanctified; otherwise they produce impatience, murmurings, and repinings; there is great need of patience under them; and, by divine grace, they are the matter and occasion of exercising, and so of increasing it.”

“Kesabaran adalah sebuah anugerah dari Allah Sang Pencipta. Kesabaran adalah buah dari Roh Kudus; Firman Allah menjadi lahan pertama untuk menumbuhkan kesabaran, kemudian penderitaan mempromosikannya. ..” SELAMAT BERSABAR.

Bookmark and Share

2 Responses to "KESABARAN ADALAH BUAH PENDERITAAN"

1 | james toelle

November 21st, 2008 Pukul 3:14 pm

Avatar

hari ini saya merasa hari yang membosankan,banyak masalah dan kelihatanya masalah saya keluarga makin besar dan besar saja ..dont KNOW WHAT TO DO ..Sampai tadi saya tiba2 teringat untuk visit your web. Dan membaca beberapa artikel anda Bpk Pendeta..
dan ternyata itu yang saya butuhkan,artikel ini menguatkan saya..
Oya saya ingin sekali artikel tentang Bersyukur..karena saya sedang belajar akan hal ini..Saya temukan bahwa bersyukur bukan saja Obat tapi Pencegah banyak hal seperti penyakit dll.suka mengerutu,rakus dll very interesting.ini tdk gampang contohnya istri Ayub pd saat dalam pengujian.Tapi saya temukan O my God ..itu adalah salah satu pilihan paling bijakasana yang bisa diobuat oleh orang percaya pada saat dalam pencobaan seperti yang saya alami sekarang.Not easy,karena Iblis bagaikan Back dlm sepakbola yang siap mengganjal bahkan mematahkan kita..Tapi percaya si Back dengan no punggung 666 dari kesebelasan red devils ( bukan manchester united) akan di kartu merah bahkan diusir dari stadion kehidupan kita .
Pak Pendeta mohon disharing hal Bersyukur ini ya ..
Salam sejahtera
James and Family/sidakarya

2 | restu titis yw

May 11th, 2009 Pukul 8:50 pm

Avatar

hallo apa kabar masih ingat aku
apa ini pak paulus wiratno SATI MALANG
BALAS YA AKU TUNGGU!!!! di emailku

Form Komentar

 
 

Categories

 

October 2008
S M T W T F S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS KATA BIJAK

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

TULIS KESAKSIAN ANDA

Jika anda diberkati melalui program Making Life Better, tulis kesaksian anda untuk memberkati pendengar MLB di seluruh Indonesia.

Choose Your Language


 

.

Miliki CD nya Sekarang Juga

Making Life Better adalah program radio berdurasi 15 menit yang membahas masalah masalah keseharian yang terjadi dalam kehidupan. Dalam program ini juga ada kesaksian kesaksian pendengar yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Sudah ada jutaan pendengar yang diberkati oleh program ini. Anda bisa mendengarkan program ini di Radio Jaringan Dian Mandiri yang tersebar diseluruh Indonesia. Program ini juga disiarkan oleh HCJB World Radio Australia dan BIBLE VOICE di Libanon

Menemukan Hidup Yang Berarti Malapetaka Selingkuh
Judul Buku Judul Buku

 
JUMPA PENDENGAR DI ALOR. Direncanakan akan diadakan acara JUMPA PENDENGAR di Kalabahi Alor pada Bulan Agustus tanggal 29. Kami mengundang semua sahabat yang berada di Alor untuk menghadiri acara tersebut. RDM Alor telah menjadi berkat bagi para sahabat kita di pulau kenari ini.
     
 
Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada anda yang sedang berulang tahun hari ini. Kiranya berkat Tuhan akan menyertai anda.



DAPATKAN BUKUNYA SEGERA

Kalahkan Khawatir Dengan 5B (Rp. 30.000) Kuasa Melakukan Kebaikan (Rp. 30.000) Salon Kecantikan Jiwa (Rp. 30.000) PESAN LEWAT EMAIL DI: INFO@PAULUSWIRATNO.COM

FACEBOOK

Subscribe

BERLANGGANGAN KATA BIJAK

Anda bisa berlangganan kata bijak dengan mengetik: REG NASEHAT Kirim 9333