NATAL ADALAH PERNYATAAN KASIH AGAPE
Joh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Joh 3:16 God loved the people of this world so much that he gave his only Son, so that everyone who has faith in him will have eternal life and never really die.
Natal adalah wujud pernyataan kasih Allah kepada dunia manusia yang telah dikuasai oleh dosa. Rasul Yohanes menggunakan kata agape untuk menunjuk kepada kasih Allah. Kasih agape ini sering disebut sebgai kasih walalupun atau kasih tanpa syarat. Di dalam bahwasa Yunai ada beberapa kata yang sering diterjemahkan dengan kata kasih atau cinta. Ada kata eros, fileo, storge dan agape. Eros adalah cinta kasih yang berkaitan dengan nafsu seksual. Filia dan store adalah kasih persaudaraan, sedangkan kasih Allah kepada umatnya adalah kasih agape.
Pada umumnya setiap orang dapat memiliki dan menerima ketiga kasih yang pertama tadi, tetapi kasih Agape, merupakan kualiatas kasih ilahi yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah mengenal kasih Allah. Memang mempraktekan kasih agape itu tidak mudah dilakukan karena pada umumnya orang hanya bisa mengasihi orang yang menyenangkan dan mengikuti kemauan kita. Itulah sebabnya hukum kasih dunia akan mengatakan “kasihilah orang yang mengasihi kamu, berilah orang yang menyenang hatimu. Belalah mereka yang membla kamu, tolonglah mereka yang telah menolong kamu. Kita semua bisa melakukan perintah ini.
Ketiga jenis kasih manusia itu sering disebut dengan kasih jikalau atau kasih bersarat. Kasih bersyarat merupakan kasih yang umum dan semua orang bisa melakukannya. Jikalau tetangga berbuat baik, maka kitapun bebuat baik. Apabila teman memberi seyum, kita langsung memberikan senyuman juga. Ketika suami berlaku setia maka sang istri juga tidak segan segan membalasnya dengan kesetiaan. Saat karyawan berprestasi, maka atasan langsung memberikan pujian dan insentif. Sebaliknya ketika ada orang mulai mengosipkan, kita cenderung membalas dengan firnah. Saat suami mengkhianati cinta, istri membalas dengan perselingkuhan. Hukum dunia ini sering dikalimatkan dengan istilah bahasa jawa:”utang pati saur pati, utang nyawa saur nyawa” Kematian dibalas dengan kematian, pembunuhan dibalas dengan pembunuhan.
Kita dilahirkan dalam dunia yang sudah terbiasa dengan kasih bersyarat sehingga kita mengalami kesulitan mempraktekan kasih tak bersyarat atau kasih agape. Untuk itu kita semua perlu mengenali lebih mendalam jenis kasih yang seperti ini. Saya begitu yakin jika setiap orang di dunia ini bisa mempraktekan kasih agape, maka dunia ini akan menjadi tempat yang aman. Tidak ada perang, tidak ada kerusuhan, tidak ada pembantaian atau pertumpahan darah. Jika setiap suami istri bisa mempraktekan kasih agape, maka tidak ada istilah perselingkuhan, pengkhiaanatan atau perceraian.
Seandainya semua pelayan Tuhan dijiwai oleh kasih agape dalam pelayanan maka tidak ada istilah pertikaian dalam pelayanan, perpecahan, penyelewengan maupun pelecehan. Seandainya semua agama mempraktekan kasih agape ini maka damailah dunia kita ini. Namun sayang banyak diantara kita yang masih tidak percaya bahwa kita bisa mengalami dan mempraktekan kasih agape dalam kehidupan sehari hari. Banyak diantara kita yang berfikir bahwa kasih agape itu hanya bisa dilakukan oleh Allah saja.









