Secara tidak sengaja saya melihat program siaran RCTI yang berjudul “Curhat”. TV Show yang tergolong baru ini memang cukup menarik untuk ditonton, khususnya oleh mereka yang sedang mengalami pergumulan hubungan cinta dalam pernikahan. Malam itu dihadirkan seorang suami yang bernama Rako. Selama beberapa bulan Rako curiga dengan prilaku istrinya yang sering pulang malam dengan alasan kerja lembur. Dugaan Rako bahwa istrinya punya PIL (pria idaman lain) dikuatkan oleh SMS yang ia temukan di HP istrinya. Cinta (nama istrinya) memang telah menjalin hubungan asmara dengan banyak pria. Salah seorang pria selingkuhan Cinta yang dihadirkan dalam acara Curhat berasal dari Riau, Dia megaku sudah dua bulan telah menjalin hubungan asmara. Tentu saja pengakuan pria itu telah membuat marah Rako.
Kegundahan dan kemarahan Rako cukup beralasan manakala Cinta degan terus terang mengakui bahwa prilaku penyelewegan itu disebabkan oleh kondisi ekonomi yang lagi carut marut. Rako jatuh dalam usaha, inverstasi sahamnya jeblok. Ia menjadi seorang suami pengangguran yang tidak bisa menafkahi sang istri. Dan itulah alasan yang dipakai oleh Cinta untuk mengabsahkan kegilaannya. Namun sayang Cinta masih tidak mengakui penyelewengannya, meskipun telah dihadirkan laki laki lain yang berprofesi sebagai office boy. Pengakuan office boy bahwa ia telah melakukan hubungan suami istri dengan Cinta, dibantah mentah mentah oleh Cinta.
Ketika Anjasmara (Host) mengajukan pertanyaan, apakah Rako dan Cinta masih mau melanjutkan hubungan pernikahannya, kedua pihak nampaknya memilih untuk bercerai. Itulah akhir dari acara Curhat malam itu, Sabtu Malam tanggal 23 Mei 2008.
Selesai menonton acara itu saya banyak merenung dan melakukan refleksi. Saya pikir, kasus hilagnya cinta dalam hubungan rumah tangga adalah suatu yang biasa. Bukan hanya Rako dan Cinta saja yang mengalami kehambaran dalam hubungan cinta dalam pernikahan. Masih ada jutaan pasangan suami istri yang sedang mengalami pergumulan yang sama. Saya pernah melihat acara yang sama di sebuah TV Show di Amerika.
Kejenuhan merupakan musuh dalam menjaga hubungan asmara. Semua orang mengalami tahap kejenuhan hubungan cinta, Biasaya itu mencul ketika terjadi banyak konflik yang tidak terselesaikan. Unresolved conflict bisa menimbulkan kepahitan batin yang bisa meracuni cinta dalam pernikahan.
Saat itulah pasangan tidak lagi melihat sisi positif dari pasangannya. Yang dilihat hanya sisi negatifnya saja. Dalam keadaan ini, cinta bisa berubah jadi kebencian. Hal hal kacil bisa menjadi penyebab pertengkaran. Setiap kali bertengkar, ujung ujungnya minta cerai. Mereka berfikir bahwa perceraian merupakan jalan pintas terbaik unutk menentramkan hati.
Tidak sedikit pasangan yang menggunakan unresolved conflict sebagai alasan untuk melakukan perselingkuhan. Mereka berfikir bahwa menjalin love affair atau penyelewengan cinta bisa mengobati hati yang sedang merana. Banyak yang tidak menyadari bahwa perselingkuhan justru akan memperkeruh suasana hati yang sedang runyam.
Banyak yang tidak menyadari bahwa perselingkuhan yang melibatkan hubungan seks menimbulkan ikatan batin. Orang yang telah berselingkuh dengan banyak orang, jiwanya akan terikat dengan banyak orang. Mereka akan mengalami konflik batin yang luar biasa. Orang orang ini akan menghadapi rasa bersalah, rasa takut kalau ketahuan, rasa malu, takut kena HIV AIDS dan takut kalau nanti akan mendapatkan hukuman dari Tuhan. Itulah sebabnya benar kata nyanyian yang mengatakan “..tak selamanya selingkuh itu indah…”.
Kalau ada yang bilang bahwa selingkuh itu indah, dia sedang membohongi dirinya sendiri. Kesaksian bapak Niko Pelamonia yang pernah berselingkuh selama satu setengah tahun membuktikan bahwa orang yang selingkuh itu itu menderita konflik batin. Sebagai Sutradara yang pernah terkenal di era delapan puluhan, lelaki kelahiran Pulau Saparua ini menceritakan susahnya hidup dalam kebohongan untuk menutupi perselingkuhannya. Kebohongan itu beranak kebohongan.
Lain Niko lain pula dengan pengusaha muda yang bernama Edwin Chua yang menderita penyakit ganguan pendengaran alias “budeg’’ gara gara stress yang terlalu lama. Sebagai menejer pemasaran alat pendingin, ia sering menjamu pelangganny atau calon pembeli. Tidak jarang Edwin Chua keluar masuk night club dan bermain gila dengan wanita penghibur. Ia tahu bahwa perbuatannya salah dan akan menyakiti istri yang dia cintai. Selama tiga tahun ia sembunyikan perbuatannya dan akibatnya ida menderita tekanan batin.
LaLu bagaimana caranya supaya kita bisa menyelamatkan cinta dalam perkawinan. Resepnya ada di dalam nasehat kuno yang pernah ditulis oleh Raja Salomo:
“Hai anakku, mengapa engkau berahi akan perempuan jalang, dan mendekap dada perempuan asing? Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya. Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri. Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.” (Ams. 5:20-23 ITB)
Jika suami istri takut akan Tuhan, maka cinta bisa diselamatkan. Tidak ada istilah terlambat untuk memperbaiki diri. Ketika kita datang kepada Tuhan, Ia akan menyegarkan jiwa kita dan memulihkan cinta yang sudah retak. Datanglah kepadanya sekarang dan akui semua kelemahan dan dosa kita, maka kasihNya akan menyembuhkan hubungan kita. Selamat mencoba.








