Belum pernah suatu bangsa menukarkan ilahnya sekali pun itu bukan Allah sesungguhnya. Tapi, umat-Ku telah menukar Aku, kebanggaan mereka dengan sesuatu yang tak dapat berbuat apa-apa. Karena itu, hai langit, bergoncanglah! Tercengang dan gemetarlah! Umat-Ku melakukan dua macam dosa: mereka membelakangi Aku, sumber air pemberi hidup bagi manusia; mereka membuat bagi dirinya kolam bocor yang tak dapat menahan airnya.” (Jer 2:11-13 IBIS)
Kasus salah tukar memang sering terjadi dalam keseharian hidup ini. Dulu pernah ada masalah bayi yang tertukar di sebuah rumah sakit. Begitu serius dampaknya sampai masalahnya dibawa ke pengadilan. Memang ada kejadian salah tukar yang dianggap sepele, seperti sandal yang tertukar ketika pulang mengaji, atau baju, kaos seragam yang tertukar karena begitu mirip satu dengan yang lain.
Kalau yang namanya “tertukar” berarti ada “ketidak sengajaan” dalam peristiwa itu. Lain halnya dengan orang yang sengaja menukar demi keuntungan. Beberapa kali dimuat di koran ada jemaah yang datang ke mesjid memakai sandal jepit, pulang memakai sepatu yang mahal harganya.
Budaya tukar menukar memang sudah lama ada dalam kehidupan manusia. Dulu sebelum ada mata uang, masyarakat sering menukar barang dengan jasa atau barang dengan barang. Kebiasaan ini sering kita sebut dengan istilah “barter”. Dalam konteks kehidupan ekonomi, memang harus ada berter. Namun dalam konteks keyakinan, umat Israel memang pernah keterlaluan. Mereka pernah menukar Jehovah dengan ilah yang lain. Dalam hal ini. Allah sangat cemburu itulah sebabnya Ia bersabda “Jangan ada Allah lain dalam hidup kita.” Tindakan menukar Allah dengan materi, berhala atau uang merupakan tindakan yang berbahaya.
“Israel bukan hamba, bukan juga keturunan hamba sahaya. Tapi mengapa ia telah menjadi mangsa lawannya? Musuhnya mengaum kepadanya seperti singa, tanahnya dijadikan tandus dan hampa, kota-kotanya habis dimakan api, dibiarkan terlantar tak berpenghuni. Hai Israel, rambut kepalamu dipangkas oleh orang Memfis dan Tahpanhes. (Jer 2:16 IBIS)
Kau sendiri yang menyebabkan semua yang terjadi pada dirimu, karena ketika kau Kutuntun di perjalanan, kau membelakangi Aku, TUHAN Allahmu. (Jer 2:17 IBIS)
Ayat ayat di atas merupakan bentuk kemarahan Allah terhadap mereka yang telah menukar Allah atau membuang Allah. Adakah bangsa yang telah membuang Allahnya? Tentu saja ada. Salah seorang pembicara di sebuah seminar pernah mengatakan bahwa bangsa Amerika telah meninggalkan Tuhan yang dipercayayi oleh Founding Father mereka. Salah satu penyebabnya adalah semangat meterialisme. Materialise telah membuat manusia menukar Tuhan dengan harta benda. WASPADALAH








