Selama dua puluh satu tahun pernikahan, saya telah belajar banyak hal sebagai seorang suami. Proses pembelajaran itu ada yang manis dan ada yang pahit. Jika anda mempunyai pergumulan dalam berperan sebagai seorang suami, anda tidak sendiri. Masih banyak sahabat kita yang sedang dan akan terus bergumul untuk menjadi suami yang baik. Kita semua punya masalah yang sama, yaitu tidak pernah kuliah dengan ambil jurusan “persuamian”. Akibatnya kita belajar sambil berjalan.
Berikut ini adalah beberapa pelajaran yang telah saya dapatkan sambil menjalani peran saya sebagai suami dari istri yang saya cintai. Harapan saya, dengan membaca blog ini anda tidak harus belajar selama 21 tahun untuk menemukan kebenaran yang bisa menolong kita menjadi suami yang baik bagi istri dan ayah yang bijak bagi anak anak kita.
JANGAN PERNAH MENDOPMLENG KEBAHAGIAAN DARI PERNIKAHAN
Jika anda berfikir bahwa hidup anda akan bahagia setelah menikah dengan wanita idaman anda, maka anda akan kecewa. Inilah hukum kebahagiaan dalam pernikahan: “Pernikahan yang bahagia terdiri dari dua pribadi yang bahagia”. Jika anda sebagai pribadi sudah tidak bahagia, nampaknya anda akan mengalami kesulitan untuk membahagiakan orang lain. Jika anda mengalami defisit sukacita, maka anda akan cenderung menjadi pribadi yang muram. Menuntut istri utuk selalu bisa membahagiakan anda, bisa berujung pertengkaran, dan kekecewaan. “ANDA TIDAK MUNGKIN MEMBERIKAN APA YANG ANDA TIDAK MILIKI” Banyak ketidak bahagiaan bersumber dari kepahitan hidup. Ingatlah kalimat ini “orang yang masih terluka batinnya, cenderung melukai orang lain.”
JANGAN PERNAH MEREMEHKAN MASALAH CITRA DIRI YANG RUSAK.
Seorang suami yang masih punya masalah dengan gambar diri yang rusak, perlu segera ikut konseling dan mengalami pemulihan. Jika anda masih bermasalah dengan rasa percaya diri, ketahuilah bahwa sikap kurang percaya diri itu bisa berdampak dalam segala bidang kehidupan anda termasuk “pernikahan”. Suami yang rendah diri, sulit mengambil keputusan. Dalam situasi yang serius, ini bisa menjadi awal percekcokan….(BERSAMBUNG..)









