10 Sep, 2009
KESAKSIAN PENDENGAR MAKING LIFE BETTER (MLB)
Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel| Cerita| Kesaksian
Karna Radio Dian Mandiri (RDM) berada di depan rumah saya saat pindah ke tempat yang baru, sehingga kami bertanya sehingga kami tahu bahwa itu adalah RDM.
Setelah mendengar semua program yang ada di RDM, kami rasa sangat membantu, karena bergerak dalam hal rohani sehingga dari sisi iman kami di daerah mayoritas bersyukur. karena sebagai sarana yang dapat membangun orang percaya untuk mengetahui lebih jelas siapa Yesus Juruslamat kita. Dengan mendengar selama 1 tahun bersama keluarga, karena sering mendengar kami jadi hafal setiap program, baik jam maupun harinya terutama program Pk Paulus MLB dan sangat senang dengan kata – kata bijaknya. Kita manusia hidup banyak tantangan selagi di dunia tetapi tertolong karena kata – kata bijak yang disampaikan, karena suami bertugas di kupang, terkadang dijadikan sebagai bahan diskusi bersama suami dan keluarga untuk kehidupan lebih baik.
Menurut saya (MAKING LIFE BETTER) MLB menjawab permasalahan hidup yang begitu kompleks, sehingga kerinduan akan hal ini tergenapi dengan penyampaian Firman yang disampaikan melalui MLB, perlu diisi dengan hal – hal yang disampaikan. Saya akhirnya mau agar orang lain merasakan sehingga saya waktu di luar menyampaikan kepada orang lain untuk mendengarkan RDM. Dalam membawakan Firman dalam satu kegiatan terkadang saya menyelipkan apa yang saya dengar diRDM. (Kesaksian ibu Ilova Bunga-Atambua)
MERTUAKU SEKARANG DENGAR MLB
Setiap pagi selalu mendengar MLB Pak Paulus. Awal mendengar tidak tahu kalau itu adalah Mercy FM. Kadang biasa berebut radio dengan Mertua yang suka dengar Berita sedangkan saya suka dengar lagu rohani. Kadang saya cari radionya di kamar, mertua bawa radionya ke lantai atas.
Akhirnya saya menyampaikan kepada mertua untuk coba dengar ada radio apakah, pokoknya bagus, akhirnya mertua jadi tertarik, dan suka dengar baik MLB dan tertawa sehat. Akhirnnya mertua beli radio baru sehingga kita tidak rebutan radio lagi. Karena radio, saya mengundang Vivid dan teman teman kesini (penyiar mercy FM).
Awal mula merintis usaha, sangat sepi, awal – awal kami buat kue kadang seminggupun tidak laku, rumah makan sepi. Waktu itu saya selalu dengar lagu – lagu rohani, kata bijak dari PW. Terakhir sedikit lucu, kami tidak punya uang lagi, beras dikarung habis, tapi itulah Tuhan, saya tidak pernah mengeluh dan jalani saja, ada orang Efata yang memesan nasi kotak. Kejadiannya di bulan Desember tahun yang lalu disore hari. Hari hari saya diisi dengan mendengarkan Mercy FM, jika melihat ke etalase dan mendengarkan Mercy saya teringat kembali pada pertolongan Tuhan.
Saya suka MLB saat mendengarkan saat topic tentang Kekuatiran, awalnya sambil lalu, tapi setelah itu saya berpikir iman saya bisa bertumbuh dengan mendengarkan Firman. Saya dengan suami sering mendengar, dan ada banyak hal yang kami lepaskan, yang tidak berkenan kepada Tuhan. Dalam perjalanan kekupang kami selalu mendengarkan Mercy FM.
Jika semakin banyak orang yang mendengarkan Mercy maka saya rasa akan ada banyak orang yang bertobat. Di Soe banyak orang Kristen tetapi seperti kubur, bagus catnya tapi di dalamnya penuh dengan tulang belulung, kepribadian orang Soe yang sangat memprihatinkan. Jika tibah waktunya Tuhan pasti akan ada banyak orang yang berubah. Kelebihan lain dari Mercy FM adalah menerima semua interdenominasi Gereja. Saya senang jika suatu saat bias mengundang Pak Paulus ke Warung Rumput, tempat usaha saya. Awalnya saya bayangkan kalau Pak Paulus sudah tua ternyata tidak.










