03 Oct, 2009

THE POWER OF CRISIS

Diisi Oleh : Paulus W. Pada Kategory: Artikel

Di dunia ini tidak ada tempat yang dibilang benar benar aman. Apalagi akhir akhir ini, yang namanya gempa bumi, banjir, tsunami, kebakaran, kekeringan, dan krisis global selalu menghiasi headline surat kabar atau televisi. Baru saja warga Tasik Malaya dikejutkan dengan gempa bumi, sebulan kemudian warga Nusa Dua dan Denpasar dibikin panik dengan guncangan 6,4 SR. Dua pekan kemudian warga Sumatera Barat dikejutkan oleh Gempa berkekuatan 7,4 SR. Ratusan nyawa melayang, ribuan rumah luluh lantak dan infra struktur yang hancur lebur.

Dalam keheningan ada sebuah pertanyaan :”Mengapa semua ini terjadi?” Apakah ini adalah sebuah peringatan atau sebuah hukuman dari Tuhan?  Tidak sedikit yang melihat musibah ini sebagai sebuah bagian dari proses alam yang wajar dan tidak perlu diberi makna. Namun ada juga yang mengatakan bahwa setiap kejadian di dunia selalu ada maksudnya. Anda semua bebas menafsirkannya sesuai dengan keyakinan masing masing. Melalui artikel ini saya hanya mengajak Anda sekalian untuk belajar “tertawa dengan yang sedang tertawa dan menangis dengan yang sedang menangis”.

Dua hari lalu saya menelpon Pdt. Elia Ambarita yang berada di kota Padang. Hamba Tuhan ini mengisahkan betapa luar biasanya kuasa Tuhan yang telah menyelamatkan keluarganya dari bahaya. Menurut kesaksian beliau, Tuhan telah memberitahukan istrinya 10 menit sebelum gempa supaya keluar dari rumahnya. Dan benar, ketika mereka berada di luar terjadilah gempa yang menghancurkan rumah dan tempat ibadah mereka. Memang mereka merasa kehilangan rasa aman, namun ketika mereka melihat kebesaran Tuhan, mereka berkali kali bisa mengucapkan Puji Tuhan karena pertolongan Nya tepat pada waktunya.

Krisis tidak selalu jelek, tergantung bagaimana kita menafsirkannya. Krisis bisa menjadi titik balik dalam kehidupan seseorang. Tiga wanita yang selamat dari gempa dengan terus terang mengatakan bahwa gempa Padang merupakan turning point dalam hidupnya. Orang baru menghargai hidup kalau sudah dekat dengan kematian. Saya masih ingat ketika berada di tengah perang yang mengancam nyawa anak dan istri, saat itulah saya benar benar menysukuri kehidupan. Saat saat mendekati kematian bisa menjadi tugu peringatan (mile stone) yang bisa mengubahkan cara pandang.

Kriris adalah lahan yang paling subur untuk menumbuhkan iman. Ketika semua bergerak melawan kita, di saat itulah iman kita akan kelihatan aslinya.  Semua yang kita miliki di dunia ini tidak ada yang kekal. Semua bisa berubah. Harta, nama, kedudukan, kejayaan semua bersifat fana. Belajarlah seperti nabi Ayub dalam hal iman. Dalam kondisi habis habisan, Ayub masih bisa memuji Tuhan. “Lalu berdirilah Ayub dan merobek pakaiannya tanda berdukacita. Ia mencukur kepalanya, lalu sujud dan berkata, “Aku dilahirkan tanpa apa-apa, dan aku akan mati tanpa apa-apa juga. TUHAN telah memberikan dan TUHAN pula telah mengambil. Terpujilah nama-Nya!”  (Job 1:21 IBIS) John Maxwell pernah mengatakan “Satu satunya penghalang laju burung terbang adalah udara. Namun jika udara ditiadakan, maka menurut hukum aerodinamika, burung malah tidak bisa terbang.” Krisis memang bisa melemahkan iman, namun jika dalam hidup ini kita tidak pernah mengalami tantangan, maka iman kita tidak pernah bertumbuh.

Krisis adalah jendela untuk melihat mujizat. Percayakan Anda bahwa hampir semua mujizat dalam kehidupan dimulai dengan adanya krisis lebih dahulu? Sebelum umat Israel melihat laut Merah terbelah, mereka melihat bala tentara Firaun yang bengis dan siap melenyapkan nyawa mereka. Sebelum Panglima Naaman menerima kesembuhan, tubuhnya dihinggapi penyakit lepra. Sebelum Lazarus dibangkitkan dari kubur, dia mengalami kematian. Sebelum janda Sarfat mengalami kelimpahan, ia mengalami krisis kekurangan. Marilah kita melihat setiap krisis dengan kacamata yang benar, supaya krisis yang kita alamai segera akan membuahkan mujizat. Pokoknya, tetap tabah, tetap berdoa dan jangan menyerah.

Bookmark and Share

2 Responses to "THE POWER OF CRISIS"

1 | henry

October 7th, 2009 Pukul 9:23 pm

Avatar

amin pak…
orang yang berhasil dan bahagia dalam hidup ini adalah orang-orang yang melihat krisis dengan benar

2 | Ari

October 21st, 2009 Pukul 1:45 pm

Avatar

Luar biasa Pak..kalo di Singaraja ada radio Mercy ya pak..karena saya rindu keluarga saya mengalami Tuhan n saya percaya pasti janji keselamatn itu untuk mereka…GBU

Form Komentar

.

-------------------------------------------------------------------
Podcast kata-Kata bijak

-------------------------------------------------------------------

Miliki CD nya Sekarang Juga

Making Life Better adalah program radio berdurasi 15 menit yang membahas masalah masalah keseharian yang terjadi dalam kehidupan. Dalam program ini juga ada kesaksian kesaksian pendengar yang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Sudah ada jutaan pendengar yang diberkati oleh program ini. Anda bisa mendengarkan program ini di Radio Jaringan Dian Mandiri yang tersebar diseluruh Indonesia. Program ini juga disiarkan oleh HCJB World Radio Australia dan BIBLE VOICE di Libanon

Menemukan Hidup Yang Berarti Malapetaka Selingkuh
Judul Buku Judul Buku

 
JUMPA PENDENGAR DI ALOR. Direncanakan akan diadakan acara JUMPA PENDENGAR di Kalabahi Alor pada Bulan Agustus tanggal 29. Kami mengundang semua sahabat yang berada di Alor untuk menghadiri acara tersebut. RDM Alor telah menjadi berkat bagi para sahabat kita di pulau kenari ini.
     
 
Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada anda yang sedang berulang tahun hari ini. Kiranya berkat Tuhan akan menyertai anda.



 



FACEBOOK

BERLANGGANGAN KATA BIJAK

Anda bisa berlangganan kata bijak dengan mengetik: REG NASEHAT Kirim 9333

AUDIO PODCAST

Making Life Better dan Kata Bijak dapat diunduh melalui itunes store. Temukan kolom pencarian dan ketik "Paulus Wiratno". Nikmati program MLB dan Kata Bijak setiap hari.