Tadi pagi papa membeli sepuluh tangkai mawar merah untuk Mama. Dan ini bukan kali pertama papa lakukan. Kalian mungkin bertanya dalam hati ”mengapa papa memberikan bunga mawar untuk mama?” Papa melakukannya karena percaya Mama akan menyukainya. Ternyata sudah lama mama menunggu hadiah semacam itu, cuma tidak berani atau malu mengatakannya kepada papa. Baru akhir akhir ini papa menemukan kesukaan wanita yang paling papa cintai.
Ada pelajaran penting yang bisa kita petik dibalik kisah yang papa sebutkan. Pertama, menemukan bahasa cinta itu penting dalam rangka menjaga romantika kehidupan. Sejak papa menikah dengan mama, papa belum pernah membeli bunga mawar buat mama, karena tidak tahu bahwa itu sangat berarti. Sampai suatu saat mama mengatakan bahwa ia sangat menyukai mawar merah dan bunga sedap malam. Pertama kali papa membeli bunga buat mama itu bulan lalu tanggal 4 November 2009. Saat itu papa berada di kota Ambon. Dengan diam diam papa minta om Tomy membeli bunga mawar buat mama. Papa terkejut karena ada sebuah pesan balik yang ditulis oleh mama lewat skype dengan kalimat seperti ini ” sudah 22 tahun saya menunggu hal seperti ini”. Hati papa bergetar ketika membaca kata kata itu. Seandainya papa tahu dari dulu, pasti sudah ada ribuan tangkai mawar merah yang buat mama
Ketahuilah bahwa 22 tahun itu sangat lama untuk menanti, ini adalah sebuah kebodohan yang tidak boleh terulang. Seharusnya waktu masa pacaran papa sudah menemukan apa yang menjadi kesukaan mama. Terkadang pertengkaran yang terjadi hanya disebabkan oleh masalah komunikasi yang tidak nyambung lantaran perbedaan bahasa kasih. Memahami bahasa kasih itu sangat penting untuk menghindari salah paham dan pertengkaran. Nanti kalau kalian telah menemukan teman hidup, jangan lupa untuk mengenali bahasa cinta pasangan hidupmu. Untuk menemukan bahasa cinta, selain mengamati dan mempelajari prilaku pasangan hidupmu, jangan malu bertanya langsung kepadanya apa kesukaannya. Kalian tidak perlu malu ketika suamimu bertanya apa bahasa cintamu.
Kedua, bahasa cinta setiap orang berbeda. Kalian harus mengerti prinsip ini. Bahasa cinta kalian bertiga itu sangat berdeda. Timy adikmu yang ganteng itu sangat suka dibelikan hadiah. Masih ingat ketika dia ingin dibelikan mainan di Takashimaya? Bagi Timy bahasa cintanya adalah hadiah. Menurut papa, bahasa cinta Debie itu perkataan verbal yang berisi peneguhan dan pujian. Sedangkan Irine bahasa cintanya lebih banyak ke hadiah dan waktu kebersamaan. Terus terang, papa masih belum tahu persis bahasa cintanya Si hitam manis itu. Setahu papa ketika papa membelikan notebook Irene sangat menyukainya.
Ketiga, kebaikan kecil bisa memperkaya cintakasih. Papa tidak pernah menyangka betapa bahagianya mama ketika melihat bunga mawar itu. Dari sorot mata dan raut wajah mama, papa tahu ada sesuatu yang terjadi di dalam hatinya. Kalian tahu berapa harga mawar itu? Satu tangkai hanya lima ribu rupiah, namun bagi mama nilainya tidak terhingga. Nilai pemberian ada ditangan sipenerimanya. Kebaikan kecil yang diberikan tepat pada waktunya akan memberikan makna yang besar kepada sipenerimanya. Papa mengamati, hari itu mama sangat bahagia karena telah menerima bunga dengan makna ”kamu sangat penting dan berharga.” Dan makna itu juga berada di benak sipenerima bukan sipemberi. Masih ingatkah kalian waktu papa membelikan parfum dari Sydney? Buat papa itu adalah sesuatu yang mahal, bagi kalian belum tentu dimaknai seperti itu. Sebaliknya kalian pernah membuatkan secangkir kopi buat papa, bagi papa itu adalah sebuah kebaikan yang tidak pernah akan dilupakan.
Doa papa, kiranya tulisan ini akan mempersiapkan kalian menjadi makluk Tuhan yang berbahagia ketika memasuki dunia pernikahan. Tidak semua orang bahagia dalam pernikahan mereka, karena gagal memahami satu dengan yang lain. Persiapkan dirimu mulai dari sekarang supaya tidak kaget waktu menghadapi perbedaan. Pernikahan yang sukses menuntut jatuh cinta berkali kali kepada orang yang sama. Dan untuk jatuh cinta berkali kali diperlukan pengampunan dan kasih karunia dari Tuhan. SELAMAT MENCOBA








