Saya masih ingat ketika seorang konsultan keuangan datang ke kantor lama di jalan Gatsu Timur 486 Denpasar. Siang itu saya benar benar terkejut dengan kehadiran James Wright. Saya terkejut bukan karena kekayaanya atau keahliannya dalam memberi nasehat kepada pelangannya. Yang membuat saya terkejut adalah keinginannya yang ia sampaikan sambil meneteskan airmata. Ia tidak menginginkan kekayaan karena sudah kaya. James juga tidak mendambakan gelar dan kedudukan karena sudah memilikinya. James Wright dalam umurnya yang sudah senja, masih belum menemukan makna kehidupan, itulah yang membuat saya bertanya tanya. Ternyata masih ada orang yang telah meraih segala yang diinginkan di masa mudanya, namun masih merasa kosong dan tidak berguna.
Perasaan kosong dan tidak berguna tidak hanya dimiliki oleh James, ada jutaan manusia di dunia ini yang menganggap dirinya sukses atau dianggap sukses oleh koleganya, disanjung oleh banyak orang, namun masih merasa kosong dan hidupnya tidak bermakna. Tidak heran jika John Maxwell menulis buku “From Success to Significant”. Saya masih ingat lagu anak anak yang menceritakan tentang keinginan anak anak ” Susan, susan… besok gedhe mau jadi apa? Aku kepingin pinter biar jadi dokter.” Sahut Susan. Tanyakanlah pada Susan, jika ia sudah menjadi Doker terus mau apa? Sukses bukanlah sebuah titik pencapaian, sukses yang sejati adalah proses. Definisi sukses yang baik adalah “menemukan tujuan hidup, memaksimalkan karunia dan menebar kebaikan kepada sesama. Dan ini berarti setiap hari kita punya kesempatan untuk mengukir sukses hingga Tuhan mengatakan “well done” - sabaslah hamba Ku yang baik.
Untuk bisa menemukan tujuan hidup kita harus memulai dengan pertanyaan dari mana asal kehidupan. Kalau kita mengaku bahwa hidup dimulai dari Tuhan dan akan berakhir pada Tuhan, maka sukses dalam kehidupan sangat berkaitan dengan apa panggilan hidup kita. Menemukan panggilan hidup merupakan sebuah langkah bijaksana yang membahagiakan. Yakobus pernah mengajukan pertanyaan kepada jemaat “Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yag muncul kemudian lenyap.”
Menemukan panggilan hidup memang tidak mudah. Itulah sebabnya banyak orang masih mengajukan pertanyaan “untuk apa aku dilahirkan?” Pada umumnya manusia melakukan sesuatu karena tiga alasan. 1. Melakukan sesuatu karena cari makan. 2 Melakukan sesuatu karena cari nama. 3 Melakukan sesuatu karena panggilan hidup. Dari ketiga alasan di atas, yang paling menonjol adalah alasan satu dan dua. Jika anda melakukan sesuatu dalam keseharian hanya untuk cari makan dan nama, maka anda akan memiliki nasib yang sama dengan teman saya James Wright. MUngkin anda sudah mendapatkan nama, kedudukan dan kecukupan namun tetap masih merasa hampa dan tidak berguna. Lakukanlah dua hal berikut ini: 1. Maksimalkan karunia dan potensi anda. 2 Gunakanlah ssemua potensi dan apa yang anda miliki untuk kebaikan. Makna hidup ditemukan saat anda bisa membuat orang lain bermakna. Kebahagiaan hidup akan menjadi miliki anda ketika anda bisa membuat orang lain bahagia. Selamat mencoba.








