Bukan sebuah kebetulan jika saya berjumpa dengan pengusaha kaya Kyle William. Dari penampilannya memang seperti orang yang biasa biasa saja. Baik dari cara berpakaian, mobil yang dikemudikan maupun selera makannya. Pengusaha muda ini tergolong sangat sederhana. Namun ketika saya masuk ke kantornya saya benar benar kagum dengan keberhasilannya dalam menjalankan usaha. Di depan pintu masuk kantornya di kota Enid-Oklahoma saya melihat ada empat usaha yang ditekuninya, mulai dari pengeboran sumur minyak bumi, 34 mini market dan 2 statiun radio dan Pelanayanannya. Ketika saya mendengar kisah hidupnya, saya benar benar diberkati.
Bukanlah kebetulan Tuhan mempertemukan saya dengan bapak Kyle William. Kyle bukan hanya tergolong sukses, dihormati dan cinta Tuhan, namun dia juga seorang ayah yang baik. Saya melihat sendiri bagaimana dia berinteraksi dengan istri dan kedua anaknya. Sepintas dia mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan tantangan. Dia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Jiwa usahanya adalah warisan ayahnya yang bernama KV William. Tiga puluh tahun yang lalu K.V. William memulai sebuah toko kelontong yang sangat sederhana untuk menyambung hidup. Berkat keuletannya dan kestiaannya kepada Tuhan, usahanya begitu berkembang. Bisnis keluarga ini sempat mengalami goncangan dan hampir tutup, saat itulah Kyle William mengambil alih perusahaan ayahnya hingga saat ini dan membawanya ke titik keberasilan yang tidak pernah dibayangkan oleh ayahnya.
Selama dua hari tinggal di rumahnya, saya banyak belajar dari Kyle William. Saya sempat mengajukan pertanyaan kepadanya “Apa rahasia keberhasilan dalam mengelola usahanya?” Dia memang tidak menjawab langsung tetapi mengajak saya ikut hadir dalam acara Manager Training. Kemarin pagi saya ikut bergabung dengan 40 manager yang ikut acara tersebut. Di situlah saya langsung melihat dan mendengar rahasia keberhasilan pengusaha ini. Nilai nilai yang dia terapkan dalam usaha sangat menarik buat saya. kelihatannya sederhana tetapi itulah kuncinya.
Menurut Kyle William, kalau kita mau berhasil dalam usaha, kita harus berusaha mengembangkan potensi karyawan. Ciptakan suasana bahwa tempat kerja bukan sekedar tempat mencari nafkah tetapi tempat mencari makna hidup. Dengan demikian produktifitas akan naik dan usaha akan berkembang. Ada empat hal yang penting untuk memaksimalkan produktifitas: 1. Karyawan harus bisa menjadikan tempat kerja sebagai tempat yang menyenangkan, supaya mereka menyukainya, dengan kata lain mereka harus bahagia dengan apa yang mereka lakukan. Orang yag bahagia akan bekerja dengan baik. 2. Doronglah setiap karyawan untuk benar benar fokus dengan apa yang dilakukannya. Jangan sampai tubuhnya ada di tempat kerja tetapi pikiran ada di rumah atau tempat yang lain. 3. Kebangkanlah sikap positif di tempat kerja. Positif terhadap pekerjaan, rekan sekerja, dan bahkan terhadap kesulitan. 4. Libatkan karyawan untuk melakukan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. Pagi itu saya melihat sendiri, Kyle William memberikan donasi 10.000 dolar kepada sebuah rumah sakit anak di Oklahoma City. Dengan demikian semua karyawan tahu bahwa perusahannya tidak hanya sekedar mencari keuntungan pribadi. Kepeduliannya terhadap sesama bisa memberikan nilai plus dan memeberikan makna bagi karyawannya. Tidak heran jika Tuhan memberkati apa yang dilakukannya.
Dalam perjalanan menuju airport saya sempat memberikan kata kata dorongan untuk Kyle William. Saya juga berdoa agar Tuhan memakai pemuda yang rendah hati ini. Berkali kali saya katakan “Tuhan selalu memberikan karunia untuk mendapatkan, kepada mereka yang gemar memberikan” Dia mengaminkan apa yang saya katakan. Saya juga memberikan awasan kepadanya. “Don’t forget to give all the glory and honor to God, and make yourself zero.” Jangan lupa kembalika semua kemuliaan dan hormat kepada Tuhan dan jagalan sikap “saya tidak ada apa apanya, semua itu adalah kasih karunia dari Tuhan.” Kalimat terakhir yang dia ucapkan sangat menyentuh hati saya: ” Pak Paulus, pertemuan saya dengan anda bukanlah sebuah kebetulan tetapi ada dalam rencana Tuhan.” Please come back to Enid city I love to have you”
Selama di dalam pesawat menuju kota Naples, Florida saya bersyukur kepada Tuhan bisa menjadi berkat bagi seorang pengusaha yang cinta Tuhan. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Pertemuan saya dengan Kyle William berbuntut panjang. Yang jelas Kyle dan para managernya akan datang ke Bali tahun ini dan membantu pelayanan yang kami lakukan. My friend is my wealth……..thank you Jesus for Kyle William.








