Your true Life is With God
“Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.” (Keluaran 16:35).
Kitab Keluaran pasal 16 mengisahkan pelajaran yang sangat penting bagi umat manusia, khususnya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan. El Shaddai merupakan sebutan Allah Jehovah yang berate He is more than enough atau Sang Penyedia kebutuhan kita. Apapun yang menjadi keperluan umatnya Allah akan selalu memenuhinya. Sebelum Allah menciptakan manusia, Ia lebih dahulu menciptakan semua yang diperlukan manusia. Allah menciptakan matahari yang bisa menghangatkan tubuh, diciptakanNya semua tumbuhan dan ikan serta binatang di darat untuk makan. Ketika manusia merasa kesepian Ia menciptakan teman yang sepadan. Itulah sebabnya tidak heran jika Jehovah menciptakan mana untuk umat Nya selama 40 tahun sampai mereka tiba di Tanah Perjanjian
Namun yang namanya manusia memang kadang kurang berterima kasih, orang Amerika bilang take it for granted. Ketika kekurangan, mereka berdoa sampai meneteskan airmata. Tidak henti hentinya mereka tirakat atau tawakal sambil menyebut nama Allah. Doa berantai dinaikan memohon kelimpahan. Giliran hidup mereka serba kecukupan bahkan berkelebihan, mereka melupakan Tuhan.
Pagi ini saya meninggalkan Amerika dengan perenungan tentang kata kata sahabat saya yang mengatakan bahwa Amerika perlu Tuhan. Kalimat Pdt. John Hagee terngiang ngiang di telinga saya ”Negara Amerika telah membuang Tuhan dalam berbagai aspek.” Kelimpahan materi telah membutakan mata banyak orang. Mereka mengantikan Tuhan dengan harta benda. Oleh sebab itu mereka tidak segan segan melanggar Firman Tuhan dalam rangka mengumpulkan harta benda. Mereka tidak lagi percaya slogan yang tertulis di lembaran uang mereka yang mengatakan ”In God We Trust”, tetapi sebaliknya ”in money we trust”. Akibatnya ketika krisis keungan melanda Amerika dua tahun yang lalu, banyak dari mereka yang kehilangan pegangan. Saya melihat sendiri di sebuah Televisi, disiarkan seorang Ayah yang tega membuhun istri dan ketiga anaknya gara gara kehilangan rumah dan pekerjaan. Tragis dan meprihatinkan.
Ada persamaan antara umat Israel di padang gurun dengan orang orang materialistis. Yaitu mereka lebih mengandalkan apa yang bisa dilihat dan diraba. Mereka berseru memohon berkat Tuhan ketika mengalami kekuarangan materi. Giliran mereka sudah hidup diberkati dengan kelimpahan, mereka membuang Tuhan, dan menjadikan materi sebagai sesembahan mereka. Apa yang terjadi jika manusia sudah membuang Tuhan? Allah akan membuang ilah atau patung patung mereka. Allah tidak mau di madu karena dia memang cemburu. Gaya hidup materialistis yang telah membuang Tuhan, akan berakhir dengan tragis dan penderitaan. Ingatlah Sodom dan Gomora?








