<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>:: Paulus Wiratno.com -&#62; Making Life Better, Buat Hidup Lebih Baik dan Berarti dengan kata-kata bijak</title>
	<atom:link href="http://www.pauluswiratno.com/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pauluswiratno.com</link>
	<description>Making Life Better, Kata Bijak, Kata-katabijak,  Mutiara Kata, Petuah Bijak Paulus Wiratno, Hidup Lebih Baik</description>
	<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 05:31:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>In God We Trust</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/12/in-god-we-trust/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/12/in-god-we-trust/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 04:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[bertakwa]]></category>

		<category><![CDATA[iman]]></category>

		<category><![CDATA[materialisme]]></category>

		<category><![CDATA[setia]]></category>

		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Your true Life is With God
&#8220;Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.&#8221; (Keluaran 16:35).
Kitab Keluaran pasal 16 mengisahkan pelajaran yang sangat penting bagi umat manusia, khususnya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan. El Shaddai merupakan sebutan Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Your true Life is With God</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">&#8220;Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.&#8221; (Keluaran 16:35).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Kitab Keluaran pasal 16 mengisahkan pelajaran yang sangat penting bagi umat manusia, khususnya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan. El Shaddai merupakan sebutan Allah Jehovah yang berate <em style="mso-bidi-font-style: normal;">He is more than enough atau</em> Sang Penyedia kebutuhan kita. Apapun yang menjadi keperluan umatnya Allah akan selalu memenuhinya. Sebelum Allah menciptakan manusia, Ia lebih dahulu menciptakan semua yang diperlukan manusia. Allah menciptakan matahari yang bisa menghangatkan tubuh, diciptakanNya semua tumbuhan dan ikan serta binatang di darat untuk makan. Ketika manusia merasa kesepian Ia menciptakan teman yang sepadan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Itulah sebabnya tidak heran jika Jehovah menciptakan mana untuk umat Nya selama 40 tahun sampai mereka tiba di Tanah Perjanjian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Namun yang namanya manusia memang kadang kurang berterima kasih,<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>orang Amerika bilang <em style="mso-bidi-font-style: normal;">take it for granted</em>. Ketika kekurangan, mereka berdoa sampai meneteskan airmata. Tidak henti hentinya mereka tirakat atau tawakal sambil menyebut nama Allah. Doa berantai dinaikan memohon kelimpahan. Giliran hidup mereka serba kecukupan bahkan berkelebihan, mereka melupakan Tuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Pagi ini saya meninggalkan Amerika dengan perenungan tentang kata kata sahabat saya yang mengatakan bahwa Amerika perlu Tuhan. Kalimat Pdt. John Hagee terngiang ngiang di telinga saya <em style="mso-bidi-font-style: normal;">&#8221;Negara Amerika telah membuang Tuhan dalam berbagai aspek.</em>&#8221; Kelimpahan materi telah membutakan mata banyak orang. Mereka mengantikan Tuhan dengan harta benda. Oleh sebab itu mereka tidak segan segan melanggar Firman Tuhan dalam rangka mengumpulkan harta benda. Mereka tidak lagi percaya slogan yang tertulis di lembaran uang mereka yang mengatakan &#8221;In God We Trust&#8221;, tetapi sebaliknya &#8221;in money we trust&#8221;. Akibatnya ketika krisis keungan melanda Amerika dua tahun yang lalu, banyak dari mereka yang kehilangan pegangan. Saya melihat sendiri di sebuah Televisi, disiarkan seorang Ayah yang tega membuhun istri dan ketiga anaknya gara gara kehilangan rumah dan pekerjaan. Tragis dan meprihatinkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Ada persamaan antara umat Israel di padang gurun dengan orang orang materialistis. Yaitu mereka lebih mengandalkan apa yang bisa dilihat dan diraba. Mereka berseru memohon berkat Tuhan ketika mengalami kekuarangan materi. Giliran mereka sudah hidup diberkati dengan kelimpahan, mereka membuang Tuhan, dan menjadikan materi sebagai sesembahan mereka. Apa yang terjadi jika manusia sudah membuang Tuhan? Allah akan membuang ilah atau patung patung mereka. Allah tidak mau di madu karena dia memang cemburu. Gaya hidup materialistis yang telah membuang Tuhan, akan berakhir dengan tragis dan penderitaan. Ingatlah Sodom dan Gomora?</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/12/in-god-we-trust/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Suka Bersungut</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/10/jangan-suka-bersungut/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/10/jangan-suka-bersungut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 05:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[BERSUNGUT]]></category>

		<category><![CDATA[DARAH YESUS]]></category>

		<category><![CDATA[dosa]]></category>

		<category><![CDATA[MARAH]]></category>

		<category><![CDATA[mujizat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.&#8221; (Keluaran 16:1). &#8220;Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;&#8221; (Keluaran 16:2).
Lima belas hari setelah keluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.&#8221; (Keluaran 16:1). &#8220;Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;&#8221; (Keluaran 16:2).</p>
<p>Lima belas hari setelah keluar dari Mesir, tidak sedikit umat Israel yang mulai rindu kampung halaman. Mereka bukan hanya rindu tempat kelahiran, tetapi yang lebih utama mereka rindu lezatnya daging domba dan manisnya susu dan madu di negeri Firaun. Manusia cenderung sulit meninggalkan wilayah rasa aman. Setiap perubahan memang mengganggu rasa aman. Itulah sebabnya mereka takut menghadapi perubahan.</p>
<p>Pengalaman padang gurun  memang sangat drastis bagi mereka. Sudah lama mereka hidup nyaman meskipun dalam penindasan kerja paksa. Bagi mereka penderitaan kerja paksa jauh lebih enak dari pada hidup merdeka di padang belantara. Demikianlah sikap kebanyakan  manusia. Mereka lebih suka tinggal dalam belenggu penjajahan dari pada kebebasan yang beresiko.  Alasanya klasik, &#8216;&#8217;saya sudah terbiasa  dengan gaya hidup itu.&#8221; atau &#8216;&#8217;saya sudah nyaman dengan apa yang selama ini saya jalani&#8221;.</p>
<p>Harto sudah lama hidup dalam ikatan narkoba. Rasa ketagihan itu sudah mengikat hidupnya. Setiap kali mencoba untuk berhenti, ia selalu gagal dan kembali lagi menghisap daun haram yang namanya ganja.  Bebarapa tahun yang lalu ia mengalami perubahan drastis setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus. Namun sayang ia tak kuasa menahan sakau atau sakitnya kecanduan. Tidak seikit nasehat yang telah didengarnya, sudah banyak airmata orang  tua yang tumpah dalam doa. Bahkan Harto sudah berbulan bulan tinggal di rumah rehabilitasi, tetapi ia tetap lebih menyukai gaya hidup lamanya. Ibarat seekor gajah yang terbiasa hidup dengan rantai. Setiap hari hanya bisa berjalan mengelilingi tiang. Bahkan setelah rantainya dilepaskan, ia masih terus berjalan keliling seperti biasanya. Alangkah kasihan nasib manusia yang seperti itu.</p>
<p>Maksud Tuhan mengeluarkan bangsa Israel keluar dari Mesir itu sangat mulia. Tuhan ingin menjadikan mereka bangsa pilihan sekaligus umat percontohan sehingga bangsa bangsa yang lain akan diberkati melalui kehidupan mereka. Tanah Kanaan yang telah dijanjikan 400 tahun sebelumnya sudah ada di depan mereka. Namun karena persungutan mereka akhirnya generasi itu mati di padang gurun dan tidak sempat menikmati indahnya tanah yang kaya dengan susu dan madu, lebih enak dari yang mereka nikmati di Mesir.</p>
<p>Marilah kita belajar dari kisah di atas. Tuhan ingin membebaskan kita dari setiap ikatan dosa dan belenggu penderitaan. Untuk itulah Bapa telah mengirimkan Anaknya untuk mati di kayu salib. Tuhan Yesus pernah mengatakan &#8220;Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.&#8221; (Lukas 4:18~19).</p>
<p>Di atas tiang gantungan itu, setiap tetes darah Nya sanggup membebaskan kita dari segala macam upah dosa. Dan tidak ada kuasa yang mampu mengalahkan maut, kecuali kuasa Darah Anak Domba. Kita hanya diminta untuk beriman kepada Nya dan mempercayai kuasa darah Nya. Wanita yang menderita pendarahan 12 tahun sudah merasakan bagaimana buruknya penderitaan akibat kanker rahim yang dideritanya. Namun ketika imannya bangkit sambil menjamah jubahnya, maka  keyakinannya itu telah menggerakan kuasa Yesus untuk menghentikan pendarahannya seketika itu juga. Orang yang lumpuh 33 tahun sudah bosan merasakan susahnya jadi orang cacat. Namun ketika ia berjumpa dengan Yesus, hari itu juga Ia bisa berjalan. Iman kita kepada nama Yesus menghadirkan kuasa yang bisa menghadirkan mujizat yang kita nantikan begitu lama.</p>
<p>Ketika anda sudah tidak kuasa untuk keluar dari ikatan narkoba, perzinahan, kebiasaan buruk atau jenis prilaku dosa yang membuat anda menderita, jangan lupa ada nama Yesus yang berkuasa. Inilah saatnya Anda menyebut nama Nya dengan iman dan mengharapkan mujizatnya. Jika anda sudah tidak berdaya untuk mengubah nasib. Inilah saatnya Anda mulai bergantung dan berserah kepada Yang Maha Kuasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/10/jangan-suka-bersungut/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/10/151/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/10/151/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 05:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[skjhndjshdjkshbdjkshds
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>skjhndjshdjkshbdjkshds</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/02/10/151/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/01/22/meningkatkan-produktifitas/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/01/22/meningkatkan-produktifitas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 12:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>

		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>

		<category><![CDATA[MAKNA HIDUP]]></category>

		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>

		<category><![CDATA[potensi]]></category>

		<category><![CDATA[produktifitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Bukan sebuah kebetulan jika saya berjumpa dengan pengusaha kaya Kyle William. Dari penampilannya memang seperti orang yang biasa biasa saja. Baik dari cara berpakaian, mobil yang dikemudikan maupun selera makannya. Pengusaha muda ini tergolong sangat sederhana. Namun ketika saya masuk ke kantornya saya benar benar kagum dengan keberhasilannya dalam menjalankan usaha. Di depan pintu masuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan sebuah kebetulan jika saya berjumpa dengan pengusaha kaya Kyle William. Dari penampilannya memang seperti orang yang biasa biasa saja. Baik dari cara berpakaian, mobil yang dikemudikan maupun selera makannya. Pengusaha muda ini tergolong sangat sederhana. Namun ketika saya masuk ke kantornya saya benar benar kagum dengan keberhasilannya dalam menjalankan usaha. Di depan pintu masuk kantornya di kota Enid-Oklahoma saya melihat ada empat usaha yang ditekuninya, mulai dari pengeboran sumur minyak bumi, 34 mini market dan 2 statiun radio dan Pelanayanannya. Ketika saya mendengar kisah hidupnya, saya benar benar diberkati.</p>
<p>Bukanlah kebetulan Tuhan mempertemukan saya dengan bapak Kyle William. Kyle bukan hanya  tergolong sukses, dihormati dan cinta Tuhan, namun dia juga seorang ayah yang baik. Saya melihat sendiri bagaimana dia berinteraksi dengan istri dan kedua anaknya. Sepintas dia mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan tantangan. Dia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Jiwa usahanya adalah warisan ayahnya  yang bernama KV William. Tiga puluh tahun yang lalu K.V. William memulai sebuah toko kelontong yang sangat sederhana untuk menyambung hidup. Berkat keuletannya dan kestiaannya kepada Tuhan, usahanya begitu berkembang. Bisnis keluarga ini sempat mengalami goncangan dan hampir tutup, saat itulah Kyle William mengambil alih perusahaan ayahnya hingga saat ini dan membawanya ke titik keberasilan yang tidak pernah dibayangkan oleh ayahnya.</p>
<p>Selama dua hari tinggal di rumahnya, saya banyak belajar dari Kyle William. Saya sempat mengajukan pertanyaan kepadanya &#8220;Apa rahasia keberhasilan dalam mengelola usahanya?&#8221;  Dia memang tidak menjawab langsung tetapi mengajak saya ikut hadir dalam acara Manager Training. Kemarin pagi saya ikut bergabung dengan 40 manager yang ikut acara tersebut. Di situlah saya langsung melihat dan mendengar rahasia  keberhasilan pengusaha ini. Nilai nilai yang dia terapkan dalam usaha sangat menarik buat saya. kelihatannya sederhana tetapi itulah kuncinya.</p>
<p>Menurut Kyle William, kalau kita mau berhasil dalam usaha, kita harus berusaha mengembangkan potensi karyawan. Ciptakan suasana bahwa tempat kerja bukan sekedar tempat mencari nafkah tetapi tempat mencari makna hidup. Dengan demikian produktifitas akan naik dan usaha akan berkembang. Ada empat hal yang penting untuk memaksimalkan produktifitas: 1. Karyawan harus bisa menjadikan tempat kerja sebagai tempat yang menyenangkan, supaya mereka menyukainya, dengan kata lain mereka harus bahagia dengan apa yang mereka lakukan. Orang yag bahagia akan bekerja dengan baik. 2. Doronglah setiap karyawan untuk benar benar  fokus dengan apa yang dilakukannya. Jangan sampai tubuhnya ada di tempat kerja tetapi pikiran ada di rumah atau tempat yang lain. 3. Kebangkanlah sikap positif di tempat kerja. Positif terhadap pekerjaan, rekan sekerja, dan bahkan terhadap kesulitan. 4. Libatkan karyawan  untuk melakukan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. Pagi itu saya melihat sendiri, Kyle William memberikan donasi 10.000 dolar kepada sebuah rumah sakit anak di Oklahoma City. Dengan demikian semua karyawan tahu bahwa perusahannya tidak hanya sekedar mencari keuntungan pribadi. Kepeduliannya terhadap sesama bisa memberikan nilai plus dan memeberikan makna bagi karyawannya. Tidak heran jika Tuhan memberkati apa yang dilakukannya.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju airport saya sempat memberikan kata kata dorongan untuk Kyle William. Saya juga berdoa agar Tuhan memakai pemuda yang rendah hati ini.  Berkali kali saya katakan &#8220;Tuhan selalu memberikan karunia untuk mendapatkan, kepada mereka yang gemar memberikan&#8221;  Dia mengaminkan apa yang saya katakan. Saya juga memberikan awasan kepadanya. &#8220;Don&#8217;t forget to give all the glory and honor to God, and make yourself zero.&#8221; Jangan lupa kembalika semua kemuliaan dan hormat kepada Tuhan dan jagalan sikap &#8220;saya tidak ada apa apanya, semua itu adalah kasih karunia dari Tuhan.&#8221;  Kalimat terakhir yang dia ucapkan sangat menyentuh hati saya: &#8221; Pak Paulus, pertemuan saya dengan anda bukanlah sebuah kebetulan tetapi ada dalam rencana Tuhan.&#8221; Please come back to Enid city  I love to have you&#8221;</p>
<p>Selama di dalam pesawat menuju kota Naples, Florida saya bersyukur kepada Tuhan bisa menjadi berkat bagi seorang pengusaha yang cinta Tuhan. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Pertemuan saya dengan Kyle William berbuntut panjang. Yang jelas Kyle dan para managernya akan datang ke Bali tahun ini dan membantu pelayanan yang kami lakukan. My friend is my wealth&#8230;&#8230;..thank you Jesus for Kyle William.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/01/22/meningkatkan-produktifitas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menemukan Makna Dalam  Panggilan Hidup</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/01/16/menemukan-makna-dalam-panggilan-hidup/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/01/16/menemukan-makna-dalam-panggilan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 13:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[berguna]]></category>

		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<category><![CDATA[kosong]]></category>

		<category><![CDATA[makna]]></category>

		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Saya masih ingat ketika seorang konsultan keuangan datang ke kantor lama di jalan Gatsu Timur 486 Denpasar. Siang itu saya benar benar terkejut dengan kehadiran James Wright. Saya terkejut bukan karena kekayaanya atau keahliannya dalam memberi nasehat kepada pelangannya. Yang membuat saya terkejut adalah keinginannya yang ia sampaikan sambil meneteskan airmata. Ia tidak menginginkan kekayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya masih ingat ketika seorang konsultan keuangan datang ke kantor lama di jalan Gatsu Timur 486 Denpasar. Siang itu saya benar benar terkejut dengan kehadiran James Wright. Saya terkejut bukan karena kekayaanya atau keahliannya dalam memberi nasehat kepada pelangannya. Yang membuat saya terkejut adalah keinginannya yang ia sampaikan sambil meneteskan airmata. Ia tidak menginginkan kekayaan karena sudah kaya. James juga tidak mendambakan gelar dan kedudukan karena sudah memilikinya. James Wright dalam umurnya yang sudah senja, masih belum menemukan makna kehidupan, itulah yang membuat saya bertanya tanya. Ternyata masih ada orang yang telah meraih segala yang diinginkan di masa mudanya, namun masih merasa kosong dan tidak berguna.</p>
<p>Perasaan kosong dan tidak berguna tidak hanya dimiliki oleh James, ada jutaan manusia di dunia ini yang menganggap dirinya sukses atau dianggap sukses oleh koleganya, disanjung oleh banyak orang, namun masih merasa kosong dan hidupnya tidak bermakna. Tidak heran jika John Maxwell menulis buku &#8220;From Success to Significant&#8221;.  Saya masih ingat lagu anak anak yang menceritakan tentang keinginan anak anak &#8221; Susan,  susan&#8230; besok gedhe mau jadi apa? Aku kepingin pinter biar jadi dokter.&#8221; Sahut Susan.   Tanyakanlah pada Susan, jika ia sudah menjadi Doker terus mau apa? Sukses bukanlah sebuah titik pencapaian, sukses yang sejati adalah proses. Definisi sukses yang baik adalah &#8220;menemukan tujuan hidup, memaksimalkan karunia dan menebar kebaikan kepada sesama. Dan ini berarti setiap hari kita punya kesempatan untuk mengukir sukses hingga Tuhan mengatakan &#8220;well done&#8221; - sabaslah hamba Ku yang baik.</p>
<p>Untuk bisa menemukan tujuan hidup kita harus memulai dengan pertanyaan dari mana asal kehidupan. Kalau kita mengaku bahwa hidup dimulai dari Tuhan dan akan berakhir pada Tuhan, maka sukses dalam kehidupan sangat berkaitan dengan apa panggilan hidup kita. Menemukan panggilan hidup merupakan sebuah langkah bijaksana yang membahagiakan. Yakobus pernah mengajukan pertanyaan kepada jemaat &#8220;Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yag muncul kemudian lenyap.&#8221;</p>
<p>Menemukan panggilan hidup memang tidak mudah. Itulah sebabnya banyak orang masih mengajukan pertanyaan &#8220;untuk apa aku dilahirkan?&#8221; Pada umumnya manusia melakukan sesuatu karena tiga alasan. 1. Melakukan sesuatu karena cari makan. 2 Melakukan sesuatu karena cari nama. 3 Melakukan sesuatu karena panggilan hidup. Dari ketiga alasan di atas, yang paling menonjol adalah alasan satu dan dua. Jika anda melakukan sesuatu dalam keseharian hanya untuk cari makan dan nama, maka anda akan memiliki nasib yang sama dengan teman saya James Wright. MUngkin anda sudah mendapatkan nama, kedudukan dan kecukupan namun tetap masih merasa hampa dan tidak berguna. Lakukanlah dua hal berikut ini: 1. Maksimalkan karunia dan potensi anda. 2 Gunakanlah ssemua potensi dan apa yang anda miliki untuk kebaikan. Makna hidup ditemukan saat anda bisa membuat orang lain bermakna. Kebahagiaan hidup akan menjadi miliki anda ketika anda bisa membuat orang lain bahagia. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2010/01/16/menemukan-makna-dalam-panggilan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>UNTUK ISTRIKU, IBU DARI KETIGA ANAKU &#8220;SELAMAT HARI IBU&#8221;</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/12/20/untuk-istriku-ibu-dari-ketiga-anaku-selamat-hari-ibu/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/12/20/untuk-istriku-ibu-dari-ketiga-anaku-selamat-hari-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 05:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[hari ibu]]></category>

		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<category><![CDATA[kasih]]></category>

		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[
(Diambil dari email-Luoisa)
Bila dahaga, yang susukan aku&#8230;..ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku&#8230;.ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut&#8230;.Ibu
Bila bangun tidur, aku cari&#8230;.ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang &#8230;.ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati&#8230;.ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah&#8230;.ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya&#8230;.ibu
Bila nakal, yang memarahi aku&#8230;.ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma&#8230;.ibu
Bila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="note_header">
<div>(Diambil dari email-Luoisa)</div>
<div>Bila dahaga, yang susukan aku&#8230;..ibu<br />
Bila lapar, yang menyuapi aku&#8230;.ibu<br />
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu<br />
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut&#8230;.Ibu<br />
Bila bangun tidur, aku cari&#8230;.ibu<br />
Bila nangis, orang pertama yang datang &#8230;.ibu<br />
Bila ingin bermanja, aku dekati&#8230;.ibu<br />
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah&#8230;.ibu<br />
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya&#8230;.ibu<br />
Bila nakal, yang memarahi aku&#8230;.ibu<br />
Bila merajuk, yang membujukku cuma&#8230;.ibu<br />
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah&#8230;.ibu<br />
Bila takut, yang menenangkan aku&#8230;.ibu<br />
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk&#8230;.ibu</div>
<div>
<p>Aku selalu teringatkan &#8230;.ibu<br />
Bila sedih, aku mesti telepon&#8230;.ibu<br />
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu&#8230;. .ibu<br />
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu<br />
Bila takut, aku selalu panggil&#8230; &#8220;ibuuuuu! &#8221;<br />
Bila sakit, orang paling risau adalah&#8230;.ibu<br />
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga&#8230;.ibu<br />
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku&#8230;.ibu<br />
Bila aku ada masalah, yang paling risau&#8230;. ibu<br />
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu<br />
Yang selalu masak makanan kegemaranku. &#8230;ibu<br />
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal&#8230;..ibu<br />
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku&#8230;.ibu<br />
Yang selalu berkirim surat dengan aku&#8230;ibu<br />
Yang selalu memuji aku&#8230;.ibu<br />
Yang selalu menasihati aku&#8230;.ibu<br />
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta<br />
persetujuan. &#8230;.ibu</p>
<p>Aku ada pasangan hidup sendiri&#8230;.<br />
Bila senang, aku cari&#8230;.pasanganku<br />
Bila sedih, aku cari&#8230;.ibu<br />
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada&#8230;.pasanganku<br />
Bila gagal, aku ceritakan pada&#8230;.ibu<br />
Bila bahagia, aku peluk erat&#8230;..pasanganku<br />
Bila berduka, aku peluk erat&#8230;..ibuku<br />
Bila ingin berlibur, aku bawa&#8230;.pasanganku<br />
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah&#8230;.ibu<br />
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku<br />
Bila sambut hari ibu&#8230;aku cuma dapat ucapkan &#8220;Selamat Hari Ibu&#8221;<br />
Selalu.. aku ingat pasanganku<br />
Selalu.. ibu ingat aku<br />
Setiap saat&#8230; aku akan telepon pasanganku<br />
Entah kapan&#8230; aku ingin telepon ibu<br />
Selalu&#8230;aku belikan hadiah untuk pasanganku<br />
Entah kapan&#8230; aku ingin belikan hadiah untuk ibu</p>
<p>Renungkan:<br />
&#8220;Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja&#8230;. masih ingatkah kau pada ibu?<br />
tidak banyak yang ibu inginkan&#8230; hanya dengan menyapa ibupun cukuplah&#8221;.</p>
<p>Berderai air mata jika kita mendengarnya. &#8230;&#8230;..<br />
Tapi kalau ibu sudah tiada&#8230;&#8230;. &#8230;<br />
IBUUUU&#8230;RINDU IBU&#8230;. RINDU SEKALI&#8230;.<br />
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya&#8230;.<br />
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya&#8230;..<br />
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya&#8230;..<br />
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya&#8230;&#8230; .<br />
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya&#8230;..<br />
dan akhir sekali berapa banyak yang men-DOA-kan  ibunya&#8230;&#8230;</p>
<p>Jika kamu menyayangi ibumu, &#8220;forward&#8221;kanlah website ini kepada sahabat-sahabat anda.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/12/20/untuk-istriku-ibu-dari-ketiga-anaku-selamat-hari-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Putriku</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/12/04/untuk-putriku/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/12/04/untuk-putriku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 11:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<category><![CDATA[Kata - Kata Bijak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi papa membeli sepuluh tangkai mawar merah untuk Mama.  Dan ini bukan kali pertama papa lakukan. Kalian mungkin bertanya dalam hati &#8221;mengapa papa memberikan bunga mawar untuk mama?&#8221; Papa melakukannya karena percaya Mama akan menyukainya. Ternyata sudah lama mama menunggu hadiah semacam itu, cuma tidak berani atau malu mengatakannya kepada papa. Baru akhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi papa membeli sepuluh tangkai mawar merah untuk Mama.  Dan ini bukan kali pertama papa lakukan. Kalian mungkin bertanya dalam hati &#8221;mengapa papa memberikan bunga mawar untuk mama?&#8221; Papa melakukannya karena percaya Mama akan menyukainya. Ternyata sudah lama mama menunggu hadiah semacam itu, cuma tidak berani atau malu mengatakannya kepada papa. Baru akhir akhir ini papa menemukan kesukaan wanita yang paling papa cintai. </p>
<p>Ada pelajaran penting yang bisa kita petik dibalik kisah yang papa sebutkan. Pertama, menemukan bahasa cinta itu penting dalam rangka menjaga romantika kehidupan.  Sejak papa menikah dengan mama, papa belum pernah membeli bunga mawar buat mama, karena tidak tahu bahwa itu sangat berarti. Sampai suatu saat mama mengatakan bahwa ia sangat menyukai mawar merah dan bunga sedap malam. Pertama kali papa membeli bunga buat mama itu bulan lalu tanggal 4 November 2009. Saat itu papa berada di kota Ambon. Dengan diam diam papa minta om Tomy membeli bunga mawar buat mama. Papa terkejut karena ada sebuah pesan balik yang ditulis oleh mama lewat skype dengan kalimat seperti ini &#8221; sudah 22 tahun saya menunggu hal seperti ini&#8221;. Hati papa bergetar ketika membaca kata kata itu. Seandainya papa tahu dari dulu, pasti sudah ada ribuan tangkai mawar merah yang buat mama</p>
<p>Ketahuilah bahwa 22 tahun itu sangat lama untuk menanti, ini adalah sebuah kebodohan yang tidak boleh terulang. Seharusnya waktu masa pacaran papa sudah menemukan apa yang menjadi kesukaan mama. Terkadang pertengkaran yang terjadi hanya disebabkan oleh masalah komunikasi yang  tidak nyambung lantaran perbedaan bahasa kasih. Memahami bahasa kasih itu sangat penting untuk menghindari salah paham dan pertengkaran. Nanti kalau kalian telah menemukan teman hidup, jangan lupa untuk mengenali bahasa cinta pasangan hidupmu. Untuk menemukan bahasa cinta, selain mengamati dan mempelajari prilaku pasangan hidupmu, jangan malu bertanya langsung kepadanya apa kesukaannya. Kalian tidak perlu malu ketika suamimu bertanya apa bahasa cintamu.</p>
<p>Kedua, bahasa cinta setiap orang berbeda. Kalian harus mengerti prinsip ini. Bahasa cinta kalian bertiga itu sangat berdeda. Timy adikmu yang ganteng itu sangat suka dibelikan hadiah. Masih ingat ketika dia ingin dibelikan mainan di Takashimaya? Bagi Timy bahasa cintanya adalah hadiah. Menurut papa, bahasa cinta Debie itu perkataan verbal yang berisi peneguhan dan pujian. Sedangkan Irine bahasa cintanya lebih banyak ke hadiah dan waktu kebersamaan. Terus terang, papa masih belum tahu persis bahasa cintanya Si hitam manis itu. Setahu papa ketika papa membelikan notebook Irene sangat menyukainya. </p>
<p>Ketiga, kebaikan kecil bisa memperkaya cintakasih. Papa tidak pernah menyangka betapa bahagianya mama ketika melihat bunga mawar itu. Dari sorot mata dan raut wajah mama, papa tahu ada sesuatu yang terjadi di dalam hatinya. Kalian tahu berapa harga mawar itu? Satu tangkai hanya lima ribu rupiah, namun bagi mama nilainya tidak terhingga. Nilai pemberian ada ditangan sipenerimanya.  Kebaikan kecil yang diberikan tepat pada waktunya akan memberikan makna yang besar kepada sipenerimanya. Papa mengamati, hari itu mama sangat bahagia karena telah menerima bunga dengan makna &#8221;kamu sangat penting dan berharga.&#8221; Dan makna itu juga berada di benak sipenerima bukan sipemberi. Masih ingatkah kalian waktu papa membelikan parfum dari Sydney? Buat papa itu adalah sesuatu yang mahal, bagi kalian belum tentu dimaknai seperti itu. Sebaliknya kalian pernah membuatkan secangkir kopi buat papa, bagi papa itu adalah sebuah kebaikan yang tidak pernah akan dilupakan.</p>
<p>Doa papa, kiranya tulisan ini akan mempersiapkan kalian menjadi makluk Tuhan yang berbahagia ketika memasuki dunia pernikahan. Tidak semua orang bahagia dalam pernikahan mereka, karena gagal memahami satu dengan yang lain. Persiapkan dirimu mulai dari sekarang supaya tidak kaget waktu menghadapi perbedaan. Pernikahan yang sukses menuntut jatuh cinta berkali kali kepada orang yang sama. Dan untuk jatuh cinta berkali kali diperlukan pengampunan dan kasih karunia dari Tuhan. SELAMAT MENCOBA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/12/04/untuk-putriku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBUANG MANUSIA LAMA</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/22/membuang-manusia-lama/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/22/membuang-manusia-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 05:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[BERUBAH]]></category>

		<category><![CDATA[hidup baru]]></category>

		<category><![CDATA[manusia lama]]></category>

		<category><![CDATA[pertobatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[

MEMBUANG MANUSIA LAMA
 
He who rejects change is the architect of decay.  The only human institution which rejects progress is the cemetery.  ~Harold Wilson
 
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: "><span style="color: #321d02;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: normal; text-align: center; mso-layout-grid-align: none;" align="center"><strong><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;">MEMBUANG MANUSIA LAMA</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: normal; text-align: center; mso-layout-grid-align: none;" align="center"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">He who rejects change is the architect of decay.  The only human institution which rejects progress is the cemetery.  ~Harold Wilson</span></em><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: normal; text-align: center; mso-layout-grid-align: none;" align="center"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;">Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, <span style="mso-bidi-font-style: italic;">harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya</span>. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. (Efesus 4:21-28)</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;">Salah satu cara untuk mengalami pembaharuan dalam hati adalah dengan membuang manusia lama yang menjerumuskan manusia kepada kesesatan dan kebinasaan. Apa susahnya membuang manusia lama? Inilah yang menjadi titik persoalannya. Kata yang dipakai dalam bahasa aslinya adalah </span><em><span style="font-family: &quot;TITUS Cyberbit Basic&quot;,&quot;serif&quot;; mso-hansi-font-family: Georgia;">apothesthai</span></em><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia; mso-fareast-font-family: 'TITUS Cyberbit Basic';"><span style="mso-spacerun: yes;">  </span>to put away. Gambaran yang paling jelas adalah seorang<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>yang sedang menanggalkan jubah atau pakaian.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Kelakuan atau behavior kita ini digambarkan seperti jubah atau pakaian yang menyatu dengan kita. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia; mso-fareast-font-family: 'TITUS Cyberbit Basic';"><span style="color: #000000;">Tidak semua orang menyukai pakaian yang baru. Terkadang ada yang lebih menyukai pakaian lamanya dari pada yang baru karena alsan kenyamanan. Tidak terlalu sulit melihat contoh kenenaran ini. Istri saya mempunya baju tidur kesayangan yang sudah sobek karena termakan oleh waktu. Begitu sayangnya dengan baju kesukaan itu<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>meskipun sudah ketinggalan jaman, dia tetap memakainya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia; mso-fareast-font-family: 'TITUS Cyberbit Basic';"><span style="color: #000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia; mso-fareast-font-family: 'TITUS Cyberbit Basic';"><span style="color: #000000;">Demikianlah dengan kebiasaan manusia yang sudah menyatu menjadi sikap hidup. Rasanya sulit untuk bisa mengubah sebuah kebiasaan yang sudah menjadi bagian hidup bertahun tahun lamanya. Ibarat benang yang sudah ditenun menjadi kain, begitu sulit untuk melepaskannya satu persatu. Hari ini kita sudah berjanji dihadapan istri<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>untuk berubah, ternyata perbuatan yang sama terulang lagi untuk bertahun tahun lamanya. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Untuk mengubah sikap, dibutuhkan perubahan cara berfikir lebih dahulu.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jika pola pikir yang lama masih bercokol, maka pikiran pikiran yang baru sulit sekali bekerja dan memberi dampak dalam hidup ini. Istilah alkitabnya adalah “anggur yang baru tidak bisa ditampung di kirbat yang lama.” </span></span><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">All changes, even the most longed for, have their melancholy; for what we leave behind us is a part of ourselves; we must die to one life before we can enter another.  ~Anatole France</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Seorang ibu yang bijak dalam merawat kesehatan bayinya sudah tahu bagaimana caranya mengganti popok. Sebelum memakaikan popok yang baru, ia akan menanggalkan popok yang lama dan membersihkan kotoran yang menempel ditubuh. Jika popok yang baru langsung dipakaikan diatas popok yang lama, maka yang baru akan ikut bau dan kotor. Gambaran ini sangat<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>mudah untuk dicerna dan diterapkan. Untuk mendapatkan yang baru, kita harus rela membuang yang lama.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jika tidak maka yang baru tidak akan berfungsi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Kita semua mengalami sulitnya berubah dalam pola pikir. Meskipun kita mendengar kebenaran setiap hari, membaca Firman, mendengarkan khotbah atau ikut kelompok pemahaman Alkitab, jika pikiran lama kita tidak ditanggalkan maka kita tidak akan mengalami perubahan prilaku.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Hasilnya adalah kemandegan hidup yang menjemukan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Tidak adanya perubahan adalah simbol kematian. <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Growth is the only evidence of life.  ~John Henry Newman, <span style="mso-bidi-font-style: italic;">Apologia pro vita sua</span>, 1864</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Menanggalkan pola pikir yang lama berarti kita tidak akan<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>menggunakan konsep palsu yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Yang saya maksudkan dengan konsep palsu adalah kebohongan kebohongan yang kita percayai. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Kita mendapatkan konsep itu dari pengalaman, orang tua, guru atau teman. Jika anda berfikir bahwa nilai diri anda sangat dipengaruhi oleh harta miliki yang berharga mahal, maka anda sedang mempercayai kebohongan yang dihembuskan oleh gaya hidup materialists.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jika anda merasa lebih berharga dengan menggendarai mobil BMW, dibanding tetangga yang menggendarai sepeda motor Yamaha, Anda sudah termakan oleh bujukan si Iblis. Saya bertemu dengan begitu banyak pria yang telah mengorbankan kehidupan rohaninya dan bahkan kehidupan rumah tangganya gara gara mengejar karir dan jabatan. Prilaku itu dijiwai oleh keyakinan yang mengatakan “jati diri saya sangat dipengaruhi oleh kedudukan dan jabatan”. Tidak heran jika orang orang ini pada akhirnya terobsesi untuk mendapatkan kedudukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Mengoreksi kelakuan tanpa mengubah cara berfikir itu sia sia. Selama pola pikir tidak berubah, kelakuanpun tidak akan berubah. Para koruptor itu tidak akan bertobat jika mereka tidak pernah menyadari bahwa korupsi adalah sebuah tindakan perampokan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Mereka melakukan tindakan yang korup karena selama ini mereka tinggal di sebuah system yang memang membiarkan tindakan itu terjadi. Lambat laun mereka menagkap kesan bahwa kosrupsi is ok, karena hampir semua temannya melakukannya dan sistem mendukungnya. Terbiasa melakukan kesalahan dengan banyak orang bisa membuat kesalahan menjadi tindakan yang dianggap wajar dan bahkan benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Rasul Paulus mengharuskan setiap jemaatnya untuk menanggalkan manusia lama. Ini berarti bukan sebuah pilihan, tetapi kewajiban<em style="mso-bidi-font-style: normal;">.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></em></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;">Sebab itu tanggalkanlah manusia lama dengan pola kehidupan lama yang sedang dirusakkan oleh keinginan-keinginannya yang menyesatkan.</span></span></em><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"> </span></em><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;">Hendaklah hati dan pikiranmu dibaharui seluruhnya.</span></span></em><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="color: #321d02; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"> </span></em><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;">Hendaklah kalian hidup sebagai manusia baru yang diciptakan menurut pola Allah; yaitu dengan tabiat yang benar, lurus dan suci. (Efesus 4:22-24)</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 3pt; line-height: normal; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; mso-bidi-font-family: Georgia;"><span style="color: #000000;">Manusia lama harus ditinggalkan, karena arahnya sudah jelas, yaitu kebinasaan. Pembaharuan pola pikir tidak bisa dilakukan setengah setengah. Itulah sebabnya pikiran dan hati harus dibaharui secara total, bukan tambal sulam. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Kalau Firman Tuhan memerintahkan, berati kita akan diberi kemampuan untuk melakukannya. </span></span></p>
<p><font color="#321d02"> </p>
<p></font></span> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/22/membuang-manusia-lama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BEBAS DARI KESERAKAHAN</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/09/bebas-dari-keserakahan/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/09/bebas-dari-keserakahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 06:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[jujur]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[KPK]]></category>

		<category><![CDATA[serakah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Keserakahan adalah musuh kemanusiaan. Itulah sebabnya semua agama mengajar umatnya untuk menjauhkan diri dari sifat tamak atau loba. Dampak negatif dari ketamakan memang sangat menghancurkan. Saya membaca sebuah artikel yang menjelaskan bahwa setiap hari ada sekitar tiga puluh ribu anak yang mati karena kelaparan atau penyakit yang berkaitan dengan kemiskinan. Mereka adalah masyarakat awam yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keserakahan adalah musuh kemanusiaan. Itulah sebabnya semua agama mengajar umatnya untuk menjauhkan diri dari sifat tamak atau loba. Dampak negatif dari ketamakan memang sangat menghancurkan. Saya membaca sebuah artikel yang menjelaskan bahwa setiap hari ada sekitar tiga puluh ribu anak yang mati karena kelaparan atau penyakit yang berkaitan dengan kemiskinan. Mereka adalah masyarakat awam yang telah menjadi korban eksploitasi dari oknum oknum yang serakah. Dampak negatif keserakahan bahkan bisa menghancurkan hubungan keluarga, pertemanan dan pelayanan. Oleh karena itu Alkitab mengajak kita sekalian untuk membebaskan diri dari sikap buruk yang satu ini.</p>
<p>Kata serakah yang dalam bahasa Yunaninya adalah plenosias artinya keinginan yang tidak bisa dikontrol atau inordinate desire. Semua keserakahan dimulai dari keinginan untuk memiliki lebih. Landasan utamanya adalah khawatir kalau tidak cukup.  Bagi orang serakah tidak ada istilah cukup. Seorang menggambarkan keserakahan itu seperti iblis yang punya mulut kecil degan perut yang sangat besar. Kebanyakan orang yang erakah adalah orang yang sudah tergolong &#8220;punya&#8221;. Mereka sudah punya gaji, kedudukan, jabatan namun masih juga tega mengeruk keuntungan dengan cara yang haram. Coba simak surat kabar atau media elektronik yang lainnya. Orang orang yang diburu oleh KPK (Komisi Pembrantasan Korupsi) adalah mereka yang tergolong sudah mapan hidupnya. Saya tida pernah melihat ada pemulung di kejar kejar polisi atau KPK gara gara tersangkut masalah korupsi.</p>
<p>Firman Tuhan banyak menggambarkan bahwa yang namanya ketamakan itu adalah akar dari segala kejahatan. Bukan hanya tamak akan uang, tetapi juga tamak kedudukan, gila hormat, gila pangkat, dll. Karena itu kita harus berani menengok hati kita masing masing, jika masih ada benih keserakahan dalam hati, sebaiknya segera disingkirkan. Manusia lahir dengan kemampuan untuk percaya, sekaligus menjadi serakah dan yang tinggal paling lama dalam diri adalah sikap serakah. Sikap ini mamang sudah menjadi bahaya laten yang perlu diwaspadai. Jika ia masuk di system pemeritahan, maka yang muncul adalah tikus tikus negara mulai dari koruptor kelas teri hingga perampok kelas kakap. Kalau ketamakan merasuk dalam dunia pelayanan, ia bisa menghancurkan nama baik, merusak reputasi dan nama Tuhan tidak dipermuliakan. Jika keserakahan masuk dalam rumah tagga, ia bisa menghancurkan keutuhan rumah tangga, mentelantarkan anak istri dan mencemari hubungan.</p>
<p>Pertanyaannya adalah &#8220;bagaimana caranya seorang anak manusia bisa benar benar bebas dari sifat serakah&#8221;? Tidak terlalu sulit bagi mereka yang benar benar mau terbebas. Cukup dengan mengubah cara pandang kita terhadap harta benda, maka kita bisa terbebas dari segala ketamakan dan kejahatan yang menyertainya. Salah satunya adalah dengan melakukan reposisi hati. Kalau dulu hati kita dikuasai oleh harta, maka sudah saatnya hati kita yang menguasai harta. Lalu apa tandanya jika sorang sudah benar benar bisa menguasai hartanya? Belajarah seperti nabi Ayub. Ketika semua harta bendanya ludes di sambar petir dan dijarah orang, ia berlutut sambil mengatakan &#8220;Aku lahir dengan telanjang aku kembali dengan telanjang juga. Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/09/bebas-dari-keserakahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Anda Bisa lakukan Dengan Uang 57 Cent?</title>
		<link>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/06/apa-yang-anda-bisa-lakukan-dengan-uang-57-cent/</link>
		<comments>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/06/apa-yang-anda-bisa-lakukan-dengan-uang-57-cent/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 01:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paulus W.</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[beramal]]></category>

		<category><![CDATA[berkorban]]></category>

		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>

		<category><![CDATA[memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pauluswiratno.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[


















Seorang anak perempuan berdiri didekat sebuah gereja kecil, ia tidak bisa memasukinya karena gereja itu “terlalu sesak.”

”Aku tidak bisa ikut Sekolah Minggu,” ia berkata sembari terisak-isak kepada sang pendeta yang menemuinya. 
Melihat kelusuhannya, penampilannya yang kumal, sang pendeta sudah menduga apa masalahnya dan, ia memegang tangan anak perempuan itu, membawanya masuk kedalam gereja, dan mengambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment--></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p class="MsoNormal" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="center"><!--StartFragment--></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Seorang anak perempuan berdiri didekat sebuah gereja kecil, ia tidak bisa memasukinya karena gereja itu “terlalu sesak.”</span><span lang="IN"><br />
<span><br />
”Aku tidak bisa ikut Sekolah Minggu,” ia berkata sembari terisak-isak kepada sang pendeta yang menemuinya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Melihat kelusuhannya, penampilannya yang kumal, sang pendeta sudah menduga apa masalahnya dan, ia memegang tangan anak perempuan itu, membawanya masuk kedalam gereja, dan mengambil tempat duduk bagi anak itu untuk mengikuti kelas Sekolah Minggu. Anak itu sangat gembira karena ia bisa berada di sekolah Minggu, dan malam itu ia beranjak tidur dengan memikirkan anak-anak lainnya yang tidak mendapat tempat untuk menyembah Yesus. </span><span lang="IN"><br />
<span><br />
Sekitar dua tahun kemudian, anak perempuan itu ditemukan mati di sebuah bangunan kontrakan yang miskin. Orang tuanya memanggil sang pendeta yang baik hati itu yang telah berteman dengan anak mereka untuk memimpin upacara penguburan anak tersebut. </span><br />
<span><br />
Ketika mayat anak perempuan itu dipindahkan, sebuah dompet berwarna merah yang lusuh dan kumal yang mungkin dia pungut dari sebuah tempat sampah ditemukan. </span><br />
<span><br />
Didalamnya terdapat uang 57 sen dan sebuah catatan, coretan tangan khas seorang anak, bunyinya: “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil itu supaya menjadi lebih besar supaya ada semakin banyak anak yang dapat pergi ke Sekolah Minggu.” </span><br />
<span><br />
Selama dua tahun ia telah menabung persembahan kasih itu. </span><br />
<span><br />
Ketika sang pendeta membaca catatan itu dengan berlinang air mata, ia seketika mengetahui apa yang seharusnya ia lakukan. Dengan membawa catatan dan dompet merah itu dihadapan jemaatnya, ia menceritakan cerita tentang kasih dan kesetiaan anak perempuan yang tidak mementingkan dirinya sendiri itu. </span><br />
<span><br />
Ia menantang para diakennya untuk bekerja keras dan mengumpulkan cukup uang untuk bangunan yang lebih besar. </span></span></p>
<p>Tetapi cerita ini tidak berakhir disitu saja <span>&#8230;. </span><br />
<span><br />
Sebuah koran mendengar cerita itu dan menerbitkannya. Cerita itu kemudian dibaca juga oleh seorang pengusaha perumahan yang kaya raya yang kemudian menawarkan kepada gereja tersebut sebidang tanah yang berharga ribuan dollar. </span><br />
<span><br />
Ketika ia diberitahu bahwa gereja tersebut tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk membayar tanah yang ditawarkannya, ia kemudian menawarkan untuk menjual kepada gereja kecil itu seharga 57 sen saja. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Para jemaat gereja berhasil mengumpulkan sumbangan yang sangat banyak. Cek datang dari mana-mana. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Selama lima tahun kemudian, pemberian anak perempuan itu telah meningkat menjadi sebanyak $250,000.00—sebuah jumlah yang sangat banyak waktu itu (hampir ketika abad berganti). Kasihnya yang tidak egois itu telah menghasilkan demikian banyak keuntungan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jika anda berada di kota <span> </span></span><span style="text-decoration: underline;"><span lang="IN">Philadelphia </span></span><span lang="IN">, sempatkanlah untuk melihat <span style="text-decoration: underline;"><span>Gereja Temple Baptist</span></span>, sebuah gereja dengan kapasitas tempat duduk bagi 3.300 orang. Dan pastikan juga anda mengunjungi <span style="text-decoration: underline;">Universitas Temple</span>, dimana ratusan mahasiswa belajar.</span></p>
<p>Lihatlah juga <span style="text-decoration: underline;">Rumah Sakit<span> </span>Good Samaritan</span> dan juga sebuah gedung Sekolah Minggu yang dapat menaungi ratusan anak-anak, dibangun supaya tidak ada anak di wilayah itu yang harus berdiri diluar gereja karena tidak bisa mengikuti Sekolah Minggu.</p>
<p>Di salah satu ruangan dari gedung-gedung tersebut ada sebuah gambar wajah manis anak perempuan yang memberikan uang 75 sen itu, yang telah menabung dengan begitu banyak pengorbanan, yang juga telah membuat sebuah sejarah yang begitu luar biasa. Disampingnya adalah sebuah foto dari pendetanya yang baik hati,<span> Dr. Russell H. Conwell, penulis buku, &#8216;Acres of Diamonds&#8217;. </span></p>
<p>Ini adalah sebuah kisah nyata, yang menunjukkan APA YANG TUHAN BISA PERBUAT DENGAN UANG 57 SEN<span>.</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
<p class="MsoNormal" align="center">
<p class="MsoNormal" align="center">
<p class="MsoNormal" align="center">
<p class="MsoNormal" align="center">
<p class="MsoNormal" align="center">
<p class="MsoNormal" align="center"><span style="font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-size: 13px; line-height: 19px;"><br />
</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pauluswiratno.com/index.php/2009/11/06/apa-yang-anda-bisa-lakukan-dengan-uang-57-cent/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
