• Paulus Wiratno

CERITA AKHIR PESTA

Mujizat air menjadi anggur menyisakan banyak pertanyaan. Seandainya ada yang menjawab, hilanglah semua penasaran. Salah satu pertanyaan adalah ‘mengapa anggur yang terbaik baru disajikan di akhir pesta padahal biasanya di awal?’


Ada yang garuk garuk kepala sambil bertatapan mata. Para pelayan tidak bisa tidur sepanjang malam ‘air hisa berubah menjadi anggur?’ Itu benar benar air, mata kepala dan tangan saya yang menjadi saksinya. Sungguh luar biasa bukan rekayasa. Seumur umur baru kali ini aku melihatnya. Tanpa banyak bicara, hati merekapun percaya bahwa Anak Tukang Kayu itu memang memiliki kekuatas adi daya.

Lihatlah wajah sang pemimpin pesta. Lidahnya tidak berhenti mengecap rasa. Sambil memikirkan keanehan yang nyata. Ia sendiri tidak percaya ‘dari mana datangnya anggur rasa istimewa yang ada di akhir jamuan pesta’?

Tanpa menunggu lama, ia segera bertanya kepada mempelai pria “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Ternyata Yesus bisa membuat akhir menjadi seperti awal. Benarlah apa yang pernah ia katakan ‘Aku adalah yang awal dan yang akhir”


Kedua mempelai ikut penasaran. Setelah pesta usai, mereka menunda aktivitas malam pertama. Ini spekulasi saya. Kemungkinan besar mereka masih belum bisa memahami apa yang baru saja terjadi. Tak habis habisnya mereka berterima kasih kepada Allah karena ada yang telah menyelamatkan muka mereka berdua. Coba bayangkan jika krisis air anggur itu terjadi selama pesta, mereka akan jadi buah bibir penduduk Kana. Sisa hidup mereka akan menangung malu. Sukacita mereka sirna berubah menjadi derita.


Maria ibu Yesus pulang ke rumah sambil tersenyum bangga. Putranya telah melakukan pekerjaan yang mulia, meski belum tiba waktunya. Apa yang dilakukannya telah menyelamatkan pernikahan. Memberi solusi disaat krisis terjadi. Ia tahu persis kemampuan putranya. Maka tanpa ragu ia memanggil pelayan pelayan untuk menghadap Yesus dan melakukan apa saja yang Ia katakan tanpa banyak pertanyaan. Sungguh luar biasa, semua tidak pernah menyangka. Ketaatan sering menghasilkan keajaiban saat tidak dibumbui oleh keraguan. Percayalah kepada-Nya dan lakukan firman-Nya.


“Anggur terakhir” adalah sebuah pesan kepada yang sudah menikah. Bahwa nikmat dalam pernikahan bukan hanya dikecap di awal saja. Allah sanggup membuat pernikahanmu terasa ‘manis’ sampai di akhir hidupmu. Jangan pikir bahwa lamanya ‘bulan madu’ hanya seumur buah jambu. Tuhan bisa membuat nikmat pernikahanmu seumur pohon sagu.

Inilah pelajarannya. 1. Yang penting undang Yesus dalam pernikahan dan rumah tanggamu bukan hanya dalam pesta. 2. Lakukan apa yang menjadi perintah-Nya tanpa banyak tanya. 3. Bagikan anggur kebahagiaan kepada tetangga dan teman teman anda. Jangan diminum sendirian. Artinya, kalau ada keajaiban jangan disimpan. Ceritakan saja kepada mereka yang bersedia mendengarkannya. 4. Terakhir, share atau bagikan renungan ini kepada semua sahabat anda.





0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com