• Paulus Wiratno

ARTI MENGAMPUNI

Banyak yang bilang ‘sudah mengampuni’, tetapi kalau lihat wajah orang yang diampuni, dada terasa sesak dan irama denyut nadi jadi tidak teratur. Lydia bilang sudah memaafkan, namun saat melewati tempat kejadian pengkhianatan, tiba tiba jadi pusing kepala. Seorang hamba Tuhan berkali kali mengatakan, ‘sudah lama aku mengampuninya’ namun setiap kali nama orang itu disebutkan, tiba tiba wajah jadi tegang dan segera mencari kesalahan demi kesalahan. Inikah yang namanya mengampuni?


“To forgive means to send away atau to let it goes.“ Intisari mengampuni adalah membiarkan dendam atau kepahitan itu pergi. Seperti orang yang membawa beban sambil berjalan menaiki bukit. Beban yang berat menahan dan memperlambat langkah kakinya. Bisa pingsan sebelum sampai ditujuan. Cara terbaik untuk bisa melanjutkan perjalanan adalah dengan melepaskan beban atau membiarkan ‘porter’ membawa bebannya.


Tidak mengampuni berarti menahan atau menyimpan beban. Sebentar lagi pasti menderita akibat tekanan. Menyimpan sakit hati sama dengan meneguk asam sianida. Siapa yang celaka, yang minum racun atau yang memberi racun? Tidak memaafkan sama dengan memimum racun, dan racun itu pasti akan membunuh yang meminumnya.


Dengan gamblang kitab suci menuliskan bahwa kewajiban kita adalah mengampuni. Sedangkan ‘pembalasan’ adalah milik Tuhan. Hanya ada dua yang mejadi bagian atau milik Tuhan, ‘persepuluhan’ dan ‘pembalasan’. Membiarkan Tuhan mengambil bagiannya adalah langkah yang sangat bijaksana.


Kegagalan dan keengganan mengampuni sering dilatar-belakangi oleh kesalahan berpikir. Kita pikir kalau kita mengampuni maka orang yang diampuni akan merasa ‘keenakan’ atau lebih bahagia. Yang lebih enak hatinya dan bahagia hidupnya adalah yang mengampuni bukan yang bukin kesalahan.


Ada yang tidak bersedia mengampuni karena takut kalau yang bikin salah akan bebas dari konsekwensi dari perbuatannya. Memgampuni tidak tidak selalu membebaskan orang dari segala konsekwensi. Saya mengampuni pembantu yang telah mencuri perhiasan dan uang tabungan istri. Namun tuntutan hukum terus bejalan sebagaimana seharusnya.


Bertahun tahun, Jefry tidak bersedia mengampuni istrinya yang selingkuh dengan karyawannya. Dia ketakutan, jangan jangan kalau aku mengampuni nanti istrinya akan mengulangi perbuatannya. Pengampunan melibatkan iman. Keyakinan menolong kita mengasihi mereka yang pernah melukai kita.


Memgampuni juga tidak menuntut

anda untuk langsung mempercayai orang orang yang telah mengkhianati. Kepercayaan yang sudah hancur sulit untuk dibangun kembali. Terserah Anda apakah mau mempercayainya lagi atau tidak, yang penting hati sudah bersih dari kemarahan atau kepahitan.

464 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com