• Paulus Wiratno

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Updated: Feb 13, 2019

Orang akan bahagia saat bisa menaklukan keinginan. Untuk itu diperlukan ketrampilan ‘mengelola keinginan’. Jika tidak, anda akan mengalami sulit tidur saat tetangga bisa membeli Toyota Inova atau membangun rumah baru. Dengan tegas Yesus pernah memberikan peringatan ‘Waspadalah terhadap segala ketamakan...’ Kata yang dipakai adalah ‘plenosias’ artinya serakah. Orang serakah adalah mereka yang dikendalikan oleh keinginan.


Hobi orang serakah adalah menghitung rejeki orang lain, kemudian berusaha untuk mendapatkan dan menambah kekayaannya. Bagi orang serakah tidak ada istilah cukup. Makanya di rumah orang serakah tidak ada ucapan syukur. Jangan heran jika suasana rumah terasa gersang dari kebahagiaan. Di rumah orang serakah ada banyak iri hati dan kegelisahan.


Untuk menaklukan ‘keinginan’ yang mencuri kebahagiaan, hati ini harus dipenuhi dengan rasa cukup. Mereka yang dikuasai rasa cukup akan terbebas dari rasa kurang dan cinta akan uang. Belajarlah dari rasul Paulus dalam hal mencukupkan diri dengan apa yang ada. Untuk itu diperlukan disiplin rohani. Mulailah setiap hari dengan mengucap syukur dengan apa yang ada. Bawalah setiap rejeki di kaki Tuhan dan renungkanlah betapa setia kasih-Nya setiap hari.


Bukankah Tuhan Yesus sudah mengajarkan dalam doa “Berilah kepada kami pada hari ini makanan yang secukupnya” Merasa cukup menempatkan hati kita pada kepastian bahwa Tuhan akan selalu memelihara hidup kita.

Kepuasan hidup dimulai dengan pemahaman akan arti hidup. Hidup tidak tergantung dari makanan tetapi Allah yang memberi rejeki dan makanan setiap hari. “Janganlah hidupmu dikuasai oleh cinta akan uang, tetapi hendaklah kalian puas dengan apa yang ada padamu. Sebab Allah sudah berkata, "Aku tidak akan membiarkan atau akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)


Waspadalah jika di hati ini mulai muncul benih iri hati saat melihat kelebihan orang lain. Rasa iri bisa mengusir rasa cukup. Ini bisa menjadi biangnya ketidak bahagiaan yang berujung rumah sakit. Maka benarlah kata nasehat kuno yang mengayakan “iri hati bisa membusukan tulang”. Renunhkanlah, sekarang juga. Lipat tangan dan bersyukurlah.


253 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com