• Paulus Wiratno

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya senang membuat layang layang dan bahkan pernah jualan layang layang. Ada dua kebanggaan yang dimiliki oleh seorang pemain layang layang, yang pertama adalah saat bisa

menaikan layangan dalam ketinggian maksimal, dan yang kedua adalah saat bisa memenangkan pertandingan dengan memutuskan benang lawan.


Begitu indahnya permainan layangan hingga menjadi sebuah lagu pada tahun tujuh puluhan. Siapa lagi kalau bukan Koes Plus yang mencipta dan memperkenalkannya "Layang layang layang layang yang ku sayang. Jauh tinggi melayang akhirnya jatuh di hutan

Benang panjang benang panjang ikut melayang. Hancur lebur berantakan karena datangnya hujan" Setelah menyimak indahnya permainan layang layang, ternyata ada pelajaran iman yang luar biasa.


Untuk bisa menaikan layang layang diperlukan angin yang kencang. Jika tidak ada angin, layang layang tidak akan bisa terbang. Demikian juga dengan iman kita. Iman hanya bisa bertumbuh saat ada tantangan atau ujian kehidupan. Semakin tinggi layangan, semakin kencang anginnya. Semakin tinggi kualitas iman, semakin besar tantangannya. Bayangkan jika dalam hidup ini tidak ada yang namanya, masalah atau pergumulan. Akankah iman kita bertumbuh?


Jangan heran jika Tuhan Yesus pernah mengajak para murid menyeberang dan mengijinkan para murid melihat gelombang dan angin kencang yang hampir menenggelamkan perahu di danau itu. Pasti ada maksud dibalik semua kesulitan di tengah danau malam itu.

Mereka belajar tentang kuasa Yesus yang sanggup meneduhkan angin ribut. Saya yakin Petrus dan kawan kawan pasti belajar sesuatu yang tidak akan pernah terlupakan. Makanya Yabobus dengan jelas mengatakan "Anggaplah sebagai kebahagiaan apabila kamu jatuh dalam berbagai pencobaan."


Selain angin yang kencang, layang layang juga membutuhkan benang yang kuat untuk tetap bisa mengudara. Kekuatan benang harus bisa menahan kekuatan angin. Jika tidak, layang layang akan putus, jatuh melayang ke tempat yang jauh. Keyakinan atau iman bisa diibartkan seperti benang. Semakin kuat iman kita semakin tinggi tingkat kebahagiaan hidup ini.


Iman yang lemah akan mudah diserang rasa khawatir. Dan saat khawatir mulai menguasai pikiran, sukacita akan hilang dan damai sejahtera sulit didapatkan. Tahukan Anda bahwa iman dan khawatir itu seperti "Timbangan Duduk". Saat iman kita kuat, khawatir akan hilang. Demikian juga sebaliknya. Terserah berat yang mana, khawatir atau iman?


Ada satu yang tidak bisa dilupakan supaya layangan bisa tetap melayang di awan, yaitu orang yang memegang benang. Tanpa ada yang memegang, layang layang akan melayang tanpa atah dan jatuh di hutan. Pegangan hidup ini penting sekali, karena dialah yang akan mengendalikan arah, dan menyelamatkan kita dari hujan. Salah satu musuh layang layang adalah air hujan. Biasanya sang pemilik layangan akan menurunkannya sebelum hujan tiba, kalau tidak layangan akan hancur


berantakan. Siapa yang memegang kendali hidup, akan menentukan kualitas hidup. Saya yakin dalam hal ini adalah Firman Tuhan. Saat kita dikendalikan oleh kebenaran, amanlah perjalanan hidup ini. Tidak peduli seberapa kencang angin bertiup, jika ada yang mengendalikan layang layang, pasti akan aman. Tidak peduli seberapa berat tantangan, selama Anda mengijinkan Firman Tuhan mengendalikan hidup Anda pasti ada damai sejahtera dan sukacita.


Angin boleh bertiup dengan kencang, tetapi benang harus kuat dan pemegang benang harus pandai bermain. Jika keduanya sudah memenuhi syarat, maka layang layang bisa terbang tinggi dan bermain di tengah angin yang kencang. Inilah hidup, selalu ada tantangan, ujian atau pencobaan. Selama iman kuat dan pengangan hidup jelas, kita akan bisa menikmati tantangan dan pergumulan. Selamat

36 views

Recent Posts

See All

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com