LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

BERANI KEHILANGAN

Tidak ada yang bisa menebak kapan dan dimana ajal kita tiba. Semua itu urusannya Yang Maha Kuas. Jika sudah tiba waktunya, tidak ada yang bisa membatalkannya. Tahta, harta, kuasa dan kepandaian manusia juga tidak mampu menunda kematian. Yang bisa kita lakukan hanyalah berserah dan tabah.


Semua yang kasad mata dan bisa diraba hanyalah sementara. Semua yang kita miliki hanyalah titipan ilahi. Jangan dipegang terlalu erat, jangan dipandang terlalu lama, sebentar lagi akan hilang atau berpindah tangan. Atau pergi menghadap Sang Khalik. Milikilah filosofi hidup seperti nabi Ayub ‘Aku lahir dengan telanjang, aku kembali dengan telanjang. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil”


Ayat ini bagaikan ‘jimat’ pegangan hidup untuk menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan. Saat hilangan harta atau orang yang anda cintai, relakanlah mereka. Apalagi kalau harus menghadap yang Maha Segalanya. Memang mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Namun tidak berarti ‘tidak bisa dilakukan’


Tidak semua orang mempersiapkan diri untuk kehilangan. Bahkan ada yang berpikir, jika saya masih memiliki segalanya, maka hidup saya pasti akan bahagia. Merekalah yang akan kecewa saat nilai harta berubah atau sertifikat tanah dan rumah berganti nama. Tidak sedikit yang kehilangan arah dan menjadi gila.


Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan. Celakalah orang yang mengandalkan manusia. Saatnya memperkuat manusia batiniah kita supaya hati jadi tabah. Sehingga waktu menghadapi musibah iman dan keteguhan hati tidak akan goyah. Mendekat kepada Allah. Menerima kenyataan apa adanya. Syukuri semua yang sedang terjadi dan belajarlah dari setiap pengalaman, baik yang pahit atau manis.



287 views