• Paulus Wiratno

BERDAMAI DENGAN MASA LALU

Bayangan diri anda akan slelau mengikuti anda kemanapun pergi. Saat berjalan ia ikut berjalan saat berhenti ia berhenti. Pernahkan anda berusaha menangkap bayangan? Sia sia! Seperti usaha menangkap angin. Anda tidak bisa membunuh atau menangkap bayangan, yang bisa anda lakukan adalah berdamai dengan bayangan.


Setiap manusia memiliki bayangan masa lalu yang selalu mempengaruhi masa kini dan masa depan kita. Diakui atau tidak siapa kita hari ini adalah produk dari masa lalu. Benarlah apa yang dikatakan oleh seorang filsuf ‘manusia menghadapi masa depan dengan masa lalu’.


Hanna sering dilecehkan secara seksual oleh ayah kandungnya sejak berumur 9 tahun hingga umur 19 tahun. Akibatnya ia menyimpan kemarahan terhadap dirinya dan ayahnya. Pandangnya tentang seks sangat negatif. Waktu Hanna menikah dengan Robert, immasih membawa ‘bayangan masa lalu’. Pernikahannya menderita dan benerapa kali hampir bercerai lantaran suaminya tidak pernah menikmati hubungan cinta. Setiap kali Robert mengajak berhubungan badan, Hanna selalu menolak, marah dan dingin.


Mendengar pergumulan Robert, sungguh menyedihkan. Sebagai sahabat, aku berusaha mendoakan dan mendorongnya untuk mencari konselor. Robert bilang, sudah berkali kali mendatangi konselor namun belum banyak hasilnya. Kisah Ini adalah contoh nyata bahwa emosi kehidupan kita sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu kita .


Untuk itu belajarlah ‘berdamai’ dengan masa lalu dengan cara ‘menerima’ semua kenyataan sebagai bagian dari proses kehidupan. Ada banyak hal yang kita tidak mampu menolak atau mengubah, yang kita bisa lakukan hanyalah menerima, mengampuni, mendaur ulang dan membingkai kembali bayangan masa lalu dengan terang firman Tuhan.


Yusuf tidak bisa menolak fakta bahwa dirinya difitnah oleh istri majikannya. Ia juga tidak bisa mengubah kenyataan bahwa akubat firnah harus mendekam di penjara selama 13 tahun. Namun pernahkah anda mendengar Yusuf protes Tuhan atau marah dengan kenyataan? Yusuf tidak pernah mengeluh atau memaki maki Tuhan. Ia menerima kenyataan dan membingkai setiap pengalaman pahit dengan kebenaran.


“Kalian telah bermupakat untuk berbuat jahat kepada saya, tetapi Allah mengubah kejahatan itu menjadi kebaikan, supaya dengan yang terjadi dahulu itu banyak orang yang hidup sekarang dapat diselamatkan.”



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com