• Paulus Wiratno

BUKU MANUAL PERNIKAHAN BAHAGIA


“Merriage is God’s idea and still good idea”


Pernikahan itu datangnya dari sorga. Idenya langsung dari Allah. Dan sampai hari ini masih menjadi ide yang baik. Itulah sebabnya untuk bisa membangun dan mempertahankan pernikahan yang berkualitas sorgawi, setiap pasangan harus mengikuti “Buku Manual Pernikahan” seperti yang ditulis dalam Kitab Suci. Kegagalam membangun dan mempertahan pernikahan sering kali disebabkan oleh ‘gagal paham’ mengartikan ‘Buku Manual Pernikahan.


Jika buku manual mengatakan bahwa bahan bakar mobil anda adalah bensin, jangan anda mengisinya dengan solar. Jika anda tetap mengisinya dengan solar maka mobil tidak bisa berfungsi dengan baik bahkan mesinnya bisa rusak. Jangan cepat cepat menyalahkan pabrik mobil atau dealernya. Karena kegagalan ada di tangan anda. Tidak membaca buku manual dengan cermat adalah sebuah awal dari kegagalan.




Demikian pula dengan pernikahan. Sumber utama hancurnya pernikahan adalah ‘Lack of Knowledge’ alias gagal memahami apa artinya menikah, untuk apa Allah menciptaan pernikahan, siapa yang anda nikahi dan bagaimana cara merawat cinta dalam pernikahan. Selama ini kita sering menuduh iblis, seks, financial dan pihak ketiga sebagai biang kehancuran. Padahal sumber utamanya adalah gagal memahami 'Buku Manual Pernikahan’


Untuk memahami arti pernikahan dan bagaimana merawat serta mempertahankannya, diperlukan pengajaran yang komprehensif. Itulah sebabnya ‘Konseling Pra-Nikah’ tiga kali pertemuan tidak cukup untuk memperlengkapi pasangan yang mau menikah. Sudah saatnya setiap pasangan yang mau menikah wajib mengikuti ‘School of Marriage’ atau Sekolah Pernikahan. Jika gereja ingin sehat dan negara menjadi kuat, diperlukan pernikahan yang sehat dan kuat.


God, not you, made marriage. His Spirit inhabits even the smallest details of marriage. And what does he want from marriage? Children of God, that's what. So guard the spirit of marriage within you. Don't cheat on your spouse.


Pernikahan adalah institusi pertama yang ada di dunia setelah penciptaan manusia. Sebelum ada gereja, negara, atar Kantor Pengadilan Agama, Allah telah menciptakan pernikahan. Itulah sebabnya baik buruknya pernikahan akan menentukan kualitas gereja, masyarakat, dan kekuatan sebuah negara.


Saat para pemimpin umat mulai berlaku tidak setia pada pasangan hidupnya, Allah memberikan peringatan keras bahkan ancaman untuk para imam dan keturunannya. Ini membuktikan betapa sakralnya pernikahan demi kelanjutan misi Allah melalui keluarga kita. Untuk menjamin keberhasilan misi-Nya, Allah sendiri menjadi saksi atau mengamati prilaku kita dalam pernikahan. Fungsi pernikahan menentukan keberhasilan tujuan pernikahan. Itulah sebabnya Allah membuat batasan dan arahan.


“Bukankah Allah Yang Esa menjadikan kamu satu tubuh dan satu jiwa dengan wanita itu? Apakah maksud TUHAN dengan itu? Tak lain supaya kamu mendapat anak-anak yang menjadi umat Allah yang sejati. Jadi jagalah dirimu, jangan sampai ada di antara kamu yang tidak setia kepada istrinya.”


Allah yang memerintahkan manusia laki laki untuk meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, bukan istri istrinya. Pernikahan yang dikehendaki oleh Allah adalah monogami bukan poligami. Itulah sebabnya pengkhianatan, perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga adalah praktek prilaku yang dibenci oleh Allah.


Aku benci perceraian," kata TUHAN Allah Israel. "Aku benci kalau salah seorang dari kamu berbuat sekejam itu terhadap istrinya. Maka jagalah dirimu dan jangan sekali-kali mengkhianati istrimu."


Pernikahan melibatkan ‘persatuan’ dua manusia yang berlawanan jenis, laki laki dan perempuan. Melalui persatuan ‘lawan jenis’ akan lahir anak anak. Itulah sebabnya pernikahan sesama jenis tidak pernah tersurat atau tersirat dalam kitab suci. Mandat ilahi untuk manusia ‘beranak cuculah dan penuhilah bumi ini’ tidak akan pernah terlaksana jika Adam menikah dengan Robert, atau Hana menikah dengan Maria.


Apa artinya Allah menjadikan pria dan wanita ‘satu tubuh dan satu jiwa’ untuk melahirkan keturunan ilahi? Menikah melibatkan persatuan jasmani dan rohani dua manusia. Persatuan jasmani atau ‘persetubuhan’ yang akan menghasilkan keturunan. Persatuan rohani atau jiwa akan menolong orang tua membesarkan anak anak dengan nilai rohani. "Essential to God’s plan for marriage is the essential oneness between husband and wife. One important reason for this oneness is to establish a proper environment for raising godly offspring."








70 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com