• Paulus Wiratno

CINTA SEJATI SELALU MELINDUNGI

Pernahkan pikiran bertanya tanpa suara? “Pendeta selingkuh dengan jemaatnya?” Sepintas terdengar aneh bin mustahil, namun kenyataan memang seperti apa adanya. Bukan hanya di dalam kitab suci, namun dalam keseharian kita bisa menemukan pemimpin umat yang tersadung dengan masalah imoralitas.

Waktu saya menggembalakan di Banyumanik-Semarang atas, pernah dikejutkan oleh berita bunuh diri. Betapa kaget hati ini saat membaca koran “Seorang Pendeta Bunuh Diri”. Setelah diselidiki alasan bunuh dirinya karena perselingkuhannya diketahui oleh majelis gereja. Tragis, memalukan, dan bikin hati menangis karena nama Tuhan tidak dipermuliakan.


Tulisan ini adalah sebuah awasan buat saya dan semua sahabat pembaca yang setia. Di dunia ini tidak ada manusia yang kebal dosa. Termasuk pendeta dan para rohaniawan yang lainnya. Padahal ketidak setiaan adalah awal kehancuran. Masih ingat kejatuhan para imam yang tertulis dalam Perjanjian Lama? Mari kita simak ayat yang di bawah ini.


Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.” (Maleakhi 2:13-14)

Kekhusukan ibadah dan hiruk pikuk pelayanan bisa menjadi tempat persembunyian dosa. Tanpa sadar, kita sedang menipu Tuhan dibalik kemunafikan. Ujung ujungnya adalah teguran Tuhan yang bisa menghancurkan pelayanan dan pernikahan. Sungguh mengerikan bukan? Apa jadinya jika Tuhan yang membuka pintu persembunyian, menyingkapkan semua dosa yang selama ini ditutupi dengan manisanya kata dan ayat ayat suci?


“Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu. Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam.”


Mari kita semua yang dipercayakan oleh Tuhan untuk memimpin umat melayani jemaat, jaga martabat dan jangan bermain dengan jabatan dan menyalah gunakan pelayanan demi melampiaskan ambisi pribadi yang bisa melukai banyak orang. Di ujung kehidupan yang akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan bukan berapa jumlah jemaat, tingginya pangkat atau jabatan, popularitas atau kepandaian. Diujung kehidupan nanti hanya “KASIH” yang akan menjadi penentu keberhasilan menurut Tuhan. Sudahkan kita melayani karena kasih Allah?


Kualitas kasih menentukan kualitas pelayanan dan pernikahan. Kualitas kasih juga menentukan kualitas persahabatan. Jika semua yang kita lakukan semata mata karena kasih Allah. Maka kasih itu yang akan melindungi, menjaga dan memagai anda dari dosa perzinahan dan penyalah-gunaan pelayanan. Mari kita semua rendah hati dan mau mawas diri, termasuk yang menulis renungan ini. Hanya kasih sejati yang bisa menjaga hidup kita dari semua bahaya yang menghancurkan.

Kalian adalah anak-anak Allah yang dikasihi-Nya, sebab itu kalian harus berusaha mengikuti teladan Allah. Hidupmu hendaknya dijiwai oleh kasih, seperti Kristus pun mengasihi kita. Ia mengurbankan diri-Nya untuk kita, sebagai suatu persembahan yang harum dan menyenangkan hati Allah.


0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com