LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

CINTA TIDAK MENJAMIN KEBAHAGIAAN

Modal cinta tidak akan cukup untuk membangun dan mempertahankan pernikahan yang bahagia. Hasil survey membuktikan, mereka yang bercerai, 90 persen masih saling mencintai. Jika mereka masih kuat salam cinta mengapa memutuskan untuk mengakhiri bahtera rumah tangga? Cinta saja tiduk cukup.

Kegagalan berumah tangga bukan disebabkan oleh iblis atau pihak ketiga. Bukan juga karena masalah ekonomi atau kebutuhan biologis. Perceraian disebabkan karena ‘gagal paham’. Gagal memahami maksud dan tujuan pernikahan. Gagal menyelami dan mengerti siapa yang anda nikahi. Dan gagal mengembangkan ketrampilan dan seni merawat cinta. Jadi, cinta saja tidak cukup.


Mernurut nasehat seorang pakar cinta, rumah tangga yang kuat dan bahagia dibangun diatas tiga hal. “Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.”


Percuma saja punya cinta jika tidak hidup dalam hikmat Allah. Percuma saja saling menyayangi jika tidak bisa saling memahami. Pecuma membangun pernikahan jika tidak punya ilmu untuk memelihara dan mepertahankannya. Jatuh cinta itu memang mudah tetapi jatuh cinta pada orang yang sama, berkali kali dalam waktu yang lama itu sudah. Diperlukan hikmat Allah, pengertian dan pengetahuan.

Hasil penelitian bahwa 90 persen pasangan tidak saling memahami. Itulah sebebnya angka perceraian dan perselingkuhan sangat tinggi. Sedandainya setiap pasangan suami istri memahami bahwa pria perlu respek dan wanita perlu perhatian, banyak pernikahan bisa diselamatkan. Sudah saatnya kita semua harus belajar saling memahami, berlajar saling mengerti dan memenuhi kebutuhan pasangan.




350 views