• Paulus Wiratno

CORONA DAN SUASANA PERNIKAHAN

Apa hubungan antara wabah virus COVID-19 dengan kondisi pernikahan? Seorang teman dari Melbourne mengatakan bahwa Corona telah meningkatkan ‘pertengkaran dalam rumah tangga’. Namun tidak jarang juga yang berkata bahwa Corona telah menjadi sarana pemulihan hubungan pernikahan. Bagaimana dengan anda semua? Apakah bekerja di rumah bisa memperbaiki atau memperburuk hubungan anda? Berikut ini beberapa kiat untuk menjaga suasana hubungan keluarga di tengah tengah wabah Corona.


MENCUKUPKAN DIRI DENGAN APA YANG ADA

Bagi sebagian yang harus menerima kenyataan buruk karena menjadi korban PHK, bersiap siaplah menghadapi ‘tekanan’ tambahan. Yang biasanya memiliki pendapatan cukup, sekarang harus belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada. Bulan ini kami terima separoh gaji. Ini berarti kami akan mengutamakan ‘kebutuhan primer’. Yang penting masih bisa makan. Lupakan dulu yag namanya ‘window shopping’, clubbing, outing dan semua kesenangan tambahan yang makan duit. Utamakan yang utama, itulah kuncinya.


MENJAGA TERMOSTAT KELUARGA

Seorang teman dari Melbourne mengatakan bahwa kerja dirumah saja telah menciptakan banyak pertengkaran. Di sinilah ayah perlu pegang kendali ‘suhu’ percakapan di dalam rumah. Jika nada suara yang tinggi, emosi, kasar atau marah, harus segera ‘dinetralkan’ demi menjaga kehangatan dan keharmonisan. Ingat baik baik yang namanya stress bisa membuat orang mudah tersinggung. Demi keharmonisan, masing masing harus jaga sikap, jaga mulut dan jaga prilaku. Peka dengan kebutuhan orang lain. ‘’Hendaklah perkataanmu bisa memberkati, membangun dan meneduhkan hati’’


SAATNYA MELAKUKAN REFLEKSI BERSAMA

Satu bulan di rumah saja, membuat saya banyak merenung dan instropeksi. Duduk di meja makan bersama anak anak adalah saat terbaik untuk saling menguatkan dan mengoreksi diri demi perbaikan dan antisipasi masa depan. Apa yang sudah baik, apa yang perlu ditingkatkan. Apa yang menjadi penghalang dan bagaimana membuat terobosan. Kmi harus mengakui, bulan ini ada banyak perbaikan diri, meditasi dan mendekatkan diri pada Ilahi. Menyanyi lagu pujian, berdoa bersama dan membaca Firman menjadi penting saat saat seperti ini.


NIKMATI SABATH BERSAMA KELIUARGA

Covid 19 adalah ‘Blessing in Disguise’ atau berkat terselubung bagi saya, istri, anak anak dan menantu. Libur pelayanan menjadi ‘Sabathical Blessing’ buat kami. Biasanya setiap minggu selalu pergi luar kota untuk pelayanan, kini kita bisa bersama sama dengan keluarga, berbagi cerita berdoa bersama dan nonton bersama. Belum pernah kami memiliki ‘quality time’ yang sangat baik seperti sekarang ini. bagi saya pribadi, bebas dari pelayanan khotbah adalah pelepasan beban. Membatalkan acara ke luar negeri adalah pemulihan kekuatan diri.


SETIAP KRISIS MEMBERI PELUANG

Semua ada ditangan kita. Kita tidak bisa mengatur ‘what happen to us’, tetapi kita bisa meresponi dengan baik. Kita tidak bisa menolak wabah, tetapi kita bisa menggunakan saat saat seperti ini untuk memperbaiki diri. Yang penting adalah ‘what happen in us’, apa yang terjadi dalam diri kita jauh lebih penting daripada apa yang terjadi terhadap kita. Ingat baik baik, dalam setiap krisis selalu ada bahaya, kesempatan dan keputusan. Putuskan yang baik dalam setiap kesempatan.



109 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com