• Paulus Wiratno

DILEWATI OLEH MAUT

Kematian itu sungguh menakutkan bagi banyak orang. Sebagian besar manusia di dunia akan berusaha dengan segal upaya untuk menunda kematian. Kalau perlu apapun dikorbankan demi menghindari maut. Namun sayang banyak yang tidak tahu bahwa maut adalah hukuman yang bisa dihindari.


Jumat malam suasana sungguh mencekam. Hampir semua orang tua tidak bisa memejamkan mata. Hati mereka diliputi oleh kecemasan. Mereka sangat takut jika anak sulungnya akan mati diambil malaikat maut.

Syukurlah, para ayah sudah mendengar perintah dari sang nabi supaya segera membunuh domba dan mengileskan darah domba itu di ambang pintu masing masing, setelah itu mereka harus menurup pintu dan seisi rumah tidak boleh keluar.


“Musa memanggil semua pemimpin Israel dan berkata kepada mereka, "Pergilah dan ambillah bagi keluargamu seekor anak domba untuk perayaan Paskah. Ambillah seikat hisop, celupkan ke dalam baskom yang berisi darah domba itu, lalu oleskan pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumahmu. Sampai pagi jangan seorang pun di antara kamu meninggalkan rumah.”


Darah itu membebaskan mereka dari maut. Darah itu membebaskan anak anak mereka dari hukuman. Darah itu membuat mereka bisa tersenyum saat tetangga mereka berduka karena lupa menggoleskan darah atau tidak sempat membunuh domba. Darah itu yang membuat binatang mereka aman tidak ada yang mati. Darah itu yang membuat mereka dilewati oleh kematian.


Itulah yang terjadi dengan paskah pada jaman nabi Musa. Paskah artinya ‘dilewati’ atau passover. Darah yang mengalir di kayu salib dari Anak Domba Allah itulah yang membebaskan kita dari hukum dosa, kesembuhan dari segala penyakit, merdeka dari kutuk dan hidup dalam kemenangan.

Darah itu membuat kita semua pemenang bukan pecundang. Victor bukan victim.


Kitab Wahtu menuliskan “Saudara-saudara kita sudah mengalahkan dia dengan darah Anak Domba itu, dan dengan berita benar dari Allah yang mereka kabarkan. Mereka rela mengurbankan nyawa mereka sampai mati.” Kita memiliki kuasa darah itu.


Masalahnya apakah anda mengoleskan darah itu di ambang pintu atau masih tetap di dalam baskom? Meski sudah membunuh domba, tetapi jika ada ayah yang lupa atau dengan sengaja tidak mengoleskan darah seperti perintah sang nabi, anak dan binatang sulung tetap akan mati dijemput maut. Meski sudah tahu Yesus mati di kayu salib, jika tidak pernah percaya kuasa darah-Nya, anda semua tidak akan mendapatkan dampak dari kuasa darah Anak Domba.


Ingin dilwati maut, petaka, musibah, dan hukuman dari kutuk? Gunakan kuasa darah Yesus dalam setiap aspek kehidupan Anda. Oleh kuasa darah Yesus, penyakit kanker stasium 3 di rongga sinusitis sudah di sembuhkan. Oleh kuasa darah Yesus, aku melihat ibu Supiyati di bebaskan dari kekuatan santet yang hampir merenggut nyawanya. Oleh kuasa darah Anak Domba, aku melihat banyak pernikahan dipulihkan, penyakit disembuhkan dan yang terbelenggu dibebaskan.



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com