LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

GADIS YANG TERTINGGAL

Kisah 'Lima Gadis Yang Bodoh' dalam kitab injil layak menjadi sumber hikmat bagi kita semua. Sepintas terdengar seperti cerita yang lumrah, tidak banyak pembelajaran yang bisa kita timba. Namun jika kita melihat konteksnya, seharusnya mata kita terbuka betapa penting hidup berjaga jaga.


Kata 'bodoh' yang dipakai adalah 'moros' yang artinya lebih dekat dengan masalah moral daripada kecerdasan. Kata yang sama pernah digunakan oleh Yesus untuk mengkritik para rohaniawan Yahudi pada jamannya. "Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?"


Gagal paham atau Lack of knowledge adalah sumber segala kegagalan dan ketidak-bahagiaan. Jika para gadis mengetahui bahwa tradisi menjemput mempelai itu melibatkan "penantian tanpa kepastian", maka sudah seharusnya mereka menyiapkan 'reserve' atau memiliki minyak cadangan. Pakai perhitungan yang matang, minimal pakai perkiraan. Hidup ini menyimpan banyak ketidakpastian, itulah sebabnya berjaga-jaga tidak ada ruginya.

Inilah hikmat yang bisa kita petik, 'dalam penantian dan ketidakpastian lakukanlah apa yang Anda tahu sambil berjaga-jaga'.


Gagal dalam membuat persiapan bisa berakibat penyesalan sepanjang sisa hidup. Itulah yang dialami oleh kelima gadis itu. Mereka ditolak masuk rumah pesta pernikahan. "Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."


Sukses adalah persiapan bertemu dengan kesempatan. Mereka yang selalu siap sedia, akan menjadi yang pertama menjemput kesempatan yang tersedia. Kebenaran ini bisa kita aplikasikan dalam setiap aspek kehidupan.

Kebodohan membuat manusia gagal paham. Malas belajar membuat manusia 'ignorant', cuek dengan keadaan, tidak tanggap dengan kenyataan dan tidak bisa membaca tanda tanda jaman. Itulah yang terjadi dengan kelima gadis yang tertinggal. Itulah sebabnya ketertinggalan sangat erat hubungannya dengan kebodohan


110 views