• Paulus Wiratno

GEREJA YANG TERHILANG

Kisah ‘Gereja Yang Hilang’ sungguh sangat memprihatinkan. Lebih buruk kisahnya daripada ‘Anak Yang Terhilang’ dalam kitab Injil. Lebih ngeri endingnya daripada kisah ‘Domba Yang Hilang’. Namun sayang belum banyak yang mendengarnya. Mungkin pembaca renungan ini juga baru tahu. Ini bukang dari negeri dongeng.


Menurut Ps. John, sahabat saya, gereja yang ada di depan mataku itu sempat fenomenal. Tahun 70an, begitu banyak orang muda yang datang ke gerja ini. Tidak terhitung jumlah pemabuk yang bertobat setelah berjumpa berjumpa dengan. Tidak sedikit pernikahan yang di dipulihkan dan tidak terhitung mujizat kesembuhan yang dialami oleh umat. Namun sayang gedung gereja yang ada di daerah Windsor itu sudah berganti nama ‘The Church Bar’. Tempat orang mabuk.


Aku menyebutnya sebagai ‘gereja yang terhilang’. Gedungnya masih berdiri, tetapi jemaat sudah pada lari. Tidak ada lagi pujian, yang ada musik hingar bingar dan lampu disco mengiringi tarian orang yang lagi teler karena meneguk vodka. Tidak ada lagi ucapan firman yang menyegarkan hati, yang terdengar adalah sumpah serapah dan ucapan ucapan kepahitan.


Semua yang terhilang dimulai dengan kehilangan arah dan tujuan. Demikian juga dengan gereja. Ketika gereja kehilangan tujuan, suatu saat hanya tinggal bangunan tanpa kehidupan. Menurut pengamatan seorang sosiolog sekuler, gereja bisa tersesat karena kehilangan visi dan panggilannya. Ketika gereja berlomba lomba menjadi tempat hiburan dan ‘spiritual leasure’, sebentar lagi akan menjadi garam yang kehilangan ‘keasinannya’.


Untuk itu gereja segera berbenah diri mengembalikan lima budaya yang pernah ada pada gereja mula mula. Budaya menginjil, memuridkan, memberdayakan, mempraktekan kasih dalam perbuatan dan budaya doa. Lima hal ini telah menyulap gereja menjadi movement dan mampu mengubah atmosfir rohani Eropa dalam beberapa dekade.


Sayang sekali budaya itu hilang kembali, sehingga Eropa yang pernah menjadi Christian Nations sekarang disebut sebagai ‘Post Christian Nations’. Dulu pernah menjadi ‘missionary sending nation’ sekarang justru memerlukan missonary. Gedung gedung gereja yang megah dijual atau beralih fungsi. Inilah kisah Gereja Yang Terhilang. Jangan sampai terulang lagi.








LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com