LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

HATI YANG KECEWA

Hati yang kecewa membuat manusia kehilangan arah hidup. Jika dibiarkan terlalu lama, rasa kecewa bisa menghancurkan harapan. Dampaknya bisa sangat berbahaya bagi kehidupan iman, kesehatan tubuh hingga nasib masa depan. Orang yang sedang putus ada bisa nekad melakukan apa saja, bahkan menghabisi nyawa sendiri atau orang lain.


Tentu saja, kualitas hidup orang yang sedang kecewa bisa dilihat dari wajahnya dan cara bicaranya. Dengarkanlah percakapan Kleopas dengan Yesus saat mereka berjalan bersama menuju desa Emaus. Nada bicara pria ini sangat negatif dan cenderung pesimis. Itulah salah satu tanda orang kecewa. Sulit melihat kenyataan apa adanya. Pikirannya terbawa oleh rasa takut. Takut gagal, takut sakit hati, takut rasa malu dan lain sebagainya.


Yang menjadi agak aneh adalah ketidak sanggupan Kleopas mengenali kehadiran Gurunya yang jelas jelas berada di sampingnya selama perjalanan 12 kilo meter. Aneh tapi nyata. Dan itulah nasib hati yang kecewa, sulit mengenali hadirat Tuhan, tidak bisa mendengar suara Roh Allah, dan bingung saat berdoa. Sampai berapa lama? Sampai rasa kecewa dipulihkan. Alkitab mencatat kalau "ada selubung yang menyelimuti mata mereka". Bukan kabut, bukan juga penyakit katarak yang menghalangi mata Kleopas hingga tidak bisa mengenali Yesus. Yang menyadi penghalang adalah pikiran kecewa.


Yang lebih parah adalah dampak kecewa terhadap wajah. Semua orang yang sedang kecewa wajahnya berubah menjadi muram, tidak peduli dia adalah seorang ratu kecantikan atau model kenamaan. Pokoknya harapan yang tertunda selalu bikin hati merana. Hati yang sedang galau bikin wajah jadi kacau. Senyumnya sirna dan aoranya menjadi gelap. Membosankan! Anda pernah mengalaminya bukan?


Kalau model orang percaya seperti ini, bagaimana bisa menjadi saksi yang baik? Kalau orang Kristen tidak bisa menunjukan sukacita hidup bagaimana bisa menarik orang kepada Tuhan? Itulah sebabnya Kelopas menjadi target pertama yang dijumpai Yesus setelah kebangkitan. Ia dengan sengaja menemuinya untuk memulihkan harapan hidupnya. Karena hanya orang yang memiliki harapan yang bisa memiliki gairang kehidupan. Harapan yang sekarat, membuat hidup jadi berat. Bagaimana dengan harapan hidup Anda saat ini? Datanglah kepada-Nya sekarang dan memohon supaya harapanmu dipulihkan. Ingat, berharap kepada Tuhan tidak pernah mengecewakan.

16 views