• Paulus Wiratno

HATI YANG KECEWA

Updated: Apr 21, 2019

Harapan yang tidak jadi kenyataan bisa membuat hati merana. Wajah muram kehilangan sukacita. Gairah hidup memghilang dan pikiran jadi linglung. Itulah yang dialami oleh seorang pria dari kampung Emaus. Namanya Kelopas. Dari ucapannya terbukti bahwa hatinya sedang kecewa berat. Sumber kekecewaannya terungkap dalam ucapannya


Imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin bangsa kita menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka menyalibkan Dia! Padahal kami mengharap bahwa Dialah yang akan membebaskan Israel! Dan hari ini hari ketiga semenjak hal itu terjadi.”


Waspadai hati anda, jangan sampai menyimpan kecewa terlalu lama. Saat anda kecewa, wajah anda kehilangan sukacita.

“Kalau harapan tidak dipenuhi, batin merana; kalau keinginan terkabul, hati bahagia.” Coba lihat mereka yang sedang kecew berat, wajahnya galau hati kacau dan mulut sering kesleo.


Kleopas tidak melihat dan tidak menyadari bahwa orang yang menyertai dia adalah Yesus sendiri yang baru bangkit dari kematian.

“Mereka melihat Yesus, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak mengenal Dia.” Kasihan sekali. Orang yang sedang kecewa tidak bisa mengalami kehadiran Allah dalam hidupnya. Saat hati kita dikuasai oleh rasa kecewa, hati ini sulit merasakan hadirat Tuhan. Doa mentok di pangit langit. Yang ada hanya air mata dan rasa tak berdaya.


Untung saja Yesus segera membuka pikiran mereka dengan mengutip ayat firman yang menubuatkan kebangkitan-Nya. Bersekutu sambil makan malam bersama membuat Kleopas dan sahabatnya sadar bahwa mereka sedang berhadapan dengan Yesus yang menjadi sumber harapannya selama ini. Kesadaran itu membuat hati berkobar, semangat hidup pulih kembali dan mereka langsung berlari mengabarkan berita sukacita ‘He has risen’. Yesus sudah bangkit.......




0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com