• Paulus Wiratno

HIDUP BERHASIL DAN BAHAGIA

Hendaklah ajaran-ajaran Kristus yang penuh berkat meresap ke dalam hatimu. Hendaklah kalian saling mengajar dan saling memberi nasihat sebijaksana mungkin. Nyanyikanlah mazmur dan puji-pujian serta lagu-lagu rohani; bernyanyilah untuk Allah dengan perasaan syukur di dalam hatimu. (Kolose 3:16)


Firman Tuhan baru bisa berdampak dalam kehidupan saat Firman menjadi bagian dari ‘heart thinking’. Kebenaran yang terucap tanpa diimani tidak akan menghasilkan buah kehidupan. Perhatikan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. “Apabila kalian tetap bersatu dengan Aku dan ajaran-Ku tinggal dalam hatimu, mintalah kepada Bapa apa saja yang kalian mau; permintaanmu itu akan dipenuhi.” (Yohanes 15:7)


Keberhasilan dan kebahagiaan hidup sangat ditentukan oleh kebenaran firman yang telah menjadi pewahyuan. “...tetapi yang suka melakukan Perintah TUHAN dan merenungkannya siang malam. Orang itu berhasil dalam segala usahanya; ia seperti pohon di tepi sungai yang berbuah pada musimnya dan tak pernah layu daunnya...”


Persoalannya, sering mendengar firman namun lupa dalam hitungan jam. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Membaca kemudian lupa seperti orang berkaca dan lupa wajahnya. Ikutilah nasehat Yakobus, “Hukum Allah sempurna dan mempunyai kekuatan untuk memerdekakan manusia. Dan orang yang menyelidiki dan memperhatikan baik-baik serta melakukan hukum-hukum itu, dan bukannya mendengar saja lalu melupakannya, orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal”


MENGAJARKAN FIRMAN

Cara menginternalkan firman dalam hati adalah dengan ‘mengajarkan’. Membaca tanpa memahami tidak ada arti. Supaya bisa dimengerti, firman harus diajarkan. Itulah sebabnya mereka yang sudah mengalami kebenaran firman, harus saling mengajarkan. Tuhan Yesus pernah berpesan: “Ajarkan mereka mentaati semua yang sudah Kuperintahkan kepadamu. Dan ingatlah Aku akan selalu menyertai kalian sampai akhir zaman."

MENASEHATI DENGAN FIRMAN

Selain mengajarkan, jangan lupa menasehati dengan ‘firman’. Firman yang dikemas dalam nasehat bersifat personal dan cepat mendarat dalam hati. Terkadang nasehat lebih mudah diterima daripada pengajaran. “Tujuan nasihat saya itu adalah supaya orang dapat memiliki hati yang murni dan hati nurani yang suci, serta sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan dengan demikian mereka dapat mengasihi sesamanya.”


MENYANYIKAN FIRMAN TUHAN

Cara lain yang cukup efektif untuk menginternalkan firman ke dalam hati adalah dengan menyanyikannya. Apa yang dilakukan oleh Daud perlu ditiru. Dalam kesendirian sambil menggembalakan domba dombanya, ia memainkan kecapi dan melantunkan kebenaran. Dalam keadaan terjepit ia mengambil ‘guitar’ kemudian membuka suara ‘Bless the Lord oh my soul...”


Praktekan ketiga cara diatas dan nikmati dampak kebenaran firman di dalam hati. Jalankan kebenaran, ajarkan kebenaran, teliti dan hidupi kebenaran firman dan lihatlah hidupmu akan berhasil dan bahagia. Selamat menjalankan firman Allah.



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com