• Paulus Wiratno

Hidup Dalam Rencana Allah

Hidup dala rencana Allah tidak membebaskan kita dari masalah dan musibah. Nabi Nuh dipakai oleh Tuhan untuk menjadi pewarta kebanaran melawan kebobrokan mental. Demi renaca Allah, ia harus bekerja membangun bahtera. Dilecehkan, dihina, ditertawakan oleh banyak orang. Namun keyakinannya membuat ayah beranak tiga itu tidak membuatnya patah arang. Terus bergerak melawan arus demi rencana-Nya. Jangan pernah berpikir saat kita melangkah dalam rencananya semua akan berjalan mulus tanpa rintangan.

Hidup dalam renca Allah tidak berarti tanpa tantangan. Daud harus hidup dalam persembunyian bertahun tahun lamanya demi menghindari ancaman kematian dari raja Saul. Padahal, Nabi Samuel sudah mengurapi anak Isai itu untuk menjadi raja kedua negeri Israel. Manjalankan tugas pelayanan tidak membebaskan anda dari permusuhan. Kemanapun anda pergi akan bertemu dengan orang yang tidak menyukai kehadiran anda. Saya benar benar kagum dengan Daud, baginya permusuhan adalah ‘lahan’ penyemaian iman.

Hidup dalam rencana Allah tidak selalu menempatkan anda dalam posisi kuat iman. Terkadang ada keraguan merasuki pikiran. Dalam keraguan sering ada jalan pintas yang berujung penderitaan. Hawa ragu akan Firman Allah sehingga nekad memakan ‘buah terlarang’. Akibatnya mereka harus menghadapi upah dosa dan kita semua ikut kena getahnya. Syukur kepada Allah, Ia tidak membiarkan umat-Nya tenggelam dalam penderitaan. Allah mengambil inisiatif untuk memulihkan hubungan dan mengembalikan kita dalam posisi ‘Anak Allah’ melalui pengorbanan Kristus di kayu salib.

Pendek kata, Allah selalu punya cara untuk rencananya terlaksana. Seringkali Allah sendiri yang campur tangan supaya semua berjalan sesuai dengan ‘Blue Print’. Jangan putus asa jika harus menghadapi kegagalan, keraguan dan bahkan kejatuhan. Segera datang kepada Tuhan mohon pengampunan dan membaharui kehidupan. Ibarat mengemudi mobil dengan petunjuk ‘Google Maps’, saat kita tersesat, selalu ada kata ‘recalculate’. Artinya ada jalan keluar untuk kembali di jalan yang benar. Mari kita hidup dalam rencananya, ikuti buku manualnya yaitu Kitab Suci. Jangan sungkan sungkan bertanya, supaya tidak sesat di jalan


16 views0 comments

Recent Posts

See All

Kuliah Kehidupan

LIMA UJIAN KEHIDUPAN Setelah menanti lebih dari 25 tahun, melalui proses kehidupan yang penuh liku liku, Abraham harus menghadapi ‘ujian akhir’ untuk membuktikan kekuatan imannya. Ibararat sekolah, ad

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com