• Paulus Wiratno

HIKMAH DITENGAH MUSIBAH

Siapa yang bisa menolak datangnya kesulitan? Siapa yang mampu membatalkan kematian? Dalam hidup ini, ada banyak hal yang hanya bisa diterima. Kita tidak bisa memilih atau memilah. Gempa, banjir, tsunami dan segala bencana sering diluar rencana. Kita hanya bisa melipat tangan, sujud dan berdoa sambil membendung air mata.


Haruskan manusia bertanya ‘mengapa musibah ini menimpa saya?’ Apakah salah dan dosaku sehingga semua kemalangan ini terjadi atas keluarga dan kaumku? Bukankah aku rajin menjalankan sholat lima waktu? Bukankah setiap minggu aku datang berkunjung ke rumah-MU? Dimanakah yang namanya keadilan? Kemanakah larinya belas kasihan yang maha kuasa?


Dari pada bertanya mengapa lebih baik tutup mata dan berdoa sambil berbisik dalam hati, ‘apa yang bisa saya pelajari dari semua kenyataan ini’. Ijinkan Roh-Nya menuntun hati dan biarkan telinga jiwa mendengar suara-Nya. Dalam kesulitan selalu ada pelajaran. Dalam musibah ada segudang hikmah. Ketika menemui jalan buntu jangan berdiri terpaku. Siapa tahu masih ada pintu.


Manusia memang tidak bisa mengubah musibah. Sebaliknya, musibahlah yang sering mengubah hati anak manusia untuk lebih dekat atau jauh dengan Yang Maha Pemurah. Namun dalam hati yang menyembah tidak ada istilah menyerah. Kesulitan adalah kawan perjalanan. Bencana adalah lahan pertumbuhan iman. Di sanalah setiap manusia akan menemukan siapa diri kita yang sebenarnya dan siapa Allh yang Maha Kuasa.





103 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com