• Paulus Wiratno

IBADAH TANPA BERKAH

Jangan pernah bepikir setiap ibadah selalu membawa berkah. Ada yang rajin pergi ke gereja namun hidupnya masih terikat dengan dosa. Tiap hari Minggu berdoa namun Senen sampai Sabtu masih terus mengikuti arus dunia. Pagi menyembah, sore menyebar fitnah. Malam menyanyikan lagu pujian, pagi merencanakan penipuan.


Nampaknya sejak jaman dulu, sudah ada motivasi salah saat beribadah. Akibatnya, ibadah hanya sekedar setor muka supaya dilihat pendeta. Ada juga yang rajin beribadah untuk menghapus rasa bersalah. Jangan heran kalau rasul Paulus memberi ‘warning’

“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” Jika tidak disertai rasa cukup, ibadah menjadi sarana untuk mendapatkan bukan memberikan. Padahal intisari beribadah adalah melayani. The best way to serve God is serving people.


Mereka yang gagal paham tentang ibadah, seringkali menggunakan ibadah untuk memuliakan diri sendiri bukan memuliakan Tuhan. Akhirnya menjadi munafik. Muka terlihat saleh seperti malaikat, namun ucapan dan tindakan tidak sesuai keyakina iman.


“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” Mengapa rasul Paulus menghimbau untuk menjauhi mereka? Kemunafikan itu bisa menular. Ragi Farisi cepat menjalar membusukan hati kita. Ingat baik baik, musuh utama Tuhan Yesus bukanlah iblis, tetapi orang orang agamawi dan orang munafik. Mereka yang membuat banyak orang tersandung dan meninggalkan iman. Waspadalah. Jangan sampai ibadah jauh dari berkah.




0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com