• Paulus Wiratno

INIKAH YANG NAMANYA GEREJA


Gedung gereja begitu megah, indah dan sangat mewah. Namun sayang dalamnya tidak ada lagi para penyembah. Bangku bangku kosong mlompong, tinggal beberapa orang yang giginya sudang ompong. Oh Tuhan tolong.


Melihatnya hati ini menjadi gundah. Benarkah umat sudah jengah? Tidak ada lagi khotbah yang menggugah, menemplak, dan mengoreksi prilaku salah. Yang ada hanyalah 'wejangan motivasi' bercampur 'stand up comedy'. Yang penting hati 'bungah' dan wajah 'sumringah'. Inikah yang namanya beribadah.


Kemana semua umat yang dulu semangat? Tidak ada lagi tangan terlipat dan suara orang bersafaat. Tidak pula kudengar pujian dan pembacaan ayat. Inikah tanda tanda kiamat? Gereja ditinggalkan oleh jemaat. Mungkin karena para gembala sibuk mencari domba yang lezat bukan yang sesat.


Inikah yang namanya gereja. Ada tepuk tangan dan sorak sorai kerena seribu umat berpindah tempat? Inikah yang namanya penginjilan, menjemput dari kandang orang? Inikah yang namanya misi, berbagi nasi dengan mereka yang sudah disidi? Bagaimana anda bisa tertawa bangga jika ada enam gereja ditutup gara gara satu dibuka?


Mungkin kita sudah salah langkah. Karena yang dipikir hanya masalah berkah. Mungkin juga kita sudah salah mengerti, karena berpikir gereja sebagai tempat usaha. Yang penting untung, yang penting banyak, yang penting suka tidak peduli apa kata sorga, karen kita hidup di dunia.


Ya Tuhan, bukalah mata hati kami, dan terangi kembali pikiran kami. Luruskanlah jalan dan misi kami melayani. Jangan sampai yang kulihat di depan ini teradi di negeri kami. Gedungnya besar, umatnya kesasar. Tidak ada lagi suara lonceng yang ada hanyalah mimbar sebagai saksi bisu dan bangku yang berebu. Inikah yang namanya gereja?

0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com