• Paulus Wiratno

JANGAN BERSEMBUNYI

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?” Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

Adam dan Hawa bersembunyi di baik pohon saat mengetahui bahwa dirinya telanjang.  Bukankah selama ini mereka berdua memang sudah telanjang. Tetapi mengapa mereka tidak pernah mempersoalkan?  Mereka hidup hanya berdua di dalam taman, bukankah mereka menyadari bahwa mereka nemang dari sononya sudah tanpa pakaian? Sebenarnya titik masalahnya ada dimana? Apa yang telah membuat mereka tiba tiba menyadari bahwa dirinya dalam keadaan telanjang? 


Sebelum mereka jatuh dalam pelanggaran dosa, mereka hidup dalam kemuliaan Allah. Kemuliaan itulah yang menutupi keadaan mereka yang telanjang. Yang membuat mereka malu bukan karena keadaan telanjang. Yang membuat mereka malu adalah karena mereka telah kehilangan kemuliaan Allah. Namun dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah. Dan saat manusia kehilangan kemuliaan, yang mereka lihat adalah kekurangan dan kesadaran akan hukuman. Di sinilah manusia mulai hidup dalam ketakutan. Dosa membuat manusia terputus dari hadirat Allah, bahkan takut mendengar suara Allah. Manusia yang jauh dari hadirat Allah dan tidak mau mendengar suara Allah, hidupnya akan menderita dibalik persembunyian.


Apa yang terjadi saat kita hidup dalam pelanggaran? Rasa tertuduh akan membebani perjalalanan hidup kita. Dengarkan apa kata Kain saat ia selesai membunuh adiknya yang bernama Habil? Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Kami merasa terhukum setelah membunuh adiknya. yang membuatnya sangat menderita adalah rasa bersalah dan harus hidup dalam persembunyian. Mengapa bersembunyi? Karena rasa takut.


Syukurlah, Allah mengambil inisiatif mencari Adam dan Hawa. Dengarkan suara-Nya ""Di manakah engkau?” Mengapa Allah bertanya “Di manakah engkau”? Bukankah Allah maha tahu. Bukankah Ia sudah melihat mereka sembunyi dibalik pohon? Kalau Allah sudah mengetahui, mengapa Allah bertanya? Allah ingin tahu, apakah mereka tahu posisi mereka dan menyadari mengapa mereka bersembunyi. Allah tahu saat kita berbuat dosa, Allah juga tahu saat kita hidup menyembunyikan rasa bersalah. Ia bertanya supaya kita sadar dan membuat pengakuan dan kembali kepada-Nya.

 

Pertobatan adalah jalan satu satunya untuk kembali dalam hadirat Allah. Allah mencari Adam dan Hawa serta membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutupi aurat mereka. Bahkan Ia sendiri turun kedalam dunia demi manusia yang terhilang karena dosa. Ia mati di kayu salib menjadi tebusan bagi jiwa supaya kita bisa kembali dalam hadirat-Nya dan mengalami pemulihan hubungan dengan Allah. Yesus berjanji bahwa kita akan dimuliakan seperti dirinya yang dimuliakan di hadapan Allah Bapa. Kembalilah kepada Allah. Bertobatlah dan akui semua dosa dosa anda. Kasih-Nya yang besar akan memberi pengampunan dan hidup dalam damai sejahtera.



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com