• Paulus Wiratno

JANGAN BIKIN MALU

Survey membuktikan hanya 30 persen pemimpin dalam kitab suci yang mengakhiri dengan baik. Artinya 70 persen mengakhiri hidupnya dengan tidak baik atau sangat buruk. Sungguh mengejutkan sekaligus memprihatinkan. Membaca hasil survey, hati ini mulai was was, akankah aku mengakhiri hidup dan pelayanan ini dengan baik? Mari kita belajar dari sebuah buku tulisan Steve Farrar yang memberi penjelasan penyebab utama mengakhiri dengan buruk.


ABUSE OF POWER

Raja Saul mengakhiri dengan sangat buruk. Ia menghabiskan masa kepemimpinannya untuk menghabisi nyawa anak buah yang bernama Daud. Ia menggunakan kekuasaan untuk melenyapkan saingan. Gara gara nyanyian para wanita di hari karnaval ‘Daud membunuh berlaksa laksa terapi Saul beribu ribu...” Hati Saul tersayat oleh nyanyian yang mengancam jati dirinya sebagai raja. Gara gara nyanyian itu ia takut kehilangan kuasa, dan menggunakan segala macam cara untuk menghabisi nyawa saingannya. Ketika ‘kuasa’ adalah segalanya, orang akan menghalalkan segala macam cara untuk mempertahankan kuasa. Penguasa model raja Saul suka main geser, usir, pecat, bahkan membunuh.


ABUSE OF FAMILY

Demi ambisi pribadi yang sering diatas-namakan visi dari Tuhan, tidak sedikit pemimpin yang mentelantarkan keluarganya. Mereka lupa bahwa keluarga asalah aset paling berharga salam hidup, bukan pelayanan atau perusahaan. ‘Bukankah apa yang aku raih adalah untuk anak anak dan istriku?’ Pembelaan ini sering menjadi alasan untuk mengabsahkan kehancuran pernikahan.


Kesibukan pelayanan telah membuat imam Eli lupa memuridkan anak anaknya. Ia tidak menyadari jika kedua anaknya yang menghancurkan reputasinya. Kemarahan Allah tertulis seperti ini

“Tetapi, seorang dari keturunanmu, akan Kubiarkan hidup dan melayani Aku sebagai imam. Namun ia akan menjadi buta dan hidup dengan putus asa. Semua keturunanmu yang lain akan terbunuh. Sebagai bukti bahwa segala yang Kukatakan itu betul akan terjadi, maka kedua anakmu itu, Hofni dan Pinehas akan mati dalam sehari.” Sungguh memprihatinkan bukan....


ABUSE OF MONEY

Seorang hamba nabi yang tergiur oleh ‘permata’ dan ingin cepat kaya akhirnya terkena penyakit kusta. Ia tidak menyangka bahwa yang namanya manipulasi adalah pelanggaran integritas. Sekali kepercayaan publik tercoreng oleh keserakahan, habislah riwayatmu. Sekali jemaat tahu bahwa anda menyalah-gunakan keuangan gereja atau perusahaan, sorga akan menutup pintu dan jendela berkat.


Tanpa pikir panjang Gehazi menyalahgunakan hubungan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan berakhir menjadi tragedi yang disesali disisa umur hidupnya. Yang lebih tragis, anak cucunya terkena dampaknya.


“Lalu Gehazi mengejar Naaman. Ketika Naaman melihat ada orang datang, ia turun dari keretanya dan bertanya, "Ada apa?" Gehazi menjawab, "Maaf Tuan, saya disuruh mengatakan kepada Tuan bahwa baru saja dua nabi muda datang dari daerah pegunungan Efraim. Tuan saya minta supaya Tuan memberikan 3.000 uang perak dan dua setel pakaian yang bagus untuk kedua nabi itu.... Karena kau menerima pemberian itu, kau akan menerima juga penyakit Naaman. Bahkan untuk selama-lamanya keturunanmu pun akan mendapat penyakit itu!" Ketika Gehazi keluar dari situ, ia mendapat penyakit kulit--kulitnya menjadi putih sekali.






184 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com