• Paulus Wiratno

JANGAN BILANG AKU MENCINTAI

Jangan bilang ‘Aku mencintaimu’ jika anda belum memahami arti cinta yang sesungguhnya. Cinta bukan hanya sekedar kata atau ucapan bibir semata. Cinta memerlukan tindakan nyata yang lahir dari hati untuk memberikan yang terbaik bukan asal-asalan saja. Dalam cinta tidak ada istilah terpaksa. Itulah sebabnya cinta selalu mengambil inisiatif pertama tidak menunggu perintah dari si dia.


Cinta yang sesungguhnya tidak pernah menuntut pemberian, karena karakter cinta adalah selalu memberi dan rela berkorban. JIka dia bilang, ‘I love you sayang, apa yang bisa kamu berikan kepadaku’, ini adalah pemerasan bukan kasih sayang. Cinta tidak pernah mengambil keuntungan atau memanfaatkan orang. Ketika kamu memutuskan untuk mencintai, bersiaplah memberi tanpa menuntut balasan.


Percuma saja kirim sms ‘I love you’ tujuh kali sehari, jika tidak mau berkoban. Jangan marah jika sms tidak dibalas. Jangan kaget jika perhatianmu tidak ditanggapi. Jangan menyerah jika kebaikanmu disalah mengerti. Jangan kapok jika senyumanmu dianggap angin lalu. Saat ada keputusan hati untuk mencinti tanpa melihat dan mempertimbangkan balasan, anda sedang memahami arti mencintai yang sesungguhnya.


Berani mencintai berarti berani terlukai. Bahkan lebih dari itu, cinta sejati mampu mencintai seolah belum pernah terlukai. Mereka yang benar benar mencintai tidak akan pernah lelah memgampuni. Untuk sesaat ia menginjinkan hati terlukai tanpa ada dinat untuk melukai kembali. BItulah sebabnya dalam cinta tidak ada dendam dan kepahitan yang bersarang dalam hati.


Mana mungkin ada orang yang bisa mencintai seolah belum pernah terlukai. Nampaknya anda perlu bukti. Coba ingat sebentar apa yang Yesus lakukan di kayu salib bagi kita yang dikasihi. Di sana DIA mencurahkan darah-Nya dan memberikan nyawa-Nya bagi kita, tanpa menuntut balasan. Di salib DIA rela mati saat kita masih hidup dalam dosa. Salib tidak pernah menuntut kesempurnaan. Itulah kasih sejati yang seharusnya kita miliki setiap hari. Kasih yang memberi, kasih yang peduli dan kasih yang bersedia memahami.



159 views0 comments

Recent Posts

See All

Kuliah Kehidupan

LIMA UJIAN KEHIDUPAN Setelah menanti lebih dari 25 tahun, melalui proses kehidupan yang penuh liku liku, Abraham harus menghadapi ‘ujian akhir’ untuk membuktikan kekuatan imannya. Ibararat sekolah, ad

Hidup Dalam Rencana Allah

Hidup dala rencana Allah tidak membebaskan kita dari masalah dan musibah. Nabi Nuh dipakai oleh Tuhan untuk menjadi pewarta kebanaran melawan kebobrokan mental. Demi renaca Allah, ia harus bekerja me

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com