LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

“KEHENDAK-KU JADILAH”

Bagian hidup kita yang diberi kebebasan adalah ‘kehendak’. Setiap orang diberi ‘free will’ atau kehendak bebas. Allah tidak pernah membuat keputusan untuk diri anda. Dia tidak pernah memaksa apakah anda harus menikahi Vanesa atau Cyntia. Yang Allah berikan adalah guide line atau petunjuk melalui firman-Nya.


Salah menggunakan ‘kehendak’ bisa melahirkan tindakan yang salah. Akibatnya bisa dirasakan selama hidup. Penyesalah menjadi nyanyian keseharian ‘Haruskah hidupku terus begini, dengan derita yang tiada akhir?’. Yudas Iskariot adalah contoh yang baik dalam hal ini. Kekecewaan membuatnya memilih untuk menjual gurunya yang akhirnya membawa pada tiang gantungan. Seandainya, ia berhasil menaklukan kehendaknya dibawah ‘kehendak gurunya’ maka nasib akhirnya bisa berbeda.


Berapa juta suami yang menyesal karena telah mentelantarkan keluarga karena ‘berkehendak’ mendapatkan harta, tahta, permata dan ‘Vanesa’. Jutaan pemuda hidup dalam penyesalan karena telah menbuat keputusan untuk menelan pil setan alias narkoba. Ribuan pejabat harus kehilangan muka karena tertangkap KPK. Semua itu lahir dari ‘keputusan’ kehendak yang lebih mementungkan ego daripada mengikuti kehendak Allah.


Sebagai manusia, Yesus punya pilihan, ‘biarlah kehendak-Mu yang jadi, bukan kehendak-Ku’. Disini kita melihat dampak satu

keputusan kehendak yang benar. Ia bisa lari dan menjauhi salib dan bebas merdeka. Namun Ia memilih yang sebaliknya. Keputusan mengikuti kehendak ‘Bapa’ membuat seluruh manusia mendapatkan kesempatan pengampunan dosa, kesembuhan ilahi, dan damai sejahtera.


Tuhan rindu kita hidup dalam ‘kehendak-Nya’. Untuk itu Allah sudah memberi arahan dan petunjuk melalui Firman-Nya. Mereka yang hidup sesuai dengan arahan-Nya, akan diganjar dengan kualitas hidup yang luar biasa.


“Janganlah lupa akan apa yang telah kuajarkan kepadamu, anakku. Ingatlah selalu akan perintahku, supaya panjang umurmu dan sejahtera hidupmu. Hendaklah engkau tetap percaya dan setia kepada Allah dan sesamamu. Ingatlah itu dan simpanlah di dalam hatimu, supaya engkau disenangi dan dihargai oleh Allah dan manusia. Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu, dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri. Ingatlah pada TUHAN dalam segala sesuatu yang kaulakukan, maka Ia akan menunjukkan kepadamu cara hidup yang baik.”

70 views