• Paulus Wiratno

KEMANA LARINYA KEMESRAAN

“Mengapa harus begini, tiada lagi kemesraan...’ Ternyata bukan hanya sebatas lagu. Ini sebuah realita. Namun sayang banyak yang mendiamkan karena malu atau takut ditertawakan. Padahal saat kemesraan atau instimacy mulai sekarat, semua kena dampaknya. Romantika bagaikan oli mesin, ketika oli sudah habis, mesin bisa overheat dan rusak.


Kemana larinya kemesraan? Hilang ditelah kesibukan, atau sembunyi dibalik sakit hati. Jangan dianggap sepele, hilangnya kemesraan bisa memutus ikatan pernikahan. Jangan dianggap remeh. Betapa banyak pernikahan yang dimulai dengan saling mencintai, dan berakhir saling membenci.


Sudah banyak yang stres, gila bahkan bunuh diri gara gara kekasihnya jatuh dipelukan orang lain. Siapa yang salah? Jangan cari kambing hitam. Jangan salahkan jin setan prayangan. Mereka semua tidak tertarik dengan kemesraan atau kecantikan. Kemesraan yang hilang harus dihidupkan. Kebahagiaan hidup pernikahan tidak bisa dipisahkan dari keharmonisan dan romantika cinta.


Kemersaan tidak ada hubungannya dengan aji aji Semar Mesem atau Minyak Sontoloyo. Kemesraan bagaikan anggrek bulan, perlu disiram, dirawat dan diperhatikan. Untuk itu dua pihak harus bekerja sama. Para suami, berikanlah ‘affection’ pada istrimu. Ucapkan kata cinta, berikan pelukan dan kata kata dorongan. Sering sering kencan. Perlakukan dia sebagai teman pewaris yang sangat penting, maka dia akan jadi lengket seperti lem.


Hai para istri, berikan kata dorongan serta pujian untuk suamimu. Ditelinga pria, kata pujian, dorongan dan ucapan terima kasih diartikan sebagai cinta. Maka jangan kaget jika gaji bulanan akan diberikan semuanya. Jangan lupa, jadilah istri yang selalu memposisikan diri untuk ‘dikejar kejar’ suaminya sendiri bukan suami orang lain. Happy Valentine Day.


0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com