• Paulus Wiratno

KETIKA ALLAH BERTANYA

Ketika Allah bertanya pada Anda, jangan pikir Dia tidak tahu atau sedang bingung. Sering kali Allah menanyakan pada hamba-Nya bukan demi mendapatkan informasi karena ingin tahu, tetapi untuk mendapatkan kepastian apakah kita mengetahui dan menyadari. Tahu dan sadar adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya. Semakin banyak kesadaran diri dan memiliki banyak hikmat semakin maksimal hidup manusia di atas bumi.


Ketika Allah bertanya pada Adam dan Hawa “Dimanakah kamu dan mengapa kamu bersembunyi?’ Sebenarnya Allah sudah tahu. Allah bertanya, seperti seorang guru yang bertanya. Dia sudah tahu jabawabnya, namun Dia ingin tahu apakah muridnya sudah memahami keadaanya. Bersembunyi artinya ada rasa takut. Dan rasa takut tidak bisa diatasi dengan bersembunyi atau menutupi aurat dengan daun. Rasa takut ‘terkespose’ sering membuat manusia membuat jarak dengan Allah atau dengan sesama. Untuk itu, hiduplah secara ‘authentic, apa adanya, jangan pura pura untuk menutupi dosa, kekurangan atau kelemahan. Semakin banyak kekurangan yang anda tutupi semakin dalam anda bersembunyi. Ingatlah, bagi Allah tidak ada yang bisa disembunyikan. Semua akan disingkapkan pada waktunya.


Ketia Allah bertanya kepada nabi Musa ‘Apa yang ada di tangan-mu’, Allah tahu persis bahwa Musa sedang memegang tongkat kayu. Lalu mengapa Dia bertanya kepadanya? Supaya sang nabi menyadari bahwa apa saja yang ada di tangan manusia bisa dipakai untuk memuliakan nama Allah. Sesuatu yang kecil atau sederhana dalam hidup kita, yang diserahkan kepada Allah untuk menjalani panggilan-Nya bisa menjadi sumber keajaiban untuk menolong sesama. Talenta, keahlian, bakat, ketrampilan yang biasa bisa menjadi luar biasa karena kita pakai untuk memuliakan nama-Nya. “Apa yang ada di tangan anda?”


Ketika Yesus bertanya kepada Simon Petrus, “Menurut kamu siapakah Aku ini”? Yesus bukan sedang lupa diri, sebaliknya Dia sedang menolong Petrus tentang jati dirinya. Kesadaran dan pemahaman kita tentang siapa Yesus, akan membuat hidup kita menjadi luar biasa bagi Kerajaan Allah. “Di atas batu karang ini aku akan membangun gereja-Ku’’ Dalam setiap hikmat selalu ada sesuatu yang bisa dibangun di atasnya. Siapa memiliki hikmat, akan menjadi berpengaruh. Semakin memahami siapa Allah dan kebenaran Firman-Nya semakin cerah masa depan kita. ‘’The future you hold depends on the revelation you carry’’ Kualiatas hidup kita sangat tergantung dari berapa banyak kebenaran Firman yang telah menjadi rhema atau pewahyuan pribadi dalam hidup ini.


Ketika Allah bertanya pada anda dia tidak sedang menguji ingatannya. Sebaliknya, Allah sedang memberi perhatian pada anda supaya bisa menyadari bahwa ‘’Kita adalah ciptaan Allah Yang Maha Baik, diciptakan sebagai ciptaan yang sungguh amat baik, itulah sebabnya kita berhak menerima semua yang terbaik, agar kita bisa menjadi agen kebaikan. Ijinkan Dia datang melalui Roh-Nya berbisik dalam hatimu dan bertanya ‘Tahukah kamu bahwa Aku mengasihimu tanpa syarat? Aku menerimamu tanpa melihat masa lalumu dan aku menghargaimu dengan darah Anak-Ku yang tuggal? Tolong dijawab.



33 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com