• Paulus Wiratno

Kuliah Kehidupan

LIMA UJIAN KEHIDUPAN

Setelah menanti lebih dari 25 tahun, melalui proses kehidupan yang penuh liku liku, Abraham harus menghadapi ‘ujian akhir’ untuk membuktikan kekuatan imannya. Ibararat sekolah, ada ujian semester, kenaikan tingkat dan ujian kelulusan. Mengikuti kisah perjalanan hidup bapak dan ibu Abraham telah berhasil mengikuti 5 ujian kenaikan tingkat.


UJIAN PENUNDUKAN DIRI

Di sini Abraham telah berhasil menyerahkan cita cita dan kehendak pribadi pada kehendak Allah. Ini terbukti dari kesediaannya meninggalkan kampung halaman, orang tua dan familinya. Mereka pergi ke suatu tempat yang akan ditunjukan oleh Tuhan. Abraham dan Sarah menundukan keinginannya dibawah keinginan Allah, demi menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi banyak orang.


UJIAN KEJUJURAN

Dua kali Abraham menyuruh istrinya berbohong karena takut nyawanya melayang. Kebohongn hampir saja menodai dan merusak pernikahannya. Namun Allah campur tangan dan memberi pertolongan tepat pada waktunya. Abraham telah belajar bahwa dusta membawa derita. Gara gara dusta, raja Firaun mendapatkan tulah, dan raja Abimelek beserta pegawainya terancam kematian. Satu dusta bisa membawa bencana bagi banyak orang.


UJIAN MENDENGARKAN

Abraham membuat kesalahan besar. Akibatnya dia harus menelan persoalan yang telah mengancam keharmonisan rumah tangganya. Gara gara ia mendengar ‘suara istri’ untuk meniduri pembantunya lahirlah persoalan baru dalam pernikahannya. Padahal ia sudah mendengar janji Tuhan bahwa Allah akan membuat dia menjadi bapak bagi bangsa bangsa. Gara gara ia ‘mendengar suara ketakutan dari hatinya’ Abraham berani menyuruh istrinya berdusta. Sejak saat itu Abraham sadar bahwa ‘Hidupku ditentukan oleh suara Tuhan bukan suara manusia’. Ketika Allah meminta dia mengorbankan anaknya yang bernama Isak, Abraham menjawab sambil berkata ‘Yes Lord I am listening’. “After all this, God tested Abraham. God said, "Abraham!"

"Yes?" answered Abraham. "I'm listening."


UJIAN BERKORBAN

Ujian yang paling berat buat Abraham dan Sarah adalah ujian memberi. Bukan memberi binatang atau emas perak tetapi memberikan anaknya sebagai korban bakaran bagi Tuhan. Nampaknya ujian ini tidak terlalu sulit bagi dia. Tanpa banyak bertanya Abraham langsung melaksanakan perintah Allah. Selama ini Abraham telah belajar memberikan haknya pada Lot, memberi persepuluhan pada Melkizedek, memberikan korban bakaran setiap kali membangun altar. Orang yang sudah menyerahkan hidupnya kepada Allah tidak akan kesulitan memberikan ‘korban’ untuk kemuliaan Allah.


UJIAN KETAATAN

Ujian terakhir yang diberikan oleh Tuhan untuk Abraham adalah ujian ketaatan. Saat diminta untuk mengorbankan Isak sebagai korban bakaran di gunung Moria, Abraham tidak membantah, mepertanyakan atau menolak. Tanpa pikir panjang ia langsung mengajak dua pembantu dan anaknya menuju tempat yang sudah ditentukan. Di sana Abraham dan Isak melakukan apa yang telah diperintahkan. Hasilnya luar biasa, Allah menyediakan domba sebagai gantinya.


Hasil akhirnya, Allah membuat nama Abraham masyur. Namanya diakui oleh tiga agama besar dunia. Keturunannya menjadi berkati bagi banyak bangsa. Kisah hidupnya menginspirasi jutaan manusia. Ia menjadi guru kehidupan bagi kita semua. Saya sudah tidak sabar untuk mengundang beliau berbagi rahasia keberhasilan hidup dalam program “Making Life Better”. Acara MLB live streaming tidak bisa dilakukan di bumi, kami akan undang anda semua menyaksikan acara ini di sorga

2 views0 comments

Recent Posts

See All

Hidup Dalam Rencana Allah

Hidup dala rencana Allah tidak membebaskan kita dari masalah dan musibah. Nabi Nuh dipakai oleh Tuhan untuk menjadi pewarta kebanaran melawan kebobrokan mental. Demi renaca Allah, ia harus bekerja me

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com