LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

LAKUKAN DALAM KASIH

“Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” Ini dalah kalimat yang diucapkan seorang rasul Allah. Ia tahu persis bahwa kasih adalah motivator terbaik, termurni, dan terhebat. Apa artinya melakukan pelayanan dengan banyak keajaiban, pakai bahasa malaikat atau mengorbankan nyawa sekalipun jika tida dilakukan oleh karena kasih?


Rasul Paulus sedang menyadarkan saya dan saudara, betapa mudahnya kita melayani dengan motivasi yang lain. Melayani karena mengejar posisi, berebut kedudukan demi gengsi pribadi. Menjelekan orang lain demi memperbaiki diri atau main suap demi jabatan rohani.


Memalukan! Sungguh memalukan.

Malaikat di sorga tertawa melihat ‘tingkah’ kita yang terkesan rohani padalah penuh kepura puraan. Jika kita berpikir Allah tidak tahu semua itu, kita semua terjembak dalam kesalahan.


Ini salah satu kisah di negeri Antah Barantah yang memilukan sekaligus memalukan. Saat pemilihan pengurus sebuah sinode konon ada tim sukses yang bagi bagi handphone, tiket pesawat dan fasilitas lain. Mendengar itu aku langsung ‘ngelus dada’. Ternyata tidak beda dengan cara cara dunia. Ada orang yang mengejar jabatan gereja dengan melanggar norma norma kebenaran kitab suci.


Lebih mengerikan lagi waktu sebelum memilih, semua yang punya hak suara diminta berdoa agar ‘Roh Kudus’ yang bekerja. Padahal semua sudah disetting dan direkayasa. Apa jadinya jika para pemimpin rohani berlomba lomba memaksakan kehendak dengan cara cara yang tidak baik demi ambisi posisi? Kasih tinggal sebatas ucapan dan wacana. Prakteknya hilang tertelan kemunafikan.


Mari kita kembali pada ajaran utama. Allah itu kasih, dan kita semua yang mengaku memiliki perasaan dan pikiran Kristus, sudah seharusnya hidup dalam kasih. Apapun yang kita lakukan harus didasari oleh kasih.


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.


94 views