LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com

  • Paulus Wiratno

MAKNA PENDERITAAN

Menurut rencana semula, perjalanan ke Tanah Perjanjian itu hanya memakan waktu 3 hari. Namun sayang, karena sikap keras kepala dan suka bersungut sungut, perjalanan itu harus ditempuh selama 40 tahun. Jalan kaki di padang gurun yang panas dan berdebu, itu memang sangat melelahkan. Belum lagi harus bertemu dengan rasa haus dan lapar. Tidak jarang mereka harus bertemu dengan bahaya, ancaman penduduk lokal yang tidak menyukai kehadiran mereka.


Pertanyaan "pelajaran apa yang saya dapatkan dari penderitaan ini" jauh lebih tepat dari pada "mengapa saya yang menderita". "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini."


Penderitaan Padang Gurun dimaksudkan untuk menguji hati dan menguji iman umat Allah. Kita tahu track recordnya umat Israel, kalau lagi terjepit, mereka berseru kepada Allah. Namun kalau sedang hidup makmur mereka mudah melupakan Allah. Kalau lagi sengsara mereka berdoa, kalau lagi bahagia mereka lupa. Saat susah mendatangi Rumah Allah, saat senang mereka menyembah berhala. Untuk itu hati ini perlu diuji supaya tetap rendah hati dan menghargai karya Allah setiap detik dan setiap waktu.


Penderitaan dimaksudkan untuk mendewasakan iman. Pengalaman makan roti Manna dan daging burung puyuh selama di padang gurun sudah cukup untuk meyakinkan umat Israel bahwa Allah sanggup mencukupkan keperluan kita sehari hari. Belum lagi perlindungan tiang awan dan tiang api yang selalu menyertai mereka. Itu semua sudah cukup jelas bahwa Allah begitu setia dalam kehidupan umat-Nya.


Untuk itu jangan pernah menyalahkan atau menuduh Allah saat menderita. Bukankah Ia justru turut bekerja sama dalam segala perkara untuk mendatangan kebaikan? Jalani saja dan berlajar menangkap pesan Allah dalam setiap penderitaan yang kita alami. Siapa tahu, ada bonus yang akan Allah berikan. Setahu saya, setiap kesulitan selalu memberikan pelajaran. Setiap musibah selalu menyediakan berkah dan setiap ujian memberikan hikmat kehidupan.



7 views