• Paulus Wiratno

MATA UANG KEHIDUPAN

MEMBUNUH WAKTU

"Time is what we want most,but what we use worst." Hampir setiap manusia ingin memiliki waktu tetapi kebanyakan gagal menggunakannya dengan baik. Padahal waktu adalah aset yang paling mahal dalam hidup. Begitu mahalnya sampai uang, emas atau berlian tidak bisa membeli atau ditukar dengan waktu. Ada yang bilang "uang yang hilang bisa dicari, tetapi waktu yang hilang tidak bisa kembali". Memboroskan waktu sama dengan tidak menghargai hidup, karena hidup itu terbuat dari waktu. Selama manusia masih bisa menggunakan waktu di dunia ini, selama itu juga manusia bisa dikatakan 'hidup'.


Lalu bagimana kita harus bersikap terhadap waktu? Yang jelas kita semua diberi waktu yang sama oleh Allah, 24 jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Kaya miskin, hitam putih, pintar atau bodoh semua mendapat jatah yang sama. Sesungguhnya apa yang bisa membedakan derajat manusia? Harga seorang manusia bisa dilihat dari caranya menggunakan waktu. "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."


Jangan lagi bilang "saya tidak punya waktu". Semua diberi 24 jam. Mereka yang mengatakan tidak punya waktu sedang berkata kalau dirinya tidak punya prioritas dalam hidup. Kelompok orang inilah yang perlu belajar menjadi bijak dalan menggunakan waktu. Biasanya orang yang tidak punya prioritas adalah mereka yang tidak punya tujuan hidup atau belum menemukan tujuan hidup. Mereka yang tidak punya tujuan hidup senang bermain main dengan hidup.


Nyoman Ardana adalah salah satu dari mereka yang masih bingung dengan tujuan hidup. Dia menghabiskan waktunya hanya untuk duduk duduk di pantai Padang Galak. Setiap sore ia duduk di bingkahan batu sambil menatap jauh ke arah timur. Kebiasaan ini ia lakukan selama 7 tahun, sejak ditinggal mati oleh isteri yang dicintainya. Pria yang berumur 71 tahun ini merasa kesepian dan kehilangan gairah dan tujuan hidupnya. Waktu aku bertanya "Mengapa kakek melakukan ini setiap sore selama 7 tahun?" Iapun menjawab dengan suara datar "untuk membunuh waktu". Ia merasa bosa hidup, dan sedang menanti waktu untuk bisa mengusul isterinya ke alam baka. Sayang sekali, waktu yang begitu berharga dihabiskan hanya dengan duduk duduk tanpa makna.


Bagaimana dengan Anda? Life is short my friend. Hidup ini singkat sahabat. Mari kita menggunakan setiap detik, dengan melakukan sesuatu yang memiliki nilai kekal. Sehingga waktu kita memasuki kekekalan, kita masih bisa menikmati apa yang kita lakukan selama berada di dunia. Ingatlah yang satu ini. "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."



0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com