• Paulus Wiratno

MEMAHAMI ARTI KASIH ALLAH

Kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman kita tentang kasih Kristus. Semakin kita memahami dan menghayati kasih-Nya semakin besar kesempatan untuk hidup bersukacita. Rasul Paulus pernah berdoa agar umat Tuhan memahami kasih-Nya


Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.’


Allah itu kasih, dan bukti kasih-Nya dinyatakan dalam ‘memberikan Anak-Nya yang tunggal’. Bukti nyata kasih Yesus adalah pengorbanan di kayu salib. Ia memberikan nyawanya untuk menebus jiwa kita dari dosa. Maka sudah sewajarnya setiap pengikut Kristus harus hidup dalam ‘kasih Kristus’. Jika kita ingin mengalami ‘seluruh kepenuhan Allah, kita harus paham dan hidup dalam kasih ilahi’. Tidak ada cara lain.


Selama berada di dalam dunia, Ia melakukan semua pelayanan dilandasi oleh ‘belas kasihan’. Saat disiksa, difitnah, dihina bahkan disalibkan, Ia tidak dendam atau menyimpan kepahitan. Dengan suara nyaring Ia melepaskan kata kata pengampunan. Sebelum naik ke sorga, Ia sempat menemui para murid yang mengkhianatinya, mengajak makan bersama dan memberkatinya. Bukan hanya itu, kasih-Nya masih terasa sampai hari ini. Ia tidak membiarkan kita sendiri sebagai yatim atau piatu. Ia mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai kita sampai kesudahan zaman. Ia bedoa buat kita supaya hidup dalam kemenangan. Sungguh luar biasa kasih Allah. Ini semua membuktikan apa yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa Allah itu kasih. Maka mereka yang hidup dalam kasih adalah anak anak Allah.


Untuk lebih jelasnya, rasul Paulus pernah menuliskan bahwa ‘kasih’ adalah kualitas hidup tertinggi yang harus dihidupi oleh setiap orang percaya. “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Seperti apakah hidup dalam kasih itu?


Bagaimana caranya menerapkan kasih dalam kehidupan nyata sehari hari? Dengarkan penjelasan rasul Paulus. “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.”


0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com