• Paulus Wiratno

MEMAHAMI MAKNA SALIB YESUS

Updated: Aug 20, 2019

Salib adalah sebuah simbol yang dikenal sejak dulu kala oleh orang Persia, Yunani, Romawi, Yahudi dan Kristiani. Dalam ilmu komunikasi, makna sebuah simbol tidak berada di dalam simbol, tetapi di benak setiap orang yang melihat simbol. Bagi orang Rowami, kayu salib adalah hukuman bagi para pembunuh kelas kakap. Bagi orang Yahudi adalah simbol kutukan yang memalukan. Bagi sebagian orang salib adalah lambang penghinaan. Maka jangan kaget jika ada orang yang mengatakan bahwa salib adalah lambang jin kafir. Setiap orang punya hak untuk mengartikan makna salib sesuai dengan ‘perpustakaan simbol’ di otak mereka.


Namun bagi orang yang punya keyakinan terhadap kitab Injil, salib memiliki makna yang sangat berbeda. Rasul Petrus contohnya, ia memaknai salib sebagai lambang pengampunan dan kesembuhan. Sebagai seorang murid, Simon Petrus menyaksikan langsung proses penyaliban Yesus. Masih ingat, betapa takutnya sang murid sampai ia berkhianat tiga kali? Kematian Yesus di kayu salib menjadi bahan hinaan oleh penjahat yang ada di sampingnya. Namun justru di kayu salib itulah ia menyelamatkan seorang penjahat yang rendah hati dan percaya pada keilahiannya. Betapa terkejutnya para algojo, dan semua yang menyaksikan proses penyaliban, karena di atas kayu salib ia mengucapkan kalimat pengampunan “Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…” 


Sebagai seorang saksi hidup Simon Petrus memaknai penyaliban Yesus sebagai pengampunan dan kesembuhan bagi yang percaya kepada-Nya. Dalam suratnya, Rasul Petrus pernah menulis keyakinannya “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Petrus memahami bahwa Yesus tidak bersalah, dia tidak pernah membunuh, mencuri, korupsi, atau melanggar hukum. Ia tidak pantas mati di kayu salib seperti kedua penjahat yang ada di sampingnya. Seharusnya kita semua yang harus mati di kayu salib atas dosa dosa dan kesalahan kita. Namun Yesus rela menanggung dosa dan kesalahan demi kita supaya kita dibenarkan dihadapan Allah Bapa.


Misi Yesus untuk menjadi korban penebusan sudah disampaikan oleh Nabi Yohanes Pembaptis. Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata, "Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Ratusan Tahun sebelum Yesus hadir di dunia, sudah ada nubuatan yang diucapkan oleh nabi Yesaya.


“Kita menghina dan menjauhi dia, orang yang penuh sengsara dan biasa menanggung kesakitan. Tak seorang pun mau memandang dia, dan kita pun tidak mengindahkan dia. Sebenarnya penyakit kitalah yang ditanggungnya, sengsara kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaannya itu hukuman Allah baginya. Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita. Ia dihukum supaya kita diselamatkan, karena bilur-bilurnya kita disembuhkan. Kita semua tersesat seperti domba, masing-masing mencari jalannya sendiri. TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua. Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menanggungnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian atau induk domba yang dicukur bulunya. Ia ditahan dan diadili, lalu digiring dan dihukum mati. Tak ada yang peduli akan nasibnya; ia mati karena dosa bangsa kita.”


Maka jelaslah sudah, bagi mereka yang percaya kepada Kitab Suci, penyaliban Yesus adalah lambang pengampunan dosa, kemerdekaan dari hukum dosa, pembenaran di hadapan Allah Bapa, pemulihan citra diri dan kesembuhan jasmani dan rohani. Bukan hanya itu, salib adalah simbol kasih Allah kepada manusia yang berdosa. “Tetapi Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita ketika Kristus mati untuk kita pada waktu kita masih orang berdosa. Sekarang kita sudah berbaik kembali dengan Allah melalui kematian Kristus; karena itu pasti kita akan diselamatkan juga dari murka Allah oleh Kristus. Kalau pada masa kita bermusuhan dengan Allah, kita didamaikan dengan-Nya melalui kematian Anak-Nya, apalagi sekarang sesudah hubungan kita dengan Allah baik kembali, tentu kita akan diselamatkan juga melalui hidup Kristus. Dan lebih daripada itu, kita pun bergembira juga atas kebaikan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab melalui Kristus, kita sekarang menikmati hubungan kita yang baik itu dengan Allah.’’


Sungguh luar biasa karya dan makna salib Yesus. Untuk itu berita kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya menjadi inti sari dari kitab Injil. Maka jangan heran kalau ada oknum oknum yang mencoba berteori kalau Yesus itu tidak mati tetapi ‘digantikan’ oleh Yudas. Bahkan para imam dan orang Farisi sempat menyuap para penjaga kuburan yang menyaksikan kebangkitan Yesus supaya menyebarkan hoak kalau ‘mayatnya dicuri oleh murid murid-Nya’. Dulu juga pernah ada yang menolak kebangkitan Yesus dari kematian dengan membuat ’teori’ Yesus pingsan. Apapun jenis penolakan dan penghinaan, Kitab Suci berkata, Ia mati di kayu salib, bangkit pada hari yang ketiga, naik ke sorga yang mulia dan berjanji akan datang kembali untuk menjemput mereka yang percaya kepada-Nya. Makanya jangan pernah meragukan kekuatan salib dan jangan sekali kali menukar keyakinan anda. 



137 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com