• Paulus Wiratno

MEMAHAMI WANITA APA ADANYA

Banyak yang bilang kalau wanita sulit dimengerti. Saking sulitnya, para wanita juga banyak yang kesulitan memahami dirinya sendiri. Konon semua berawal dari bahan dasar dan proses ‘pembuatannya’ yang unik dan rumit. Kitab Suci mengatakan bahwa wanita dibangun dari tulang rusuk bukan dibentuk dari tanah seperti Adam. Waktu Allah mencipta wanita dipakai kata ‘to build’ membangun sedangkan waktu menciptakan pria adalah ‘to form’ seperti mencetak ‘batako’.


Disinilah para pria harus benar benar tahu dan sadar bahwa wanita yang anda nikahi adalah makluk yang ‘dari sononya sudah membawa perbedaan. Jika anda ingin berbahagia salam pernikahan, tugas pertama adalah memami orang yang anda nikahi. Seperti apa kata Myles Munroe, yang membuat pernikahan tidak bahagia bukan iblis, mertua atau pihak ketiga, tetapi ‘lack of knowledge’. Salah satunya adalah kurang paham tentang perbedaan pasangan hidup.

CARA WANITA MENANGANI STRESS

Saat wanita stress, ia akan banyak bicara. Cara melepas tekanan adalah dengan melepas kata kata. Maka jangan kaget saat istrimu tiba tiba jadi ‘cerewet’. Ia sedang memproses tekanan jiwa dan memerlukan bantuan.

Pria yang sayang istrinya akan segera memposisikan dirinya menjadi ‘pendengar yang baik’. Seorang pendengar yang baik tidak suka memotong percakapan atau melakukan interupsi. Kelemahan saya dan anda adalah cepat cepat mencarikan solusi, padahal istri bicara atau curhat tidak untuk mencari solusi, tetapi hanya ingin ‘membuang sampah’. Tolong dipahami supaya tidak berakhir dengan tengkar mulut.

PRIA STRESS SERING BERDIAM DIRI

Berbeda dengan wanita, pria yang sedang stress pebih banyak berdiam dan menyendiri. Ada yang bilang jika pria sedang menghadapi tekanan, ia akan pergi ke ‘goa’, menyepi dalam sunyi.


Untuk para istri, jangan paksa suami untuk bicara saat ia sedang memproses tekanan jiwa. Saat dia lebih banyak diam, bukan karena sedang cuek atau menjauh dari Anda secara emosi. Ia sedang bergumul dengan dirinya sendiri. Jangan dicurigai atau di hakimi. Suamimu perlu perhatian dan kata kata dorongan. Jangan paksa suamimu untuk bicara ‘ngomong dong, jangan diam saja!’ Kalau anda paksa terus untuk bicara, dia akan pergi dari rumah tinggal di tengah sawah.


Saling memahami perbedaan dalam menghadapi stress bisa mengindarkan anda dari pertengkaran yang tidak perlu. Cukup diam memahami dan saling mengerti. Banyak bicara bukan kelemahan, demikian juga banyak diam. Itu semua sudah bawaan lahir. Mari belajar untuk saling memahami bukan menghakimi. Selamat berbahagia.



3 views

Recent Posts

See All

BELAJAR DARI LAYANG LAYANG

Kelihatannya sederhana namun kaya dengan makna. Hampir semua orang tahu mainan layang layang, namun tidak semua pernah memainkannya. Waktu masih kecil, itulah mainan unggulan di musim kemarau. Saya se

AKU KUAT KARENA FIRMAN

Seorang janda dengan tujuh anak mengakui betapa besar berkat yang ia terima lewat pelayanan Radio Suara Kasih Papua. "Hidup ini terasa sangat berat setelah suami saya meninggal dunia. Saya tidak tahu

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com