• Paulus Wiratno

MEMAKNAI ISOLASI DIRI


Nabi Elia harus mengisolasi diri di tepi sungai Kerit. Dan ini adalah perintah langsung dari Allah. Maka tanpa pikir panjang ia langsung menyisir gurun pasir menuju arah timur, menyeberangi sungai dan camping sendirian di sungai Kerit. Perjalanan yang melelahkan dan tidak mudah. Saya berani berspekulasi, ada banyak pertanyaan di benak sang nabi sementara melangkah menapaki pasir berdebu di bawah sengat terik matahari.


“Mengapa harus ke sungai Kerit?” Mengapa Allah tidak menyuruh sang nabi bersembunyi di dalam goa? Bukan kebetulan nama sungai itu adalah ‘Kerit atau Cherith’ yang artinya ‘Cut off’ atau terputus. Allah mau Nabi menyendiri terputus dengan hingar bingarnya dunia pelayanan dan kesibukan. Saat itu reputasi nabi sedang naik daun. Ia bagaikan ‘New Rising Star’ yang dikenal seluruh umat Israel. Kebenariannya melawan arus istana membuat membuatnya digandrungi umat yang mencintai kebenaran.


ISOLASI ADALAH EVALUASI

Sungai Kerit menajdi ‘tempat retreat’ bagi hamba-Nya karena Allah ingin memberikan beberapa pelajaran rohani sebagai persiapan untuk menghadapi tugas yang lebih berat di masa depan. Allah memang tidak menyingkapkan rencanya sekali waktu. Di tepi sungai Kerit, Elia terputus dengan dunia ‘popularitas’. Allah tidak mau Elia menjadi ‘besar kepala’. Atau sombong karena sudah menjadin ‘nabi negara’. Menjadi seorang nabi adalah karunia atau gifting. Allah ingin mengajar hambanya untuk tidak menyombongkan ‘gifting’ sehingga melupakan Allahnya yang memberi karunia.


ISOLASI ADALAH PROTEKSI DIRI

Sungai Kerith adalah tempat ‘persembunyian’ dari ancaman raja Israel paling jahat yaitu Ahab dan istrinya yang bernama Izebel. Isolasi bisa memberi proteksi. Mengapa Allah melindungi nabi Elia? Karena agenda-Nya belum selesai lewat hidupnya. Masih banyak karya yang harus diselesaikan. Masih banyak tugas mula yang harus dikerjakan. Untuk itu Allah perlu melindunginya. Elia tidak perlu takut hidup sendirian di tepi sungai, karena tangan Allah yang berkuasa selalu menyertainya. Satu orang dengan Allah lebih berkuasa dari pada ribuan tentara tanpa Allah. Hidup sendirian bisa menghindarkan kita dari segala persoalan yang menguras emosi.


ISOLASI ADALAH MEMBANGUN INTIMASI

Di tepi sungai Kerit, Elia tidak bisa terhubung dengan dunia luar. Satu satunya yang bisa diajak bicara adalah dirinya sendiri atau Allah yang memanggilnya sebagai utusan Allah. Rutinitas harian berubah 180 derajat. Kalau kemarin sibuk dengan persiapan khotbah, mendoakan orang, dan menyampaikan berita kepada umat Israel, di tepi sungai Kerit, sang nabi lebih banyak meditasi dan refleksi. Inilah saatnya membangun hubungan yang baik dengan Allah dan dirinya sendiri. Isolasi adalah saatnya membangun instimasi.


ISOLASI ADALAH INSPIRASI

Mendapatkan jatah makan setiap pagi dan malam secara gratis adalah keajaiban ilahi yang layak disyukuri. Namun tidak mudah bagi sang nabi untuk bisa memakan ‘jatah gratis’ dari sorga. Masalahnya kurirnya bukan ‘Go-Food’ tetapi seekor burung gagak yang selama ini dianggap najis. Tentu saja ada banyak pertanyaan di benak sang nabi, ‘Kenapa tidak burung merpati, tetapi burung gagak?’. Allah sedang membuka pikiran sang nabi, bahwa ‘Allah bisa memakai siapa saja untuk memelihara hamba-Nya.


Sahabatku, kita semua harus menerima kenyataan yang ada di depan mata. Wabah virus Corona bukan akhir dari segalanya. Jika kita harus menghadapi masalah ini dengan mengisolir diri, ingatlah bahwa isolasi bisa dimaknai sebagai proteksi, evaluasi, meditasi, inspirasi dan membangun kedekatan dengan Allah atau orang orang yang kita sayangi. Jangan lupa banyak berdoa dan membaca atau mendengarkan Firman yang bisa membangun iman. Hidup kita hanya ditentukan oleh apa kata Tuhan bukan apa kata orang.




0 views

LC Intan II. Gang IV. no 1. Denpasar-Bali 80239

081337495094

©2018 by Paulus Wiratno. Proudly created with Wix.com